Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Ford Akui Salah Andalkan AI, Kini Rekrut 350 Engineer Lagi

webmaster
4
×

Ford Akui Salah Andalkan AI, Kini Rekrut 350 Engineer Lagi

Share this article
ford-akui-salah-andalkan-ai,-kini-rekrut-350-engineer-lagi
Ford Akui Salah Andalkan AI, Kini Rekrut 350 Engineer Lagi
Ford AI
Foto: Generated by AI via Financial Express

Teknologi.id – Kecerdasan buatan (AI) memang menjadi andalan banyak perusahaan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Namun, pengalaman berbeda justru dialami oleh Ford. Produsen mobil asal Amerika Serikat tersebut mengakui bahwa penggunaan AI belum mampu memberikan hasil sesuai harapan, sehingga perusahaan kini kembali merekrut ratusan tenaga ahli.

Sebanyak 350 engineer baru direkrut Ford, termasuk mantan karyawan perusahaan dan sejumlah tenaga profesional dari perusahaan pemasok. Langkah ini diambil setelah Ford mengevaluasi efektivitas AI dalam proses pengembangan produk dan pengendalian kualitas.

Example 300x600

Baca juga: Argentina Usulkan Aturan Baru, AI Bisa Kelola Perusahaan Tanpa Manusia

Ford Akui Terlalu Mengandalkan AI

Charles Poon, Vice President of Vehicle Hardware Engineering Ford, mengatakan perusahaan sempat berharap AI dapat menghasilkan desain dan pengembangan produk secara lebih cepat dengan kualitas tinggi.

Namun kenyataannya, harapan tersebut tidak sepenuhnya terwujud.

Menurutnya, Ford sempat beranggapan bahwa AI mampu mengolah berbagai persyaratan desain menjadi produk yang optimal. Setelah diterapkan, hasilnya justru belum memenuhi standar kualitas yang diinginkan perusahaan.

Rekrut Kembali Engineer Berpengalaman

Sebagai respons, Ford memutuskan memperkuat kembali tim teknik dengan merekrut sekitar 350 engineer.

Sebagian besar merupakan mantan karyawan Ford yang telah berpengalaman, sementara sisanya berasal dari perusahaan pemasok otomotif yang sebelumnya bekerja sama dengan Ford.

Chief Operating Officer (COO) Ford, Kumar Galhotra, menjelaskan bahwa para engineer tersebut bertugas menelusuri potensi masalah pada setiap komponen kendaraan sebelum masuk ke jalur produksi.

Pendekatan ini dinilai jauh lebih efektif dibanding sepenuhnya mengandalkan sistem otomatis berbasis AI.

AI Tetap Dipakai, Tapi Perannya Berubah

Meski melakukan perekrutan besar-besaran, Ford tidak meninggalkan AI sepenuhnya.

Perusahaan justru mengubah peran AI menjadi alat bantu yang bekerja bersama manusia. Para engineer yang direkrut kembali akan membantu melatih karyawan baru sekaligus menyempurnakan sistem AI agar lebih akurat dan relevan.

Dengan kata lain, AI kini berfungsi sebagai pendukung pekerjaan, bukan pengganti tenaga ahli.

Strategi Baru Mulai Membuahkan Hasil

CEO Ford, Jim Farley, menyebut keputusan menghadirkan kembali tenaga ahli berpengalaman mulai menunjukkan dampak positif.

Perusahaan berhasil menekan biaya garansi kendaraan serta mengurangi jumlah recall atau penarikan produk akibat masalah kualitas.

Efisiensi tersebut bahkan diklaim mampu menghemat biaya operasional hingga ratusan juta dolar AS.

Tak hanya itu, Ford juga berhasil menempati posisi teratas dalam survei Initial Quality Survey dari J.D. Power yang dirilis pekan lalu, menunjukkan peningkatan kualitas produknya.

Bukan Hanya Ford, Klarna Juga Mengubah Strategi AI

Ford bukan satu-satunya perusahaan yang mengevaluasi penggunaan AI.

Sebelumnya, perusahaan fintech asal Swedia, Klarna, juga mengakui telah terlalu agresif menggantikan pekerjaan manusia dengan AI.

Pada 2024, Klarna memangkas sekitar 1.200 karyawan dan menggantikan sebagian layanan pelanggan menggunakan chatbot AI.

Walaupun chatbot mampu mempercepat waktu respons dan menghemat biaya operasional, perusahaan menilai hasil tersebut belum cukup meningkatkan kualitas layanan maupun produktivitas secara keseluruhan.

Akibatnya, Klarna kembali membuka berbagai lowongan kerja dan mulai menyeimbangkan penggunaan AI dengan tenaga manusia.

AI Masih Penting, Tetapi Belum Bisa Menggantikan Manusia

Pengalaman Ford dan Klarna menunjukkan bahwa AI tetap memiliki peran besar dalam dunia industri, tetapi belum mampu sepenuhnya menggantikan keahlian manusia.

Untuk pekerjaan yang membutuhkan analisis mendalam, pengalaman teknis, hingga pengambilan keputusan kompleks, kehadiran tenaga profesional masih menjadi faktor yang sulit tergantikan.

Banyak perusahaan kini mulai mengubah pendekatan, yakni memanfaatkan AI sebagai alat pendukung agar produktivitas meningkat tanpa menghilangkan peran manusia.

Baca juga: Waspada! Cara Deteksi Alat Pelacak di Sekitar Kita Pakai HP Android & iPhone

Kesimpulan

Ford memutuskan merekrut kembali sekitar 350 engineer setelah menyadari bahwa AI belum mampu menghasilkan kualitas produk sesuai harapan. Alih-alih meninggalkan AI, perusahaan kini mengombinasikan kecerdasan buatan dengan pengalaman para engineer untuk meningkatkan kualitas kendaraan sekaligus menekan biaya produksi.

Langkah ini menjadi bukti bahwa, setidaknya untuk saat ini, kolaborasi antara manusia dan AI masih menjadi strategi paling efektif dibanding mengandalkan AI secara penuh.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)