Umuh Muchtar membeberkan sejumlah insiden yang dialami para pemain selama konvoi berlangsung. Dari kehilangan ponsel hingga luka fisik akibat kerumunan massa yang tidak terkendali, pengalaman itu jelas bukan sesuatu yang mudah dilupakan begitu saja.
“Ada yang kehilangan hp, ada yang banyak luka. Saya lihat sendiri, ada yang di jengkol begini, ada ibu-ibu atau perempuan yang memegang-megang sampai berdarah, ada yang kena cakaran-cakaran. Nah ini yang salah,” ujar Umuh.
Umuh menegaskan bahwa antusiasme pendukung sejatinya bisa dipahami, namun situasi yang tidak terkendali itulah yang menjadi masalah. Akibatnya, para pemain merasa tidak aman dan memilih untuk tidak hadir ke acara yang sudah dipersiapkan.
“Jadi mereka ketakutan. Padahal sepertinya di sini bisa aman, tapi saya ikuti saja apa yang terbaik buat mereka. Jadi setelah makan mereka kembali, tidak bisa mengikuti ke sini karena trauma dengan kejadian kemarin,” kata Umuh.





