Aletra menutup tahun pertamanya di Indonesia dengan fokus memperkuat produksi lokal, layanan, dan kesiapan ekspansi EV menuju 2026.
OLX News – Genap satu tahun hadir di pasar otomotif nasional, Aletra menutup 2025 dengan langkah yang terbilang strategis. Merek kendaraan listrik asal Indonesia ini memilih untuk tidak terburu-buru mengejar volume, melainkan membangun fondasi bisnis yang lebih solid, mulai dari produksi lokal, kesiapan layanan, hingga rencana pengembangan ke depan.
Produksi Lokal Jadi Pondasi Utama
Salah satu fokus utama Aletra di tahun pertamanya adalah penguatan produksi lokal. Melalui proses perakitan CKD di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Aletra berhasil mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 44% untuk model Aletra L8 EV.
250 Unit Aletra L8 EV Sudah Terdistribusi, Siap Tambah Diler Lagi Sampai Akhir Tahun
Capaian ini tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan regulasi, tetapi juga upaya menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan pengguna di Indonesia. Penyesuaian dilakukan pada berbagai aspek, seperti penyetelan suspensi agar lebih sesuai dengan kondisi jalan, peningkatan performa pendinginan kabin untuk iklim tropis, hingga optimalisasi komponen non-powertrain yang memungkinkan peningkatan kandungan lokal secara bertahap.
Memasuki paruh kedua 2025, stabilitas produksi Aletra mulai terlihat. Ratusan unit berhasil diproduksi dan sebagian besar telah dikirimkan ke konsumen di berbagai wilayah, menjadi sinyal bahwa rantai pasok dan jalur distribusi mulai berjalan lebih matang.
Layanan dan Jaringan Dealer Terus Diperluas
Selain produksi, Aletra juga menaruh perhatian besar pada aspek layanan. Hingga akhir tahun pertama operasionalnya, Aletra telah mengoperasikan enam dealer berkonsep 3S (sales, service, spare parts) yang tersebar di beberapa kota, termasuk Jakarta dan Pekanbaru.
Keberadaan dealer ini tidak hanya berfungsi sebagai titik penjualan, tetapi juga pusat layanan purna jual yang mencakup konsultasi, test drive, perawatan berkala, hingga ketersediaan suku cadang. Beberapa dealer juga telah terintegrasi dengan fasilitas pengisian daya, sehingga memudahkan konsumen dalam aktivitas sehari-hari.
Langkah ini mencerminkan pendekatan Aletra yang menempatkan pengalaman kepemilikan sebagai bagian penting dari adopsi kendaraan listrik, bukan sekadar menjual produk.
Bersiap Masuk Fase Pertumbuhan di 2026
Menatap 2026, Aletra mulai mempersiapkan fase pengembangan berikutnya. Perusahaan berencana memperkuat kapabilitas riset dan rekayasa melalui pembangunan kantor pusat sekaligus R&D Center yang dijadwalkan mulai beroperasi pertengahan tahun.
Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pengembangan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing kendaraan listrik Aletra ke depan.
Aletra Produksi L8 di Purwakarta, Siap Jadi Pusat Ekspor Kendaraan Listrik Setir Kanan
Selain itu, meningkatnya minat terhadap Aletra L8 EV juga membuka peluang baru, khususnya di segmen penggunaan bisnis. Tanpa meninggalkan fokus pada konsumen ritel, Aletra melihat potensi pengembangan solusi mobilitas listrik untuk kebutuhan operasional dan B2B sebagai bagian dari ekspansi portofolio di masa mendatang.
Dengan fondasi yang dibangun sepanjang tahun pertama, Aletra memasuki tahun keduanya dengan arah yang lebih jelas. Alih-alih bergantung pada momentum sesaat, strategi penguatan produksi, layanan, dan pengembangan jangka panjang menjadi bekal utama Aletra untuk bertumbuh di pasar kendaraan listrik Indonesia yang semakin kompetitif.
The post Genap Satu Tahun di Indonesia, Aletra Fokus Perkuat Produksi dan Layanan EV first appeared on OLX News.






