Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025: Hentikan Polusi Plastik

104
×

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025: Hentikan Polusi Plastik

Share this article
hari-lingkungan-hidup-sedunia-2025:-hentikan-polusi-plastik
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025: Hentikan Polusi Plastik

Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun 2025 diperingati pada Kamis, 5 Juni 2025. 

Peringatan tahunan yang diinisiasi oleh United Nations Environment Programme (UNEP) ini mengangkat tema global: “Ending Plastic Pollution” atau “Hentikan Polusi Plastik”.

Example 300x600

Isu polusi plastik bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi menjadi krisis global yang berdampak langsung pada kesehatan manusia, ekosistem, hingga keberlanjutan bisnis. 

Dalam konteks ini, momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dapat menjadi titik tolak bagi berbagai sektor, termasuk perusahaan, untuk terlibat aktif dalam solusi jangka panjang.

Ancaman Polusi Plastik: Lingkungan, Manusia, dan Reputasi Bisnis

Setiap tahun, dunia menghasilkan lebih dari 430 juta ton plastik, dan lebih dari dua pertiganya adalah produk sekali pakai. 

hari lingkungan hidup sedunia lindungihutan

Berdasarkan OECD Data Explorer memproyeksikan konsumsi plastik global akan mencapai 516 juta ton di 2025, dan bahkan bisa melonjak menjadi 1,2 miliar ton pada 2060 jika tidak ada intervensi besar.

Polusi plastik telah mencemari lautan, sungai, udara, dan tanah. Lebih mengkhawatirkan lagi, partikel mikroplastik kini terbukti ditemukan dalam darah manusia, sebagaimana diungkap dalam studi oleh Leslie dkk. (2022) yang diterbitkan di jurnal Environment International

Temuan ini menunjukkan bahwa partikel plastik berukuran ≥700 nm dapat masuk ke aliran darah dan beredar ke seluruh tubuh.

Bagi dunia usaha, dampaknya juga serius:

  • Risiko regulasi dan denda dari pemerintah.
  • Tekanan dari investor, konsumen, dan mitra bisnis yang menuntut kepatuhan terhadap nilai ESG.
  • Reputasi merek dapat merosot jika tidak merespons isu ini secara serius.

Peran Strategis Perusahaan dalam Mengatasi Krisis Plastik

Perusahaan tidak boleh lagi bersikap pasif terhadap isu lingkungan dan harus segera melakukan edukasi internal di seluruh lini organisasi serta mengurangi penggunaan plastik operasional seperti botol kemasan dan plastik sekali pakai. 

Selain itu, perusahaan perlu membangun kerja sama dengan organisasi lingkungan untuk menjalankan aksi berkelanjutan jangka panjang.

Dalam diskusi Open House Vol. 3 LindungiHutan, dr. Andri Theja dari PT Salam Pacific Indonesia Lines menyampaikan, “Industri memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga bumi, karena kita juga menggantungkan operasional pada sumber daya alam.”

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025: Momentum untuk Aksi Kolaboratif

Kementerian Lingkungan Hidup/ Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia  menyerukan apel dan aksi bersih nasional dalam rangka HLH 2025, mengajak semua pihak seperti pemerintah, swasta, dan komunitas untuk menunjukkan kepedulian.

Manfaat bagi perusahaan termasuk peningkatan moral karyawan, kepercayaan publik, dan brand equity melalui kontribusi nyata.

Regina Inderadi, MBA, CSSCP, dalam forum yang sama menegaskan bahwa “Kini transparansi menjadi kunci daya saing,” mengacu pada regulasi dan tekanan konsumen yang mendorong perusahaan untuk bertransformasi.

Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Solusi Hijau

Kolaborasi Penanaman Pohon: Solusi Hijau untuk Krisis Plastik

Selain mengurangi plastik dari hulu, upaya pemulihan lingkungan secara aktif juga menjadi langkah penting dalam menghadapi krisis plastik global. 

Salah satu solusi yang terbukti efektif adalah penanaman pohon, khususnya pohon mangrove di pesisir dan kawasan konservasi. 

Aksi ini dapat dilakukan melalui program CSR perusahaan seperti kegiatan bersih-bersih pantai bersama karyawan, penyaluran dana CSR untuk proyek rehabilitasi, hingga edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar.

hari lingkungan hidup sedunia

Penelitian berjudul “Impact of mangrove forest structure and landscape on macroplastics capture” yang dipublikasikan di jurnal Marine Pollution Bulletin oleh Cappa et al. (2023) menunjukkan bahwa hutan mangrove berperan sebagai penyaring alami sampah plastik makro. 

hari lingkungan hidup sedunia 2025 cappa
sumber gambar dari Cappa et al. (2023)

Peran ini paling signifikan terjadi di zona darat dekat muara sungai. Struktur akar mangrove, seperti akar napas dan akar tunjang, terbukti efektif menjebak plastik dari daratan, termasuk kemasan sachet dan kantong plastik. 

Studi ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis daratan untuk mencegah plastik terbawa aliran sungai menuju kawasan pesisir. Dengan demikian, menjaga kesehatan mangrove sangat krusial dalam upaya mengurangi pencemaran plastik di lingkungan pesisir.

Temuan penelitian di atas menunjukkan bahwa rehabilitasi pesisir seperti penanaman mangrove tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Perubahan permintaan yang cepat menjadi peluang untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dan menciptakan dampak yang lebih luas,” ujar Bang Yahe dari Kolaborasi.co dan LindungiHutan, dalam Open House Vol. 3.

Kolaborasi yang melibatkan perusahaan, komunitas, dan organisasi lingkungan seperti LindungiHutan dapat menjadi katalisator perubahan, tidak hanya dalam restorasi ekosistem pesisir. 

Kolaborasi ini juga penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk mengurangi polusi plastik dari sumbernya.

Baca Juga: 5 Contoh Program CSR Penanaman Pohon LindungiHutan Bersama Mitra Hijau

Saatnya Bertindak: Bersama, Kita Bisa Hentikan Polusi Plastik

Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar selebrasi tahunan, melainkan pengingat bahwa keberlanjutan adalah komitmen jangka panjang. Aksi kecil yang dilakukan secara kolektif bisa menciptakan perubahan besar—bagi lingkungan, bisnis, dan generasi mendatang.

Kak Andri kembali mengingatkan dalam sesi Open House Vol. 3, “Bumi sudah memberi banyak tanda peringatan. Jangan tunggu dampaknya terasa besar—mulai aja dulu, dari hal kecil.”

Yuk, mulai dari langkah kecil: ajak tim perusahaanmu untuk ikut dalam program rehabilitasi pesisir dan penanaman mangrove bersama LindungiHutan. Karena setiap pohon yang ditanam hari ini, adalah investasi nyata untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 590+ Brand dan Perusahaan