Dari 70 anak yang lolos seleksi awal, disaring lagi menjadi 40 besar. Mereka harus melewati beberapa ujian, seperti agility hurdles and cones; sprint; inside-outside dribble dan precision shooting.
Proses penilaian tak hanya dilakukan oleh Atep dan Ismed tapi juga mendapat masukan dari Shin Tae-yong.
Melalui seleksi lanjutan ini, dipilih 40 bakat terbaik dari 70 peserta. Untuk 40 anak yang lolos seleksi ini selanjutnya dibagi menjadi 4 tim, yaitu Tim Macan, Tim Harimau, Tim Elang dan Tim Rajawali, masing-masing tim akan berjumlah 10 pemain.
Coach Ismed akan melatih Tim Elang dan Tim Rajawali sementara Coach Atep akan melatih Tim Macan dan Tim Harimau.
Ke-40 bakat terbaik ini akan menjalani pelatihan intensif mulai dari teknik hingga ke pemahaman taktik dari Atep, Ismed dan tentunya pelatihan khusus dari Shin Tae-yong.
Mereka tak cuma mendapat pelatihan teknik dan taktik, tapi juga mengikuti berbagai macam tantangan berhadiah yang mengkombinasikan teknik sepak bola dengan keseruan.
Setelah menjalani latihan intensif tim asuhan kedua pelatih akan saling bertanding dalam sebuah kompetisi mini.
Total hadiah Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026 mencapai ratusan juta rupiah. Selain untuk juara dan runner-up, ada juga kategori perorangan untuk 5 peserta, yaitu Best Player, Best Goalkeeper, Top Scorer, dan 2 Most Improved Player dari masing-masing coach.
Namun, perjalanan para Bintang Muda 2026 tidak berakhir di babak final karena setelah itu akan ada Fun Match yang mempertemukan All-Stars Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026 yang akan ditantang oleh All-Stars Bintang Muda Generasi Masa Depan 2025.
“Melalui acara ini, saya berharap para pemain muda kita bisa belajar dengan sistem yang terarah sejak usia dini. Pada usia seperti ini, cara mereka mempelajari dasar-dasar sepak bola akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana mereka bisa menjadi pemain yang hebat ketika dewasa nanti,” ucap Shin Tae-yong.





