Scroll untuk baca artikel
Berita

Israel Gempur Beirut Meski Gencatan Senjata Berlaku, Lebanon Kecam Eskalasi Baru

4
×

Israel Gempur Beirut Meski Gencatan Senjata Berlaku, Lebanon Kecam Eskalasi Baru

Share this article
israel-gempur-beirut-meski-gencatan-senjata-berlaku,-lebanon-kecam-eskalasi-baru
Israel Gempur Beirut Meski Gencatan Senjata Berlaku, Lebanon Kecam Eskalasi Baru

Israel Gempur Beirut Meski Gencatan Senjata Berlaku, Lebanon Kecam Eskalasi Baru

Indonesiainside.id — Tentara Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, Minggu, meskipun gencatan senjata antara kedua pihak masih berlaku. Serangan tersebut menargetkan kawasan Dahiyeh yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah.

Example 300x600

Menurut laporan media Anadolu, jet tempur Israel membombardir kawasan tersebut tanpa peringatan sebelumnya. Asap tebal terlihat membumbung dari area yang menjadi sasaran serangan.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, melalui unggahan di platform X, mengklaim serangan dilakukan untuk menghantam infrastruktur milik Hizbullah di wilayah Dahiyeh.

Pemerintah Israel menyatakan operasi militer itu merupakan respons atas serangan roket yang diluncurkan ke wilayah utara Israel pada Minggu pagi. Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan bahwa serangan dilakukan sebagai tindakan balasan terhadap ancaman keamanan dari Hizbullah.

Serangan ini menjadi yang pertama menghantam Beirut sejak perpanjangan gencatan senjata pada 3 Juni lalu, hasil mediasi Amerika Serikat antara Israel dan Lebanon di Washington. Sebelumnya, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich juga sempat menyerukan operasi militer di kawasan Dahiyeh.

Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel terus meningkat sejak bentrokan lintas batas pada awal Maret. Serangan udara Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 3.550 orang dan melukai sedikitnya 10.800 lainnya sejak 2 Maret.

Pemerintah Lebanon hingga kini belum mengeluarkan rincian resmi terkait jumlah korban akibat serangan terbaru di Beirut tersebut. Namun serangan ini dikhawatirkan kembali memicu eskalasi konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah.