Lingkungan

Chemical Oxygen Demand (COD): Cara Mengetahui Tingkat Pencemaran Air dan Dampaknya pada Oksigen Ekosistem

5
chemical-oxygen-demand-(cod):-cara-mengetahui-tingkat-pencemaran-air-dan-dampaknya-pada-oksigen-ekosistem
Chemical Oxygen Demand (COD): Cara Mengetahui Tingkat Pencemaran Air dan Dampaknya pada Oksigen Ekosistem

LindungiHutan Insight

  • Chemical oxygen demand adalah indikator penting untuk menilai tingkat pencemaran air.
  • Nilai COD tinggi, air tercemar dan kebutuhan oksigen lebih banyak untuk mengurai polutan limbah, berpotensi mengurangi ketersedian oksigen bagi makhluk hidup.
  • Nilai COD rendah, air bersih dan oksigen untuk makhluk hidup melimpah karena tidak untuk mengurai polutan dari limbah.

Chemical oxygen demand atau COD, membantu untuk mengetahui tingkat pencemaran air akibat limbah ataupun sampah, yang berefek pada kebutuhan oksigen di dalam perairan.

Sungai, sebagai salah satu tempat yang banyak dijadikan pembuangan sampah ataupun limbah. Akibatnya, air di sungai menjadi tercemar. Padahal, sungai juga berperan penting dalam menjaga kehidupan yaitu sebagai penyedia oksigen bagi ekosistem di dalamnya.

Akibat pembuangan limbah tersebut, makhluk hidup di air kesulitan bertahan hidup karena oksigen berkurang, sementara mereka juga membutuhkan oksigen untuk bernapas. Oksigen yang tersedia, telah habis lebih dulu untuk mengurai polutan dari limbah.

Apa yang Dimaksud Chemical Oxygen Demand?

Apa itu chemical oxygen demand? Dilansir dari berbagai sumber, COD atau chemical oxygen demand adalah indikator penting untuk menilai tingkat pencemaran air akibat limbah organik maupun anorganik, yang biasanya dihasilkan dari kegiatan industri.

COD ini sering digunakan oleh berbagai pengelola lingkungan untuk memberikan gambaran sejauh mana air di sungai tercemar akibat limbah, yang kemudian dapat merusak ekosistem di dalamnya.

Parameter Nilai Chemical Oxygen Demand

Tingkat pencemaran air yang diukur dengan chemical oxygen demand, ditunjukkan dari jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengurai polutan dalam perairan, disamping sebagai sumber pernapasan makhluk hidup.

Dilansir dari Instagram Kementerian Lingkungan Hidup, jika nilai COD tinggi, itu berarti air tercemar dan kebutuhan oksigen lebih banyak untuk mengurai polutan limbah, sehingga berpotensi mengurangi ketersedian oksigen bagi makhluk hidup.

Sebaliknya, jika nilai COD rendah, itu berarti air bersih dan oksigen untuk makhluk hidup melimpah karena tidak untuk mengurai polutan dari limbah.

Baca juga: 6 Contoh Limbah B3 Industri yang Berbahaya untuk Lingkungan

Fungsi & Manfaat Chemical Oxygen Demand

Fungsi utama dari chemical oxygen demand tentunya sebagai indikator tingkat pencemaran air akibat limbah. COD juga berfungsi membantu menilai seberapa beban pencemaran yang masuk ke dalam air, sebagaimana yang dilansir dari samidiudaya.

Selain itu, COD bermanfaat untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengolahan limbah dalam menurunkan berat beban pencemar, yang tercermin dari nilai COD.

COD juga digunakan sebagai dasar pemantauan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan berdasarkan baku mutu pemerintah.

Manfaat lainnya yaitu COD berperan dalam pemantauan untuk melindungi lingkungan dan ekosistem di perairan dari pencemaran limbah organik maupun anorganik.

Baku Mutu Nilai Chemical Oxygen Demand

Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan nilai COD untuk baku mutu air limbah. Berdasarkan peraturan nomor 11 tahun 2025, nilai COD yang ditetapkan yaitu 30–300 mg/l.

Limbah domestik, dilansir dari samidiudaya, sebelum dilakukan pengolahan dengan parameter chemical oxygen demand, nilai COD-nya umumnya berkisar 250–600 mg/l. Sementara limbah industri, umumnya berkisar hingga ribuan mg/l tergantung jenisnya.

Oleh karena itu, industri wajib mengolah limbah sebelum dibuang hingga memenuhi nilai COD yang ditetapkan. Hal ini sesuai dengan salah satu manfaat dari COD yaitu untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengolahan limbah dalam menurunkan berat beban pencemar, yang tercermin dari nilai COD.

Adapun idealnya nilai COD yaitu di bawah 10 mg/l, yang artinya air tersebut benar-benar bersih dengan oksigen yang juga melimpah.

Mengapa Chemical Oxygen Demand Penting?

Alasan pentingnya chemical oxygen demand, pada dasarnya sejalan dengan fungsi dan manfaatnya. COD berperan penting dalam mengetahui tingkat pencemaran air, termasuk tingkat pencemaran air limbahnya sebelum dibuang ke sungai.

Selain itu, COD juga berperan penting menjadi dasar kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, yaitu untuk melindungi ekosistem maupun makhluk hidup yang ada di perairan.

Chemical oxygen demand juga efektif digunakan untuk memantau kualitas limbah pada instalasi pengolahan air limbah atau IPAL, agar memenuhi nilai COD sesuai baku mutu yang telah ditetapkan.

Baca juga: Ini Cara Pengolahan Limbah B3 yang Ramah Lingkungan!

Kapan Waktu yang Tepat Menerapkan Chemical Oxygen Demand?

Pengukuran tingkat pencemaran menggunakan chemical oxygen demand, dilakukan terutama pada air yang diduga telah tercemar. COD juga tepat digunakan ketika membutuhkan hasil yang cepat untuk mengetahui tingkat pencemaran, sebagaimana dilansir dari samidiudaya dan greenchem.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.2 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Exit mobile version