Lingkungan

Hari Bebas Emisi: Satu Hari, Satu Langkah untuk Udara Lebih Bersih

7
hari-bebas-emisi:-satu-hari,-satu-langkah-untuk-udara-lebih-bersih
Hari Bebas Emisi: Satu Hari, Satu Langkah untuk Udara Lebih Bersih

Udara bersih merupakan bagian penting dari lingkungan yang sehat. Namun, berbagai aktivitas manusia setiap hari turut menghasilkan emisi yang dapat memengaruhi kualitas udara. 

Salah satunya berasal dari penggunaan kendaraan bermotor, yang menjadi salah satu sumber pencemaran udara di lingkungan perkotaan (WHO, 2024). Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk ikut memperingati Hari Bebas Emisi?

Apa Itu Hari Bebas Emisi?   

Hari Bebas Emisi atau Zero Emissions Day merupakan hari di mana mengajak masyarakat untuk mengurangi emisi yang dihasilkan dari berbagai aktivitas sehari-hari. 

Peringatan ini berlangsung setiap 21 September dan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya mengurangi emisi serta menjaga lingkungan (Wikipedia, 2026). 

Salah satu aktivitas yang dapat diperhatikan adalah penggunaan kendaraan bermotor. Kendaraan berbahan bakar fosil menghasilkan emisi dari proses pembakaran bahan bakar. 

Sektor transportasi juga menjadi salah satu sumber yang berkontribusi terhadap pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca (WHO, 2025). 

Hari Bebas Emisi tidak hanya tentang mengurangi emisi selama satu hari. Lebih dari itu, peringatan ini untuk mengevaluasi kebiasaan sehari-hari dan mulai menerapkan pilihan yang lebih rendah emisi secara berkelanjutan.

Mengapa Hari Bebas Emisi Penting bagi Lingkungan dan Kesehatan?   

Kualitas udara berkaitan erat dengan kondisi lingkungan dan kesehatan manusia. Polusi udara dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembangkit energi, dan pembakaran lainnya. 

Paparan polusi udara juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan (WHO, 2024).

Di wilayah perkotaan, tingginya mobilitas dan penggunaan kendaraan membuat emisi transportasi menjadi persoalan yang perlu diperhatikan. 

Polusi udara yang berkaitan dengan transportasi dapat berhubungan dengan berbagai dampak kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan (WHO, 2025).

Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dapat menjadi salah satu langkah untuk menekan emisi dari sektor transportasi. 

Ketika masyarakat memilih berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, atau berbagi kendaraan, ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat dikurangi. 

Pengembangan transportasi umum serta fasilitas berjalan kaki dan bersepeda juga menjadi bagian dari pendekatan transportasi yang lebih sehat dan berkelanjutan (WHO, 2024).

Transportasi Ramah Lingkungan untuk Kurangi Emisi    

Transportasi menjadi salah satu sektor yang diperhatikan ketika membicarakan pengurangan emisi. 

Berjalan kaki dan bersepeda menjadi pilihan yang tidak menghasilkan emisi langsung dari penggunaan bahan bakar. 

Sementara itu, transportasi umum memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan bersama sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi (WHO, 2024).

Kendaraan listrik juga mulai menjadi bagian dari perkembangan transportasi di Indonesia. 

Pemerintah Indonesia mengembangkan kendaraan bermotor listrik sebagai salah satu upaya mendukung efisiensi energi dan mengurangi emisi pada sektor transportasi (Kementerian ESDM, 2023).

Namun, transportasi ramah lingkungan tidak selalu berarti harus memiliki kendaraan baru. Menggunakan transportasi umum, berjalan kaki, bersepeda, dan berbagi kendaraan juga merupakan pilihan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan. 

Peran Individu dan Perusahaan dalam Mengurangi Emisi   

Upaya mengurangi emisi membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak. Individu dapat memulainya melalui kebiasaan sederhana, seperti mengurangi perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

Selain melakukan pengurangan secara langsung, kontribusi juga dapat dilakukan dengan mendukung aksi lingkungan melalui fitur Imbangi dari LindungiHutan. 

Fitur ini memungkinkan pengguna berkontribusi pada aksi penanaman pohon sebagai bagian dari upaya mengimbangi jejak karbon.  

Di sisi lain, perusahaan juga memiliki ruang untuk mendorong perubahan melalui kebijakan di lingkungan kerja. 

Misalnya, perusahaan dapat mendorong penggunaan transportasi umum, menyediakan fasilitas bagi pesepeda, menerapkan program carpool, atau mengembangkan kebijakan mobilitas yang mendukung pengurangan emisi.

Langkah tersebut dapat menjadi bagian dari program keberlanjutan perusahaan. Dengan melibatkan karyawan dan membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan, upaya mengurangi emisi tidak berhenti pada peringatan Hari Bebas Emisi saja.

Baca Juga : Cara Mengurangi Emisi Karbon Perusahaan di Era Pasar Karbon Indonesia

Penutup    

Hari Bebas Emisi setiap 21 September menjadi pengingat bahwa kualitas udara merupakan tanggung jawab bersama. 

Mengurangi emisi mungkin terdengar seperti langkah besar, tetapi perubahan dapat dimulai dari keputusan sederhana dalam aktivitas sehari-hari.

Memilih berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, atau berbagi kendaraan merupakan beberapa contoh yang dapat dilakukan. Perusahaan pun dapat mengambil peran melalui kebijakan mobilitas dan program keberlanjutan di lingkungan kerja.

Satu hari mungkin tidak langsung menyelesaikan persoalan emisi. Namun, satu hari dapat menjadi awal untuk membangun kesadaran dan kebiasaan baru. 

Dari satu langkah kecil, semakin banyak orang dapat ikut bergerak menuju udara yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Referance

World Health Organization. (2024). Health consequences of air pollution on populations. https://www.who.int/tokelau/news/detail-global/25-06-2024-what-are-health-consequences-of-air-pollution-on-populations

World Health Organization. (2025). Air quality, energy and health: SecWorld Health Organization. (2024). Ambient (outdoor) air pollution. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/ambient-%28outdoor%29-air-quality-and-health

World Health Organization. (2025). Transport: Sectoral solutions for air pollution and health. https://www.who.int/publications/i/item/B09368

World Health Organization. (2024). Guidance on air pollution and health. https://www.who.int/tools/compendium-on-health-and-environment/air-pollution-and-health

toral interventions. https://www.who.int/teams/environment-climate-change-and-health/air-quality-energy-and-health/sectoral-interventions/

Wikipedia. (2026). List of environmental dates. https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_environmental_dates

Exit mobile version