Di kubu Black Steel, target juara tidak berubah meski kalah di final. Muhammad Rizky Lahadalia menekankan setiap kompetisi menjadi bagian dari proses menuju sasaran utama dan melihat Four Masters sebagai ajang penting membangun kesiapan tim.
“Target Black Steel setiap tahun tentu juara. Tetapi hari ini adalah bagian dari persiapan. Kami bersama klub-klub lain memiliki ikatan yang baik dan sama-sama menginisiasi acara ini agar menjadi persiapan, bukan hanya untuk satu tim, tetapi semua tim yang terlibat,” ujar Rizky.
Di balik kesuksesan gelaran ini, Games of Society (GOS) menjadi pihak yang dipercaya menyelenggarakan turnamen. CEO Games of Society, Novel Leonardo, menyebut ide awal berasal dari dua klub peserta, Cosmo JNE dan Black Steel.
“Sebenarnya inisiator awalnya adalah Pak Rizky dan Mas Hans. Saya hanya diminta untuk membantu mewujudkannya. Karena itu, saya berterima kasih atas kepercayaan dari Pak Hans, Pak Rizky, dan tentu dukungan Sekjen FFI Pak Budi serta federasi,” ujar Novel.
Novel menambahkan, GOS bangga bisa menghadirkan empat klub dengan karakter berbeda: Cosmo JNE, Black Steel, Pangsuma Futsal Klub, dan KLN Futsal Klub. Sejak 2022, Games of Society menjalankan program pengembangan futsal mulai dari kompetisi level SMA di sekitar 40 kota, kompetisi kampus, hingga pertandingan eksibisi.
“Ke depan, kami tentu ingin membuat sesuatu yang lebih besar lagi,” kata Novel.
Wacana menghadirkan klub-klub luar negeri pun mulai mencuat untuk meningkatkan kualitas pertandingan dan memperkaya pengalaman klub-klub futsal Indonesia.





