Pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo, berpendapat tindakan yang dilakukan Fadly Albero maupun pemain hingga pelatih kiper dalam keributan di Stadion Citarum kemarin sangat disayangkan, dan jelas tidak terpuji.
Seorang atlet atau olahragawan seharusnya menjunjung tinggi sportivitas, bukan perkelahian membabi buta dan tak terkendali semacam itu. Mantan pemain Arseto Solo, Arema Malang, sampai Persik Kediri itu menilai pentingnya menanamkan karakter santun dan sportif sejak usia dini.
“Menanggapi insiden keributan pemain di EPA U-20 kemarin, itu jelas tindakan tidak terpuji apalagi pemain yang disiapkan untuk ke Timnas Indonesia. Saya berharap kepada pelatih, manajer, dan pengurus klub selalu memberi edukasi ke setiap pemain, untuk lebih santun, lebih bijak di dalam pertandingan,” terangnya kepada Bola.com, Selasa (21/4/2026).
“Kecewa pasti ada, karena selama 90 menit tidak sesuai keinginan atau karena lain. Saya juga pernah menjadi pemain, emosi ingin mengajak berantem, tapi sepak bola Indonesia perlahan sudah berbenah dan maju,” lanjut Aris Budi Sulistyo.
“Buat seluruh pemain yang terbiasa emosional, mulai sekarang belajar menerima kekalahan, menerima ejekan, kita bisa melaporkan karena ada komisi disiplin yang menindaklanjuti. PSSI sudah tegas sekarang, dan tidak akan tebang pilih dalam memberi sanksi,”jelasnya.