
Foto: Android Headlines
Teknologi.id – Google dikabarkan tengah mengembangkan sebuah asisten kecerdasan buatan (AI) baru bernama COSMO yang disebut-sebut memiliki kemampuan lebih proaktif dibandingkan Gemini. Teknologi ini muncul secara diam-diam melalui aplikasi eksperimental Android dan langsung menarik perhatian para pengamat teknologi karena membawa pendekatan AI yang berbeda dari asisten virtual pada umumnya.
Jika Gemini selama ini dikenal sebagai AI yang bekerja berdasarkan perintah pengguna, COSMO justru dirancang untuk memahami konteks dan mengantisipasi kebutuhan pengguna sebelum diminta. Kehadiran teknologi ini memperlihatkan arah baru Google dalam mengembangkan pengalaman AI yang lebih personal dan terintegrasi dengan perangkat Android.
Baca juga: Google Rilis Gemini 3.1 Flash TTS, Bisa Atur Emosi dan Gaya Bicara AI Sesukamu
COSMO Gunakan Pendekatan Hybrid
Menurut laporan yang beredar, COSMO dikembangkan oleh tim Google Research dengan sistem hybrid yang menggabungkan pemrosesan lokal di perangkat dan komputasi cloud. Pendekatan ini memungkinkan AI tetap bekerja cepat tanpa selalu membutuhkan koneksi internet. Ukuran aplikasi COSMO yang mencapai sekitar 1,13 GB menunjukkan bahwa teknologi yang dibawanya cukup kompleks.
Banyak pihak menduga Google memanfaatkan Gemini Nano sebagai otak pemrosesan on-device untuk mendukung berbagai tugas AI secara efisien langsung dari smartphone pengguna. Dengan pemrosesan lokal, COSMO diyakini mampu memberikan respons lebih cepat sekaligus menjaga privasi data pengguna. Sementara itu, dukungan cloud dipakai untuk menangani tugas yang membutuhkan komputasi lebih berat dan analisis mendalam.
Dirancang Lebih Proaktif dari Asisten AI Biasa
Salah satu hal yang membuat COSMO menarik adalah konsep asisten AI proaktif. Berbeda dengan chatbot atau asisten virtual tradisional yang hanya merespons instruksi, COSMO dikembangkan untuk memahami kebiasaan dan konteks aktivitas pengguna.
AI ini dikabarkan dapat membantu mengatur aktivitas sehari-hari secara otomatis, mulai dari menyusun daftar tugas, membuat dokumen, hingga mengelola jadwal kalender tanpa perlu banyak perintah manual. Kemampuan tersebut membuat COSMO lebih mirip asisten pribadi digital yang aktif membantu pengguna bekerja dan beraktivitas, bukan sekadar chatbot pencari jawaban.
Punya Fitur Recall dan Agen Peramban
COSMO juga dibekali sejumlah fitur produktivitas yang cukup canggih. Salah satunya adalah Recall, fitur yang memungkinkan AI mengingat aktivitas atau informasi yang pernah diakses pengguna untuk membantu pencarian konteks di kemudian hari. Selain itu, terdapat pula fitur List Tracker yang berguna untuk memantau daftar pekerjaan dan aktivitas harian secara otomatis. Ada juga Document Writer yang memungkinkan AI membantu menyusun dokumen secara instan. Fitur lain yang paling menarik perhatian adalah Agen Peramban atau browser agent.
Teknologi ini memungkinkan COSMO menjalankan tugas berbasis web secara mandiri tanpa campur tangan pengguna secara langsung. Sebagai contoh, AI bisa membuka situs tertentu, mencari informasi, mengisi formulir, hingga menjalankan tugas online lain secara otomatis. Jika benar-benar diwujudkan secara penuh, fitur ini berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan internet.
Integrasi Mendalam dengan Android
Keunggulan lain dari COSMO adalah integrasinya yang disebut memiliki akses tingkat sistem di Android. Dengan akses tersebut, AI dapat memahami aplikasi yang sedang digunakan dan membaca konteks konten yang tampil di layar. Integrasi semacam ini memungkinkan COSMO memberikan bantuan yang lebih relevan sesuai aktivitas pengguna saat itu. Misalnya, AI dapat langsung membantu merangkum dokumen, mengatur jadwal dari percakapan, atau membuat pengingat otomatis berdasarkan isi layar.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa Google tampaknya ingin menciptakan AI yang benar-benar menyatu dengan ekosistem Android, bukan hanya menjadi aplikasi tambahan semata.
Baca juga: Model AI Lyria 3 Hadir di Gemini: Bikin Lagu 30 Detik Lengkap Pakai Prompt Teks
Masih Tahap Pengujian Internal
Meski sudah mulai ramai dibicarakan, COSMO saat ini masih berstatus proyek eksperimental. Kemunculannya di Google Play Store hanya berlangsung singkat dan diduga merupakan bagian dari pengujian internal Google. Sampai sekarang, Google belum memberikan pernyataan resmi terkait jadwal peluncuran global maupun detail integrasi COSMO ke perangkat Android. Namun, banyak pengamat memperkirakan teknologi ini akan diperkenalkan lebih lanjut dalam ajang tahunan Google I/O 2026.
Jika benar dirilis secara luas, COSMO berpotensi menjadi langkah besar Google dalam persaingan AI modern. Dengan kemampuan yang lebih proaktif dan integrasi mendalam ke Android, COSMO bisa menjadi evolusi baru asisten digital yang lebih pintar dan lebih memahami kebutuhan pengguna sehari-hari.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(ir/sa)
