Misteri

Cerita Lain Kasus Jack The Ripper

223
Cerita Lain Kasus Jack The Ripper

Kalian tahu Jack The Ripper? Hampir pasti semua penggemar misteri, unsolved cases, dan kasus pembunuhan familiar dengan nama ini. Lalu bagaimana dengan Dr. Thomas Bond? Pembunuh berantai? Oh, bukan. 

Jadi begini ceritanya. Pada 25 Oktober 1888, Sir Robert Anderson, asisten komisaris polisi London yang juga seorang perwira intelijen, menulis surat kepada Dr. Thomas Bond. Bond adalah seorang ahli bedah.

Anderson meminta Bond untuk memeriksa materi yang berhubungan dengan investigasi Jack The Ripper. Dalam surat tersebut, Anderson melampirkan salinan bukti yang diberikan pada pemeriksaan para korban Jack The Ripper, Polly Nichols, Annie Chapman, Elizabeth Stride, dan Catherine Eddowes, lalu meminta Bond untuk menyampaikan pendapatnya.

Para korban Jack The Ripper

Bond kemudian memeriksa berkas-berkas tersebut selama beberapa minggu dan melakukan pemeriksaan post mortem dari sisa-sisa mutilasi korban Jack The Ripper. Ia tertarik sekali dengan alasan mengapa para wanita itu dibunuh dengan begitu sadis. 

Dengan mempelajari ciri-ciri sebuah kejahatan dan cara terjadinya, bisa jadi pelaku dapat dikenali. Pembuatan profil pelaku semacam ini biasanya diterapkan bila pelaku adalah pelaku kejahatan berulang atau melakukan kejahatan berantai. 

Dr. Bond mereka ulang kejahatan yang terjadi dan juga melihat dengan teliti barang bukti yang ada untuk menyelami kepribadian seorang The Ripper. Bond berusaha memahami pribadi sang pembunuh, latar belakangnya, dan apa sebenarnya motifnya melakukan pembunuhan-pembunuhan keji tersebut.

Jadi inilah antara lain isi laporan Dr. Bond:

– Semua pembunuhan tidak diragukan lagi dilakukan oleh tangan yang sama. Tenggorokan para korban tampaknya telah dipotong dari kiri ke kanan. 

– Para korban sedang berbaring ketika pembunuh melancarkan aksinya.

– Dalam semua kasus, tampaknya tidak ada bukti perlawanan, serangan kemungkinan besar terjadi begitu tiba-tiba dan dibuat sedemikian rupa sehingga para wanita tidak sempat berteriak.

– Pembunuhnya seorang pria yang sangat kuat dan berani. Tidak ada bukti dia memiliki kaki tangan. Jadi dia selalu melancarkan aksinya seorang diri.

– Penampilan luar sang pembunuh dalam kesehariannya kemungkinan besar adalah pria yang tampak tenang dan tidak terlihat berbahaya. Ia kemungkinan merupakan pria setengah baya dan berpakaian rapi. Dengan asumsi demikian, dia mungkin adalah seorang penyendiri dan eksentrik, juga kemungkinan besar seorang pria tanpa pekerjaan tetap. Dia mungkin hidup di antara orang-orang terhormat (para bangsawan) yang tahu tentang karakter dan kebiasaannya dan memiliki alasan untuk curiga. Tetapi orang-orang tersebut mungkin tidak mau melaporkan kecurigaannya pada polisi.

Jack The Ripper sendiri tidak pernah terungkap identitasnya dan kasus pembunuhannya tak pernah terpecahkan. Namun apa yang dilakukan Dr. Bond telah membantu menciptakan profil kriminalis pertama dalam sejarah penyelidikan.

Pada 6 Juni 1901, dengan masih mengenakan pakaian tidurnya, Bond melemparkan dirinya dari jendela kamar tidur rumahnya.

Exit mobile version