Berita

Inggris Kerahkan Pasukan Tambahan ke Timur Tengah yang Kian Memanas

124
inggris-kerahkan-pasukan-tambahan-ke-timur-tengah-yang-kian-memanas
Inggris Kerahkan Pasukan Tambahan ke Timur Tengah yang Kian Memanas

Israel serang Beirut pada 30 Juli 2024. Foto: Akun X @Annahar.

Israel serang Beirut pada 30 Juli 2024. Foto: Akun X @Annahar.

Indonesiainside.id – Pemerintah Inggris akan mengerahkan pasukan tambahan ke Timur Tengah ketegangan menyusul konflik yang kian memanas. Imbas dari syahidnya Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah dan komandan senior Hizbullah, Fuad Shukr akibat serangan Israel.

Diketahui, Israel melancarkan serangan udara yang menewaskan Fuad Shukr di Beirut, Lebanon Pada Selasa malam (30/7/2024). Setelahnya, Ismail Haniyah jadi sasaran pasukan Zionis dalam serangan mendadak di ibu kota Iran, Teheran, Rabu (31/7/2024).

“Proses pengerahan personel militer ke kawasan juga untuk memberikan dukungan operasional kepada Kedutaan Besar guna membantu warga negara Inggris,” demikian pernyataan pemerintah Inggris seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (4/8/2024).

Sementara itu, Operasi Perdagangan Maritim Kerajaan Inggris mengaku telah menerima sebuah laporan tanda bahaya dari salah satu kapal yang berlayar sejauh 170 mil laut (195 mil) barat daya dari pelabuhan Aden di Yaman.

Belum lama ini Kepala Pertahanan Israel, Yoav Gallant, berdiskusi dengan menteri pertahanan Inggris John Healey tentang pentingnya pembentukan koalisi untuk melindungi Israel dari Iran dan sekutunya di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan, negaranya siap menghadapi serangan dari kelompok Hizbullah. Pernyataan ini merespons ancaman dari kelompok tersebut menyusul wafatnya komandan senior Fuad Shukr.

“Sejak awal perang, saya menjelaskan bahwa kami berperang melawan poros kejahatan Iran,” kata Netanyahu dikutip dari Anadolu, Jumat (2/8/2024).

Netanyahu menuding bahwa Shukr bertanggung jawab atas serangan udara di Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan Suriah beberapa waktu lalu yang menewaskan 12 orang.

Dia juga menekankan, pihaknya siap dengan konsekuensi atas wafatnya Ismail Haniyah. Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Israel bertanggung jawab atas wafatnya Ismail Haniyah.

Exit mobile version