Berita

Ini Kekuatan Jet Tempur AS F/A-18 yang Bombardir Kapal Tanker Iran

1
ini-kekuatan-jet-tempur-as-f/a-18-yang-bombardir-kapal-tanker-iran
Ini Kekuatan Jet Tempur AS F/A-18 yang Bombardir Kapal Tanker Iran

Jakarta, CNN Indonesia

Jet tempur F/A-18 Hornet menjadi sorotan usai melumpuhkan kapal kargo Iran yang berusaha menerobos blokade Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz pada Rabu (6/5).

Dalam rilis resmi militer AS yang bertugas di Timur Tengah, Komando Pusat Amerika Serikat (Command Center of United States/CENTCOM) menyebut jet menembaki kapal berbendera Iran, Hasna, pada pukul 16.00 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan AS, lanjut pernyataan itu, sempat memperingati Hasna berulang kali. Namun, mereka mengabaikan peringatan tersebut sehingga personel mengambil tindakan.

“Pasukan AS melumpuhkan kemudi kapal tanker dengan menembakkan beberapa peluru meriam 20mm pesawat tempur F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS yang diluncurkan dari USS Abraham Lincolnd,” demikian pernyataan CENTCOM.

Mereka lalu berujar, “Hasna tidak lagi dalam perjalanan menuju Iran.”

AS dan Iran padahal saat ini sedang menerapkan gencatan senjata, tetapi blokade AS terhadap kapal dari dan ke pelabuhan Iran tetap berlanjut hingga sekarang.

Terlepas dari itu, bagaimana spesifikasi Hornet F/A-18 yang bisa membuat kapal berbendera Iran kelabakan?

Jet tempur F/A-18E/F Super Hornet pertama kali dipamerkan ke publik pada 2001. Pesawat ini memiliki panjang 18,31 m dengan tinggi, 4,88 m.

Rentang sayap jet berukuran 13,62 m dan berat 29.937 kg. Hornet juga punya dua turbofan General Electric F414-GE-400, dan masing-masing memiliki daya dorong 58 kN tanpa beban.

Hornet bisa melaju dengan kecepatan 2.140 km/jam atau 1,8 Mach. Jet ini juga dilengkapi meriam putar M61A2 Vulcan 20mm, 11 titik pemasangan dengan total kapasitas persenjataan 8.050 kg, demikian dikutip National Interest.

Super Hornet diproduksi dalam dua versi berbeda: F/A-18/E satu tempat duduk dan F/A-18/F dua tempat duduk.

Jet tempur ini memiliki rangka 20 persen lebih besar dari model Hornet sebelumnya, sehingga mampu membawa bahan bakar internal hingga 33 persen lebih banyak, serta meningkatkan jangkauan misi sebesar 41 persen dan daya tahan 50 persen.

Meskipun berukuran super besar, F/A-18E/F sebenarnya memiliki 42 persen lebih sedikit komponen dari pendahulunya, varian F/A-18C/D, sehingga mengurangi waktu dan biaya perawatan.

Namun, dalam rilis CENTCOM tak disebutkan dengan rinci jenis jet tempur mana yang mereka gunakan.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Exit mobile version