Scroll untuk baca artikel
Sepakbola

Erick Thohir Soroti Pembinaan Akar Rumput Lewat Festival Piala Presiden 2026

webmaster
1
×

Erick Thohir Soroti Pembinaan Akar Rumput Lewat Festival Piala Presiden 2026

Share this article
erick-thohir-soroti-pembinaan-akar-rumput-lewat-festival-piala-presiden-2026
Erick Thohir Soroti Pembinaan Akar Rumput Lewat Festival Piala Presiden 2026

Bola.com, Jakarta – Erick Thohir menegaskan pentingnya pembinaan usia dini saat menghadiri Festival Grassroots Nasional U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 di JEC Soccer Field, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ajang berskala nasional itu telah memasuki putaran final.

Turnamen yang digelar pada 7–12 Juli 2026 mempertemukan tim-tim juara regional dari seluruh penjuru Tanah Air. Partisipasi luas dari berbagai provinsi menandai kian solidnya ekosistem pembinaan akar rumput.

Example 300x600

Sejumlah tim tangguh turut ambil bagian, antara lain FBS Nusantara dari Banjar, Lambhuk FA dari Aceh, dan Perspin dari Pinrang (Sulawesi Selatan). Kompetisi ini menjadi panggung unjuk kemampuan bagi pemain belia di tingkat nasional.

Ketua Umum PSSI itu juga mengikuti rangkaian seremoni pembukaan putaran nasional, menghadirkan dukungan langsung kepada para peserta yang datang dengan antusiasme tinggi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Fokus Pembinaan Akar Rumput PSSI

Erick Thohir menekankan bahwa talenta terbaik lahir dari proses pembinaan yang dimulai sejak dini. Menurutnya, Piala Presiden 2026 menjadi medium penting untuk merajut pembinaan yang merata dan terstruktur di seluruh daerah.

“Piala Presiden tahun ini adalah bukti bahwa sepak bola menjadi alat pemersatu bangsa dan harus dibangun dari akar rumput (grassroot),” ujar Erick Thohir di sela-sela kemeriahan festival, Rabu (8/7/2026).

Ia menambahkan, keterlibatan luas klub-klub dari berbagai provinsi membuka ruang yang lebih besar bagi pemain muda untuk tampil. “Melalui keterlibatan klub dari seluruh provinsi, Piala Presiden 2026 diharapkan bisa membuka kesempatan lebih luas bagi talenta muda dari berbagai daerah guna menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional.”

PSSI menempatkan kompetisi usia dini sebagai pilar dalam memupuk karakter dan kemampuan teknis generasi penerus. Turnamen ini menjadi etalase awal yang memvalidasi proses pembinaan di level akar rumput.

Seremoni di Bantul dan Jangkauan Tim Peserta

Putaran final Festival Grassroots Nasional U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 berlangsung di JEC Soccer Field, Kabupaten Bantul, DIY, pada 7–12 Juli 2026. Format nasional ini mempertemukan para juara regional dari seluruh penjuru Indonesia.

Tampilnya FBS Nusantara (Banjar), Lambhuk FA (Aceh), hingga Perspin (Pinrang, Sulawesi Selatan) menegaskan jangkauan kompetisi yang luas. Kehadiran mereka menggambarkan simpul pembinaan yang kian merata di berbagai daerah.

Di tengah atmosfer meriah, Erick Thohir melakukan penyerahan bola kepada perwakilan pemain, menandatangani prasasti, serta melakukan pelemparan bola pertama. Rangkaian tersebut menjadi simbol peresmian putaran nasional ajang pembinaan usia dini ini.

Antusiasme para pemain belia dan pendampingnya membingkai suasana festival. Momentum di Bantul ini mengonsolidasikan semangat kompetitif sekaligus kebersamaan, sejalan dengan orientasi pembinaan yang inklusif.

Bagian dari Visi Besar Menuju 2030

Festival Grassroots Piala Presiden 2026 disebut sebagai bagian integral dari visi PSSI dalam mempersiapkan timnas Indonesia menuju kualifikasi Piala Dunia 2030. Penyelenggaraan mengadopsi standar internasional, termasuk regulasi FIFA dan PSSI untuk kompetisi usia dini.

Erick menilai pembangunan sepak bola Indonesia mensyaratkan kolaborasi lintas elemen. “Membangun sepak bola Indonesia bukanlah karya individu, melainkan hasil kerja keras seluruh stakeholder, termasuk di dalamnya masyarakat Indonesia,” ungkap Erick. “Kerja keras dalam membangun sepak bola ini tidak hanya untuk generasi hari ini, tetapi untuk keberlanjutan di masa depan.”

Ajang ini menjadi kawah candradimuka bagi bibit-bibit muda potensial. Erick gembira melihat semangat anak-anak berlaga di lapangan dan turut memberikan motivasi agar proses pembinaan berjalan konsisten.

Ia menutup dengan dorongan agar semua pihak menjaga arah yang sama. “Kini tugas kita melanjutkan, memperkuat fondasi dengan satu tujuan yang sama. Sepak bola Indonesia harus tumbuh dengan fondasi kuat, sistem yang sehat, dan mimpi yang besar,” tambahnya. “Karena mimpi itu hidup dalam keseharian, dalam latihan, dalam perjuangan, dalam keyakinan dan mimpi itu layak diperjuangkan.”