Ringkasan:
-
Piala Dunia FIFA 2026 menandai debut resmi TikTok sebagai “platform pilihan” turnamen untuk konten video.
-
Kreator TikTok global akan memiliki akses unik terhadap rekaman di balik layar dan peluang untuk bersama-sama membuat konten menggunakan rekaman arsip FIFA.
-
Unilever memanfaatkan Piala Dunia sebagai aktivasi kemitraan olahraga terbesarnya, dengan mengalihkan 50% investasi pemasarannya ke saluran sosial.
Piala Dunia FIFA 2026 dimulai Kamis di Mexico City, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen, TikTok memiliki kursi resmi di meja tersebut.
FIFA menyebut TikTok sebagai “platform pilihan” pertama untuk konten video di Piala Dunia putra pada bulan Januari, memberikan akses khusus kepada pembuat konten di turnamen yang mencakup 48 negara, 16 kota tuan rumah di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, serta 104 pertandingan yang berlangsung hingga 19 Juli.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, sekelompok pembuat TikTok global terpilih akan menerima akses di belakang layar untuk konferensi pers dan sesi pelatihan, sementara kelompok yang lebih luas akan memiliki kesempatan untuk bersama-sama membuat konten menggunakan rekaman arsip FIFA. Pemegang hak siar juga dapat menyiarkan langsung sebagian pertandingan melalui hub khusus di aplikasi.
Menurut perusahaan media FootballCo, 93% penggemar mengatakan mereka berencana untuk memutar ulang turnamen tersebut, yang berarti perangkat lain akan terbuka saat menonton pertandingan. Di kalangan penggemar berusia 17 hingga 27 tahun, media sosial sudah menjadi sumber utama konten terkait pertandingan bagi sekitar setengah dari kelompok tersebut.
Unilever menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai aktivasi kemitraan olahraga terbesar hingga saat ini, dengan lebih dari 35 mereknya berkolaborasi dengan influencer dan pembuat konten di seluruh pasar utamanya. Perusahaan ini telah membangun pusat konten sosial 24/7 yang disebut Locker Room di TikTok dan YouTube, dan meluncurkan ruang pembuat konten tatap muka yang disebut House of Fresh di Mexico City, New York, dan Miami.
Unilever telah mengalihkan 50% dari total investasi pemasarannya ke saluran sosial dan influencer, dan Piala Dunia adalah ujian besar pertama bagi strategi tersebut di panggung global.
YouTube mengadakan sponsorship pembuat konten tingkat rendah pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Peran TikTok tahun ini sangat berbeda – resmi, terintegrasi ke dalam ekosistem penyiaran, dan dibangun secara khusus berdasarkan akses kreator, bukan inventaris iklan.
