Ringkasan:
-
Hari ini adalah Hari Berhenti Berteman Nasional, sebuah pengingat untuk menyusun daftar media sosial kita.
-
Dimulai oleh Jimmy Kimmel pada tahun 2010, ide ini berkembang seiring dengan semakin menonjolnya media sosial.
-
Pembatalan pertemanan sering kali terjadi karena postingan yang berlebihan, konten politik, atau karena alasan perawatan diri.
Hari ini adalah Hari Berhenti Berteman Nasional, yang dulunya merupakan lelucon liburan internet yang muncul setiap 17 November untuk mengingatkan kami berapa banyak orang yang telah kami kumpulkan di feed kami. Ini menjadi momen kecil namun dapat diandalkan dalam budaya digital — dorongan tahunan untuk melihat daftar teman yang sangat banyak dan bertanya apakah mereka masih cocok dengan kehidupan kita yang sebenarnya.
Idenya dimulai pada tahun 2010 ketika Jimmy Kimmel memperkenalkannya konsepnya selama segmen aktif Jimmy Kimmel Langsungmendesak pengguna Facebook untuk menghapus kenalan yang hampir tidak mereka kenal. Kimmel berargumentasi bahwa istilah “teman” sudah tidak lagi digunakan di era jaringan digital, dan dia dengan bercanda menetapkan tanggal 17 November sebagai hari untuk “membersihkan rumah.” Pelacak hari libur seperti National Today dan Days of the Year terus mengutip pernyataannya sebagai momen terbentuknya tradisi tersebut.
Meskipun awalnya hanya sebuah lelucon, ide ini muncul ketika media sosial menjadi bagian yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa orang sering kali tidak berteman karena postingan yang tidak henti-hentinya, kata-kata kasar politik, atau sekadar kelelahan di feed. Sebuah penelitian di University of Colorado bahkan menemukan bahwa konten politik dari kenalan lama di sekolah menengah adalah salah satu pemicu paling umum untuk tidak berteman.
Tidak bisa dibatalkan pertemanannya jika saya tidak punya teman pic.twitter.com/4JpXB7gplc
— (@sh4mrock1) 17 November 2024
Penelitian dan jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa tren ini semakin meningkat. Di dalam Januari 2025A berita komunitas analisa dilaporkan bahwa sekitar 38 persen pemilih terdaftar telah berhenti berteman atau berhenti mengikuti seseorang karena perbedaan politik, cerminan dari betapa terpolarisasinya ruang online.
Media sosial Para peneliti mencatat bahwa banyak dari pemisahan digital ini bukan tentang permusuhan dan lebih banyak tentang pemeliharaan – sebuah cara untuk mengatur feed seseorang secara berurutan untuk mengurangi stres, menghindari informasi yang salah atau mengelola bandwidth emosional. Beberapa komentator bahkan membingkai tidak berteman sebagai bentuk perawatan diri, menunjuk pada manfaat psikologis dari menyesuaikan lingkungan online seseorang.
Pakar etiket telah mencatat selama bertahun-tahun bahwa tidak berteman tidak harus berarti perpisahan yang dramatis. Banyak pengguna kini memilih alat yang lebih senyap seperti membisukan atau menyembunyikan postingan, yang memungkinkan mereka tetap tenang sambil tetap memutuskan apa yang muncul di feed mereka.
ABC News melaporkan pada masa awal booming Facebook bahwa orang-orang yang memangkas daftar mereka sering kali merasa lega, bukannya menyesal, dan perasaan itu sebagian besar terbawa seiring berkembangnya platform.
