Elon Musk mendukung Donald Trump untuk pemilihan ulang pada Sabtu malam tak lama setelah suara tembakan terdengar di rapat umum kampanye mantan presiden itu di Pennsylvania. Trump dikawal turun panggung oleh Secret Service dan terlihat berlumuran darah di wajahnya setelah itu.
“Saya sepenuhnya mendukung Presiden Trump dan berharap dia segera pulih,” kata Musk ditulis pada hari sabtu X.
Beberapa menit kemudian, Musk memposting“Terakhir kali Amerika memiliki kandidat sekuat ini adalah Theodore Roosevelt.” Pemilik akun X, yang sebelumnya bernama Twitter, juga membagikan foto Trump yang sedang mengepalkan tinjunya dengan darah di wajahnya, saat agen Secret Service mengelilinginya.
Trump baru beberapa menit menyampaikan pidatonya di rapat umum pada hari Sabtu sebelum petugas Secret Service menyerbunya setelah mendengar serangkaian suara letupan. Hingga berita ini dipublikasikan, Secret Service sedang menyelidiki suara-suara tersebut, tetapi belum secara resmi mengidentifikasinya sebagai suara tembakan. Jaksa wilayah Pennsylvania Richard A. Goldfinger mengatakan kepada Associated Press bahwa tersangka dan satu peserta tewas. Dalam pernyataan kepada WIRED, juru bicara Trump Steven Cheung mengonfirmasi bahwa Trump “baik-baik saja.”
“Presiden Trump berterima kasih kepada penegak hukum dan petugas tanggap darurat atas tindakan cepat mereka selama aksi keji ini,” kata Cheung. “Dia baik-baik saja dan sedang diperiksa di fasilitas medis setempat. Keterangan lebih lanjut akan menyusul.”
Musk memberikan sumbangan kepada PAC Amerika yang pro-Trump pada hari Jumat, Bloomberg dilaporkan. Laporan tersebut tidak menyebutkan jumlah sumbangan Musk, tetapi sumbangan tersebut disebut sebagai “jumlah yang cukup besar.” PAC diharuskan untuk mengungkapkan siapa saja donaturnya paling lambat akhir minggu depan.
Sumbangan Musk pada hari Jumat adalah sumbangan pertamanya pada siklus pemilihan ini setelah ia menolak untuk mendukung kandidat presiden mana pun dalam beberapa wawancara. Pada bulan Maret, Musk kata mantan pembawa berita CNN Don Lemon bahwa dia “menjauh” dari Presiden Joe Biden ketika ditanya tentang kandidat pilihannya.
Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan bahwa Biden telah menerima “pengarahan awal tentang insiden tersebut.”
