Donasi pohon Devi Siswani menjadi bentuk nyata harapan di tengah padatnya kota Medan, Sumatera Utara. Bumi yang ditinggalinya kian terasa kehilangan warna.
Perempuan muda ini menanam harapan dalam bentuk paling sederhana, tetapi penuh makna: pohon. Ia mengatakan, donasi pohon adalah bentuk dedikasi untuk Bumi yang kian sunyi.
Sejak 2024, Devi telah berdonasi sebanyak 4–5 kali melalui LindungiHutan, langkah kecil yang ia lakukan untuk menjawab tantangan besar dunia: deforestasi.
Apa itu Deforestasi?
Deforestasi adalah proses hilangnya tutupan hutan yang menyebabkan kerusakan ekosistem dan memperparah perubahan iklim.
Menurut data Global Forest Watch 2023, Indonesia kehilangan lebih dari 684.000 hektare hutan setiap tahun, angka yang sangat mengkhawatirkan.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances pada 2020 menyebutkan bahwa deforestasi menyumbang hampir 10% dari emisi karbon global, mempercepat pemanasan bumi dan mengancam habitat jutaan spesies.
Oleh karena itu, aksi kecil seperti donasi pohon Devi sangat berarti sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memulihkan ekosistem dan menjaga keberlangsungan hidup bumi.
Baca juga: Donasi Pohon Yuliati, Warisan Cinta untuk Generasi Mendatang
Pohon: Nafas yang Hilang dari Bumi

“Karena pohon sangat penting untuk Bumi dan deforestation sekarang parah,” ucap Devi. Pernyataannya mungkin singkat, tapi mengandung kepedulian yang mendalam. Ia melihat dengan mata hati bahwa bumi tengah sakit.
Menurut data Global Forest Watch (2023), Indonesia kehilangan lebih dari 684.000 hektare hutan setiap tahunnya. Deforestasi ini menyebabkan emisi karbon meningkat, mengurangi keanekaragaman hayati, dan mengganggu siklus air yang penting bagi kehidupan.
Namun, harapan itu tetap bisa ditanam. Salah satunya adalah dengan menanam pohon, seperti yang dilakukan oleh Devi.
Devi mengenal LindungiHutan melalui situs web. Ia tergerak karena platform ini terasa “legit” baginya, yakni memberi kejelasan, kemudahan, dan hasil yang nyata.
Proses donasi di LindungiHutan menurut Devi sangat mudah, bahkan ia memberi nilai sempurna 10 dari 10. Ia juga pernah mengunduh sertifikat pohon, bukti konkret bahwa kontribusinya telah tumbuh di tanah nyata.
Setelah berdonasi, Devi mengaku merasa senang, damai, dan merasa telah melakukan sesuatu yang bermanfaat. Donasi pohon Devi walau belum bisa dilihat langsung, telah memberi ketenangan batin.
Donasi Pohon Devi Ajak Tanam Pohon untuk Bumi
Devi percaya bahwa perubahan besar dimulai dari hal-hal kecil.
Saat ingin mengajak temannya berdonasi, ia hanya berkata:
“Mau ikut tanam pohon nggak? Untuk bumi kita.”
Kalimat itu sederhana, tapi menyentuh.
Ia berbicara langsung ke akar kepedulian manusia—yang mungkin selama ini tertutup oleh debu aktivitas harian.
Motivasi terbesarnya adalah keinginan untuk membuat bumi menjadi tempat yang lebih baik. Karena di balik setiap daun yang tumbuh, ada oksigen yang kita hirup, ada naungan untuk makhluk hidup, dan ada harapan bagi generasi mendatang.
Baca juga: Cerita Donasi Pohon Dwi Puspita Sari untuk Hutan Indonesia
Harapan dan Masa Depan Hutan Indonesia
Harapan Devi untuk hutan Indonesia sangat jelas: agar hutan yang tersisa bisa dijaga, dan lahan yang gundul bisa kembali ditanami. Ia ingin melihat Indonesia menjadi hijau kembali, bukan hanya di peta, tapi juga nyata di kehidupan.
Sayangnya, kondisi hutan Indonesia masih sangat memprihatinkan. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia telah kehilangan lebih dari 9 juta hektare hutan alam antara tahun 2001 hingga 2021.
Deforestasi ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pembukaan lahan untuk perkebunan, pertambangan, hingga pembalakan liar.
Penelitian dari World Resources Institute (WRI) juga menunjukkan bahwa hilangnya tutupan pohon menyebabkan meningkatnya suhu lokal, memperparah krisis iklim global, serta memperbesar risiko bencana alam seperti banjir dan longsor.
Dampak hilangnya tutupan lahan dan hutan tidak hanya dirasakan oleh satwa liar, tetapi juga oleh jutaan masyarakat yang bergantung pada ekosistem hutan.
Dalam konteks ini, donasi pohon Devi menjadi semakin penting. Setiap pohon yang ditanam adalah bentuk perlawanan terhadap deforestasi dan harapan untuk masa depan bumi yang lebih hijau dan lestari.
Sebagai donatur yang senang melihat hasil yang nyata, ia merasa LindungiHutan sudah bagus—tinggal terus dijaga dan ditingkatkan dokumentasinya. Devi juga belum tahu soal laporan pertanggungjawaban (LPJ), sesuatu yang bisa jadi nilai tambah ke depan.
Dalam dunia yang terus bergerak cepat, Devi memilih untuk melambat sejenak—menanam pohon, menanam damai. Donasi pohon Devi bukan hanya menyumbang bibit, tapi juga menebar cinta dan kepedulian.
Lewat donasi pohon Devi yang menjadi inspirasi serupa, kita melihat bahwa langkah-langkah kecil bisa membawa perubahan besar. Jika lebih banyak orang seperti Devi dan Yuliati, bukan tidak mungkin bumi akan pulih, setahap demi setahap.
Cerita ini disusun berdasarkan kisah nyata Devi Siswani, donatur LindungiHutan dari Medan. Mari lanjutkan semangatnya, dan bersama-sama tumbuhkan kehidupan di bumi yang kita cintai.
Jika kamu ingin bergabung seperti Devi, yuk berdonasi pohon hari ini seperti donasi pohon Devi. Karena satu pohon yang kamu tanam, bisa jadi awal dari hutan yang menyelamatkan dunia.
Tanam Harapan, Donasi Pohon Mulai 20 Ribu di LindungiHutan







