Scroll untuk baca artikel
Berita

Gus Ipul Sebut Muktamar NU Berjalan Tertib, Tidak Ada Peserta Susupan

webmaster
6
×

Gus Ipul Sebut Muktamar NU Berjalan Tertib, Tidak Ada Peserta Susupan

Share this article
gus-ipul-sebut-muktamar-nu-berjalan-tertib,-tidak-ada-peserta-susupan
Gus Ipul Sebut Muktamar NU Berjalan Tertib, Tidak Ada Peserta Susupan

Jakarta, CNN Indonesia

Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyampaikan pelaksanaan Muktamar rampung dengan baik.

Example 300x600

Gus Ipul menyoroti salah satunya adalah tidak adanya peserta susupan di Muktamar kali ini.

“Penyelenggaraan muktamar kali ini. Tertib, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Pesertanya pun tidak ada susupan,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (3/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Ipul menyampaikan kepesertaan di Muktamar ini diproses secara tertib dan bertahap mulai dari penerbitan SK, daftar peserta sementara, hingga daftar peserta tetap.

Ia mengatakan tata kelola Muktamar ini berbasis teknologi, dengan memanfaatkan chip dan kecerdasan buatan.

Gus Ipul pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat dalam menyukseskan Muktamar yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas.

Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 lalu. Salah satu keputusan di Muktamar kali ini adalah pergantian pucuk kepemimpinan PBNU.

KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin terpilih sebagai Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031, sedangkan Miftahul Achyar menjadi Rais Aam untuk masa khidmah yang sama.

Gus Kikin dipilih lewat Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih dan meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli empat kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.

Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.

Gus Kikin merupakan Pengasuh Pesantren Tebuireng, yang dipercaya untuk meneruskan perjuangan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah yang meninggal dunia pada 2020 lalu.

(mnf/isn)