Scroll untuk baca artikel
GenZ

Eau de Toilette vs Eau de Parfum, Mana yang Lebih Tahan Lama?

1
×

Eau de Toilette vs Eau de Parfum, Mana yang Lebih Tahan Lama?

Share this article
eau-de-toilette-vs-eau-de-parfum,-mana-yang-lebih-tahan-lama?
Eau de Toilette vs Eau de Parfum, Mana yang Lebih Tahan Lama?

Apa bedanya Eau de Toilette dan Eau de Parfum, mana yang lebih tahan lama?

Eau de Toilette vs Eau de Parfum, Mana yang Lebih Tahan Lama?

Example 300x600

Saat membeli parfum, kamu mungkin sering menemukan dua istilah yang terlihat mirip, yaitu Eau de Toilette (EDT) dan Eau de Parfum (EDP). Keduanya sama-sama merupakan jenis wewangian berbasis alkohol, namun memiliki karakter dan formulasi yang berbeda.

Banyak orang menganggap EDP selalu lebih baik karena konsentrasinya lebih tinggi dan EDT pasti lebih cepat hilang. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak sesederhana itu. Konsentrasi memang menjadi salah satu pembeda utama, namun formula bahan aroma, komposisi parfum, kulit pemakai, cuaca, hingga cara aplikasi ikut menentukan bagaimana sebuah parfum tercium dan bertahan.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan Eau de Toilette vs Eau de Parfum, dan mana yang sebaiknya dipilih? Yuk, kita bahas satu per satu!

Apa Itu Eau de Toilette?

eau de toilette adalah

Sumber gambar: canva.com

Eau de Toilette adalah jenis wewangian dengan konsentrasi bahan pewangi yang umumnya lebih rendah dibandingkan Eau de Parfum.

Tidak ada satu standar universal yang menetapkan bahwa semua EDT harus memiliki persentase konsentrasi tertentu. Dalam praktik industri parfum, konsentrasi bahan pewangi pada EDT sering berada di kisaran sekitar 5-15%, meskipun formulasi setiap rumah parfum bisa berbeda. Sementara itu, EDP umumnya berada pada kisaran yang lebih tinggi.

Konsentrasi yang lebih rendah membuat EDT sering memberikan kesan lebih ringan dan segar. Karena karakter tersebut, EDT banyak digunakan sebagai wewangian sehari-hari, terutama ketika kamu menyukai atau menginginkan aroma yang tidak terlalu intens.

Namun, hal tersebut bukan berarti semua EDT memiliki aroma tipis atau cepat menghilang. Formula dan jenis bahan yang digunakan tetap mempengaruhi karakteristik tersebut.

Apa Itu Eau de Parfum?

eau de parfum adalah

Sumber gambar: canva.com

Eau de Parfum (EDP) biasanya memiliki konsentrasi bahan pewangi lebih tinggi dibandingkan EDT. Umumnya, konsentrasi bahan pewangi pada EDP sendiri berkisar sekitar 10-20%. Meskipun demikian, angka tersebut bukan standar mutlak dalam industri parfum.

Konsentrasi bahan pewangi yang lebih tinggi ini membuat aroma EDP terasa lebih intens dan berpotensi bertahan lebih lama. Parfum EDP sendiri juga sering dirancang dengan deep based notes yang memberikan karakteristik tertentu dan tahan lama, seperti wood, amber, musk dan vanilla.

Karena itu, EDP sering dianggap cocok untuk acara malam hari atau acara khusus. Meski demikian, EDP tidak otomatis lebih cocok untuk semua orang. Parfum yang terlalu intens justru bisa terasa kurang nyaman jika digunakan dalam ruangan tertutup atau cuaca panas.

Perbedaan Eau de Toilette vs Eau de Parfum

parfum edp vs edt

Sumber gambar: canva.com

Selain konsentrasi bahan pewangi yang terkandung di dalamnya, EDT dan EDP juga memiliki perbedaan pada beberapa aspek lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah uraian lengkap perbedaan Eau de Toilette vs Eau de Parfum tersebut:

1. Konsentrasi Bahan Pewangi

Secara umum, EDP memiliki konsentrasi bahan pewangi lebih tinggi daripada EDT. Namun, rentang konsentrasi di sini bisa tumpang tindih antar produsen atau bisnis parfum. Karena itu, tidak tepat membuat aturan bahwa semua EDP memiliki persentase tertentu dan semua EDT selalu berada di bawah angka tersebut.

Jika membandingkan Eau de Toilette vs Eau de Parfum dari produk atau lini parfum yang sama, EDP biasanya memang adalah versi yang lebih pekat.

2. Intensitas Aroma

EDP umumnya memberikan aroma yang lebih kaya dan terasa lebih penuh. EDT cenderung memberikan kesan lebih ringan dan mudah digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Namun, intensitas aroma bukan hanya ditentukan oleh konsentrasi. Jenis molekul aroma dan komposisi formula juga bisa mempengaruhi seberapa kuat parfum tercium.

3. Ketahanan

Ini adalah salah satu alasan utama orang membandingkan Eau de Toilette vs Eau de Parfum.

Secara umum, konsentrasi bahan pewangi yang lebih tinggi dapat berkontribusi terhadap ketahanan yang lebih lama. Namun, tidak ada durasi pasti yang berlaku untuk semua EDT atau EDP.

Sebagai gambaran, beberapa referensi konsumen menyebut EDT dapat bertahan sekitar 2-4 jam dan EDP sekitar 4-6 jam, tetapi angka tersebut sangat bergantung pada formula dan kondisi pemakaian.

Parfum dengan bahan dasar tertentu bahkan bisa bertahan lebih lama, meskipun konsentrasinya tidak setinggi produk lain.

4. Karakter Aroma

EDT dan EDP dengan nama parfum yang sama tidak selalu merupakan formula identik yang hanya dibuat lebih atau kurang pekat.

Di sini, produsen bisa mengubah komposisinya sehingga EDT terasa lebih segar dan ringan, sementara EDP dibuat lebih kaya atau lebih dalam. Dengan demikian, jangan berasumsi bahwa EDT hanyalah EDP yang diencerkan.

Mana yang Lebih Tahan Lama?

edt dan edp lebih tahan lama mana

Sumber gambar: canva.com

Jika membandingkan Eau de Toilette vs Eau de Parfum dari lini parfum yang sama, EDP umumnya memiliki peluang lebih besar untuk bertahan lebih lama karena, konsentrasi bahan pewanginya yang lebih tinggi.

Namun, konsentrasi bukan satu-satunya faktor.

Kulit setiap orang memiliki karakter berbeda. Kondisi kulit, suhu dan kelembaban lingkungan, jenis bahan aroma, serta cara parfum digunakan juga bisa mempengaruhi performa parfum yang digunakan.

Karena itu, jangan heran jika sebuah EDT dari satu merek ternyata bertahan lebih lama di kulitmu dibandingkan EDP dari merek lain.

Eau de Toilette vs Eau de Parfum, Mana Pilhan Paling Cocok?

pilihan parfum yang cocok untuk kamu

Sumber gambar: canva.com

Jika harus membandingkan Eau de Toilette vs Eau de Parfum dan memilih mana yang terbaik, hal tersebut pada dasarnya kembali ke kebutuhanmu.

Di sini, kamu bisa pilih EDT jika:

  • Menyukai aroma yang ringan dan segar.
  • Parfum akan digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
  • Sering beraktivitas di cuaca panas.
  • Tidak keberatan untuk beberapa kali melakukan re-apply setelah beberapa waktu.

Di lain sisi, kamu bisa pilih EDP jika:

  • Menginginkan aroma yang cenderung lebih intens.
  • Membutuhkan parfum untuk penggunaan yang lebih lama.
  • Menyukai karakter aroma yang lebih dalam.
  • Parfum akan digunakan pada malam hari atau acara tertentu.
  • Lebih menyukai aroma yang terasa dekat, namun tetap memiliki daya tahan yang baik.

Apakah EDP Selalu Lebih Bagus daripada EDT?

edp dan edt bagus mana

Sumber gambar: canva.com

Jawabannya; Tidak.

EDP biasanya lebih mahal dan lebih pekat, namun “lebih pekat” tidak sama dengan “lebih bagus”. Kualitas parfum tidak bisa ditentukan hanya dari konsentrasi bahan pewangi.

Sebuah parfum EDT dengan komposisi yang sesuai dengan seleramu bisa menjadi pilihan yang jauh lebih baik daripada EDP yang aromanya tidak kamu sukai.

Karena itu, ketika membeli parfum, jangan hanya melihat label EDT atau EDP. Cobalah parfum pada kulit dan berikan waktu agar aromanya berkembang. Wewangian bisa mengalami perubahan setelah disemprotkan karena komponen aromanya menguap pada tingkat yang berbeda.

Eau de Toilette vs Eau de Parfum: Yang Mana Pilihanmu?

Eau de Toilette vs Eau de Parfum bukan soal mana yang mutlak lebih unggul, namun mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

EDT cenderung menawarkan pengalaman yang lebih ringan dan segar, sedangkan EDP umumnya memberikan konsentrasi aroma yang lebih tinggi dan potensi ketahanan lebih lama. Namun, perbedaan performa tidak bisa ditentukan hanya dari label konsentrasi.

Jika menginginkan parfum untuk aktivitas harian di iklim tropis, EDT bisa menjadi pilihan praktis. Sebaliknya, EDP bisa menjadi pilihan jika kamu mengutamakan aroma yang lebih intens dan ketahanan yang cenderung lebih panjang. Bagaimana?

Yang mana jenis parfum favoritmu?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Senior content writer – Wordsmith with 10 years experience. I do write everything; lifestyle, technology, finance, economic, entertainment, business, viral things, etc.

Editor

Seorang SEO Specialist dan Editor dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam optimasi website, pengelolaan konten, dan peningkatan performa SEO secara organik.