Ringkasan:
-
Tren kuliner datang dan pergi dengan cepat, membentuk lanskap kuliner dengan tren dan cita rasa yang cepat berlalu.
-
Dari butik cupcake hingga milkshake yang mewah, makanan-makanan populer di masa lalu kini semakin tidak dikenal.
-
Naik turunnya gourmet slider, kangkung yang berlebihan, dan hidangan populer lainnya mencerminkan selera konsumen yang terus berubah.
Tren makanan bergerak cepat. Berikutnya, sajian ada di menu dan feed sosial. Yang kedua, diam-diam menyelinap dari papan restoran dan menghilang dari pesta makan malam. Masakan Amerika tidak pernah berhenti dipengaruhi oleh gelombang gairah, beberapa di antaranya lezat, yang lain dramatis, dan semuanya singkat. Di bawah ini adalah ikhtisar makanan yang dulunya populer dan kemudian kehilangan popularitasnya.
Butik Cupcake

Pada awal tahun 2010-an, toko roti khusus cupcake sudah ada di mana-mana. Karena munculnya toko-toko seperti Taburan Cupcakes, kue mangkuk gourmet menjadi simbol status dalam makanan penutup. Gundukan frosting yang diembargo dan label harga yang tinggi menjadi ciri kegemaran ini sampai konsumen mengubah fokus mereka ke makanan yang tidak terlalu manis dan lebih bersifat artisanal.
Bar Yogurt Beku
Jaringan yoghurt beku swalayan tumbuh dengan pesat, dan bar topping mengubah hidangan penutup menjadi sebuah pengalaman. Booming ini didorong oleh merek seperti Pinkberry. Namun persaingan, kejenuhan, dan perubahan gaya hidup sehat menyurutkan semangat tersebut.
Daging Segalanya
Suatu hari bacon dapat ditemukan di hampir semua hal, kue mangkuk, milkshake, koktail. Kelebihan daging bacon yang sedang populer pada saat itu segera digantikan oleh gaya rasa yang lebih moderat.
Kelebihan Kangkung
Kangkung adalah simbol makan bersih. Salad, smoothie, keripik — di mana saja. Meskipun makanan ini tetap dihormati dalam hal nutrisi, namun desas-desus budayanya memudar karena masyarakat mengadopsi makanan super yang lebih luas dan lebih beragam.
Slider Masakan
Burger mini telah mendominasi menu gastropub selama bertahun-tahun. Ukuran gigitannya yang kecil sangat lucu dan mewah. Pengunjung akhirnya kembali ke burger berukuran penuh dan berfokus pada kualitas, bukan porsi baru.
Kegilaan Burger Ramen
Tren makanan hibrida melahirkan penemuan makanan viral seperti burger roti ramen. Ini menjadi berita utama dan antrean panjang namun nilai kebaruannya tidak bertahan lama setelah gebrakan media sosial mereda.
Milkshake yang Luar Biasa
Tumpukan milkshake dengan kue kering, permen batangan, dan kue utuh yang tak ada habisnya mendominasi feed Instagram. Tamasya ini merangsang permintaan, namun pelanggan perlahan-lahan beralih ke makanan penutup yang tidak terlalu rumit.
Quinoa sebagai Gandum Penampung Segalanya
Quinoa dengan cepat menjadi pengganti nasi dan pasta yang sehat. Namun seiring berjalannya waktu, ini menjadi produk dapur umum, bukan hanya sekedar fitur menu. Biji-bijian tua lainnya mulai menjadi pusat perhatian.
Upaya Kembalinya Fondue
Fondue dihidupkan kembali dengan penuh kasih sayang oleh rantai seperti The Melting Pot. Restoran ini tidak pernah mencapai popularitas kuliner mainstream pada dekade-dekade sebelumnya ketika masih eksis.
Momen Gastronomi Molekuler
Ada suatu masa ketika busa, bola yang dapat dimakan, dan sandiwara nitrogen cair menarik perhatian pengunjung. Bar dan restoran yang dipengaruhi oleh para juara seperti Ferran Adria memperluas batasan dalam memasak. Namun bagi sebagian besar penonton, kenyamanan sehari-hari akhirnya lebih disukai daripada tontonan eksperimental.
