Teknologi

China Bangun Lift Tebing 288 Meter Guna Permudah Akses Anak Sekolah

3
china-bangun-lift-tebing-288-meter-guna-permudah-akses-anak-sekolah
China Bangun Lift Tebing 288 Meter Guna Permudah Akses Anak Sekolah
Lift kaca Fuyao dan Qinyun dibangun menempel pada tebing vertikal di Ngarai Besar Nizhuhe, Provinsi Yunnan, China. Foto: Xinhua

Teknologi.id – Sebuah lift kaca setinggi 288 meter dibangun di tebing Ngarai Besar Nizhuhe, Kota Xuanwei, Provinsi Yunnan, China. Bukan sekadar menjadi objek wisata, lift bernama Fuyao Ladder ini digunakan untuk membantu warga, termasuk anak-anak sekolah, melewati medan pegunungan yang sebelumnya sulit dan berbahaya.

Fuyao Ladder mulai beroperasi pada 31 Juli 2026. Lift ini berdiri di samping Qingyun Ladder, lift tebing setinggi 268 meter yang sudah beroperasi sejak 2022. Keduanya kemudian menjadi bagian dari sistem transportasi yang menggabungkan lift dan kereta gantung.

Berkat sistem tersebut, perjalanan anak-anak dari Desa Nizhuhe menuju sekolah yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih dari tiga jam kini dapat dipangkas menjadi sekitar 30 menit.

Baca juga: China Siapkan Aturan Baru agar AI Tercanggihnya Tak Diakses Negara Barat

Lift Fuyao Bisa Naik 288 Meter dalam Kurang dari Satu Menit

Fuyao Ladder memiliki jalur vertikal setinggi 288 meter yang menempel langsung pada dinding tebing.

Lift tersebut bergerak dengan kecepatan sekitar 5 meter per detik. Dengan kecepatan tersebut, perjalanan menuju bagian atas tebing dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu menit. Xinhua melaporkan bagian vertikal perjalanan tersebut membutuhkan sekitar 57 detik.

Lift ini memiliki kabin berkapasitas besar yang dapat membawa hingga 81 penumpang dalam sekali perjalanan.

Kehadiran Fuyao juga membuat kapasitas transportasi di kawasan tersebut meningkat. Jika digabungkan dengan Qingyun Ladder, kedua lift dapat mengangkut hingga sekitar 1.200 orang per jam.

Kenapa Anak-Anak Harus Naik Lift Tebing?

Foto: Xinhua

Desa Nizhuhe berada di dasar Ngarai Besar Nizhuhe. Sementara itu, sekolah yang menjadi tujuan anak-anak berada di kawasan dataran tinggi.

Terdapat perbedaan ketinggian lebih dari 500 meter antara desa di dasar ngarai dan kawasan sekolah di atasnya. Sebelum adanya lift, anak-anak harus melewati jalur pegunungan yang curam untuk pergi ke sekolah.

Perjalanan tersebut bukan sekadar jauh, tetapi juga memiliki medan yang cukup sulit. Jalur menuju atas tebing di sejumlah bagian dibangun dengan memahat batu, sehingga warga harus melewati jalan sempit dan terjal.

Kondisi tersebut membuat perjalanan ke sekolah dapat memakan waktu lebih dari tiga jam sekali jalan. Setelah sistem lift dan kereta gantung tersedia, perjalanan tersebut berubah menjadi sekitar 30 menit.

Dari Desa ke Sekolah, Begini Rutenya

Lift Fuyao sebenarnya bukan berarti anak-anak bisa langsung naik dari rumah hingga ke sekolah.

Rute perjalanan mereka tetap terdiri dari beberapa tahap.

Anak-anak terlebih dahulu berjalan dari rumah menuju lokasi lift. Setelah itu, mereka menggunakan Fuyao atau Qingyun untuk naik melewati bagian tebing.

Sesampainya di atas, perjalanan dilanjutkan menggunakan kereta gantung untuk mencapai kawasan sekolah.

Sekolah Dasar Desa Guanzhai berada di ketinggian sekitar 1.650 meter di atas permukaan laut, sedangkan Desa Nizhuhe berada jauh lebih rendah di dasar ngarai.

Dengan sistem transportasi tersebut, perjalanan yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan sekitar setengah jam.

Fuyao Jadi “Bus Sekolah” di Atas Tebing

Foto: TechEBlog

Karena fungsinya membantu anak-anak menuju sekolah, lift tebing ini mendapat julukan “bus sekolah di udara” atau “air school bus”.

Fuyao melanjutkan fungsi yang sebelumnya sudah dijalankan oleh Qingyun Ladder.

Qingyun Ladder mulai beroperasi pada 2022 dan menjadi bagian penting dari akses warga Desa Nizhuhe menuju kawasan atas. Kehadiran lift kedua membuat anak-anak memiliki kapasitas transportasi yang lebih besar, sekaligus membantu mengurangi antrean ketika jumlah wisatawan meningkat.

Pemerintah setempat juga mempertahankan kebijakan akses gratis bagi warga dan pelajar dari wilayah terkait. Selain itu, tersedia jalur khusus bagi siswa untuk mendukung perjalanan mereka menuju sekolah.

Lift Tebing Ini Juga Jadi Daya Tarik Wisata

Selain membantu aktivitas warga, dua lift tersebut juga menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Ngarai Besar Nizhuhe.

Kawasan ini sebelumnya sudah menarik perhatian karena keberadaan Qingyun Ladder yang berdiri di sisi tebing. Dengan hadirnya Fuyao, kini terdapat dua lift raksasa yang berdiri berdampingan di dinding ngarai.

Pembangunan lift kedua juga membantu meningkatkan kapasitas pengangkutan wisatawan sehingga aktivitas pariwisata di kawasan tersebut dapat berjalan lebih lancar.

Menurut laporan media China, meningkatnya kunjungan wisatawan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk melalui aktivitas usaha dan pekerjaan yang berkaitan dengan sektor pariwisata.

Baca juga: China Hapus 12.000 Jurusan Kuliah, AI dan Robotika Jadi Pengganti

Fuyao Ladder Dibangun untuk Akses Warga dan Wisatawan

Fuyao Ladder bukan sekadar lift dengan ukuran raksasa. Infrastruktur ini dirancang sebagai bagian dari sistem transportasi di kawasan pegunungan yang memiliki kondisi geografis ekstrem.

Dengan tinggi 288 meter, kecepatan 5 meter per detik, dan kapasitas hingga 81 orang, Fuyao membantu mempercepat perjalanan vertikal sekaligus menambah kapasitas transportasi di Ngarai Besar Nizhuhe.

Bagi anak-anak di Desa Nizhuhe, perubahan yang paling terasa adalah perjalanan menuju sekolah. Jalur tebing yang sebelumnya harus ditempuh selama lebih dari tiga jam kini menjadi bagian dari perjalanan sekitar 30 menit dengan kombinasi lift, kereta gantung, dan berjalan kaki.

Sistem ini membuat akses pendidikan bagi anak-anak di kawasan terpencil tersebut menjadi jauh lebih mudah tanpa harus mengandalkan jalur tebing yang sulit seperti sebelumnya.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

Exit mobile version