Teknologi

China Siapkan Aturan Baru agar AI Tercanggihnya Tak Diakses Negara Barat

2
china-siapkan-aturan-baru-agar-ai-tercanggihnya-tak-diakses-negara-barat
China Siapkan Aturan Baru agar AI Tercanggihnya Tak Diakses Negara Barat
Foto: Generated by AI

Teknologi.id – Persaingan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) antara China dan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat (AS), semakin memanas.

Pemerintah China kini dikabarkan tengah menyiapkan aturan baru yang bertujuan membatasi akses negara asing terhadap teknologi AI dan semikonduktor buatan dalam negeri. Langkah ini dilakukan untuk menjaga teknologi strategis China agar tidak dimanfaatkan oleh pihak luar.

Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh Financial Times dan juga diberitakan oleh Reuters.

Baca juga: Honor X7e Plus 4G Resmi Meluncur, Bawa Baterai 8.100 mAh dan Kamera 108 MP

China Ingin Lindungi Teknologi AI Strategis

Menurut laporan tersebut, Kementerian Perdagangan China telah mengadakan serangkaian diskusi dengan perusahaan AI serta produsen chip lokal untuk membahas kemungkinan pembatasan ekspor teknologi AI dan semikonduktor.

Pemerintah China menilai teknologi AI kini menjadi aset strategis nasional sehingga perlu mendapatkan perlindungan yang lebih ketat.

Langkah ini juga dianggap sejalan dengan kebijakan Amerika Serikat yang selama beberapa tahun terakhir membatasi ekspor teknologi canggih ke China.

Perusahaan Teknologi Besar Ikut Diajak Berdiskusi

Dalam proses konsultasi tersebut, pemerintah China meminta masukan dari sejumlah perusahaan teknologi besar mengenai cara mencegah teknologi AI buatan dalam negeri diakses atau dimanfaatkan oleh negara-negara Barat.

Beberapa perusahaan yang disebut ikut terlibat dalam pembahasan antara lain:

  • Alibaba
  • ByteDance
  • Zhipu

Selain membahas model AI yang sudah tersedia, diskusi juga mencakup model AI terbaru yang bahkan belum dirilis ke publik.

Pembatasan Bobot Model AI hingga Data Pelatihan

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan pemerintah China adalah membatasi perpindahan data penting yang digunakan untuk melatih model AI ke luar negeri.

Tak hanya itu, regulator juga membahas kemungkinan melarang pengguna asing mengunduh bobot model AI (AI model weights), yaitu komponen penting yang menentukan kemampuan sebuah model kecerdasan buatan.

Jika pembatasan ini diterapkan, perusahaan atau peneliti di luar China akan semakin sulit menggunakan model AI canggih buatan negeri tersebut.

China Juga Bidik Industri Semikonduktor

Selain AI, pemerintah China juga dikabarkan tengah mengkaji aturan baru di sektor semikonduktor.

Salah satu usulan yang dibahas adalah melarang perusahaan manufaktur chip luar negeri memproduksi prosesor canggih berdasarkan desain perusahaan China.

Beberapa perusahaan yang disebut dalam laporan tersebut meliputi:

  • Huawei
  • Alibaba
  • ByteDance

Sementara perusahaan manufaktur chip yang berpotensi terdampak antara lain:

  • Qualcomm
  • TSMC

Apabila aturan tersebut disahkan, kebijakan itu akan dimasukkan ke dalam revisi daftar teknologi yang dilarang atau dibatasi untuk diekspor oleh pemerintah China.

Masih Tahap Pembahasan

Hingga saat ini, usulan tersebut masih berada pada tahap konsultasi.

Pemerintah China masih mengumpulkan berbagai masukan dari pelaku industri sebelum memutuskan apakah aturan tersebut akan diterapkan secara resmi.

Selain itu, regulator juga dikabarkan sedang mempertimbangkan pembatasan terhadap akuisisi teknologi strategis China oleh perusahaan asing, termasuk teknologi Agentic AI yang saat ini berkembang pesat.

Baca juga: iPhone Air 2 Dikabarkan Meluncur 2027, Ini Bocoran Spesifikasi dan Fitur Barunya

Belum Ada Tanggapan Resmi

Sampai artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam laporan.

Di antaranya:

  • Kementerian Perdagangan China
  • Alibaba
  • ByteDance
  • Zhipu
  • Huawei
  • Qualcomm
  • TSMC

Karena masih berupa pembahasan internal pemerintah, isi aturan maupun waktu penerapannya masih dapat berubah.

Kesimpulan

China dikabarkan sedang menyiapkan aturan baru untuk membatasi akses negara asing terhadap teknologi AI dan semikonduktor buatan dalam negeri. Langkah ini bertujuan melindungi teknologi strategis nasional sekaligus memperkuat posisi China dalam persaingan global di bidang kecerdasan buatan.

Meski masih dalam tahap pembahasan, kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi perkembangan industri AI dan semikonduktor dunia apabila nantinya resmi diberlakukan.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

Exit mobile version