Lingkungan

Cara Mengurangi Emisi Karbon Perusahaan di Era Pasar Karbon Indonesia

4
cara-mengurangi-emisi-karbon-perusahaan-di-era-pasar-karbon-indonesia
Cara Mengurangi Emisi Karbon Perusahaan di Era Pasar Karbon Indonesia

LindungiHutan Insight

  • Mengurangi emisi karbon perusahaan membantu meningkatkan nilai dan daya saing perusahaan.
  • Partisipasi perusahaan dalam pasar karbon Indonesia harus dilakukan secara bertahap untuk mencapai dampak yang optimal.
  • Carbon offset sebagai pelengkap upaya pengurangan emisi karbon perusahaan harus dilakukan melalui proyek yang kredibel dan terverifikasi.

Pasar karbon Indonesia sebagai cara mengurangi emisi karbon perusahaan semakin berkembang seiring meningkatnya komitmen pemerintah dan perusahaan dalam mendukung aksi mitigasi perubahan iklim.

Perkembangan ini mendorong perusahaan untuk berkontribusi dalam pencapaian target net zero emission nasional serta membuka peluang untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Partisipasi ini dimulai dari langkah yang paling mendasar yaitu dengan mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh operasional perusahaan secara bertahap. Sebelum memulainya Anda perlu mengetahui alasan perusahaan perlu mengurangi emisi karbon.

Mengapa Perusahaan Perlu Mengurangi Emisi Karbon?

Pengurangan emisi karbon tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga nilai dan keberlanjutan dari suatu perusahaan.

Mengurangi emisi karbon dapat membantu meningkatkan kinerja operasional melalui efisiensi energi dan perawatan preventif alat operasional.

Mengapa demikian? Pada dasarnya alat operasional yang tidak terawat dapat menghabiskan lebih banyak energi dan proses produksi yang lebih panjang, sehingga emisi yang dihasilkan juga lebih besar.

Kontribusi ini sekaligus menguatkan reputasi perusahaan melalui kepatuhan akan regulasi, dan meningkatkan daya saing perusahaan serta mendukung pencapaian target ESG dan Net Zero Emission.

3 Cara Mengurangi Emisi Karbon Perusahaan secara Bertahap

Sebagaimana yang dinyatakan dalam hierarki mitigasi GRK, mitigasi perubahan iklim dimulai dari menghindari, mengurangi, dan mengkompensasi.

Sehingga, langkah utama dalam strategi dekarbonisasi adalah dengan mengurangi emisi karbon pada sumbernya yakni yang dihasilkan oleh operasional perusahaan.

Langkah pengurangan emisi karbon ini terbagi menjadi tiga tahapan yang diuraikan sebagai berikut:

1. Identifikasi dan Pengukuran Jejak Karbon

Jejak karbon adalah nilai terhitung dari jumlah total GRK termasuk karbon dioksida (CO₂)  yang dilaporkan dalam ton emisi.

Jejak karbon yang dihasilkan perusahaan meliputi hasil operasional perusahaan seperti konsumsi bahan bakar, transportasi perusahaan, dan penghasilan limbah.

Langkah selanjutnya yakni identifikasi emisi perusahaan seringkali dikategorikan dalam tiga cakupan.

2. Menetapkan Target dan Strategi Pengurangan Emisi

Setelah mengetahui jejak karbon dan emisi yang dihasilkan maka perusahaan dapat menentukan strategi pengurangan emisi yang akan dilakukan sesuai dengan kapasitas operasional perusahaan.

Contoh strategi pengurangan emisi yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah meningkatkan efisiensi energi, melakukan pemeliharaan alat operasional, mengoptimalkan proses operasional, serta menerapkan praktik pengelolaan limbah yang lebih baik.

3. Monitoring, Pelaporan, dan Evaluasi

Strategi pengurangan emisi harus dilaksanakan secara berkelanjutan agar dampaknya tetap efektif dan bersifat jangka panjang.

Sehingga, diperlukan monitoring, identifikasi area yang perlu diperbaiki, serta evaluasi secara berkala.

Baca Juga: Butuh Prediksi Carbon Project? Pakai Carbon Projection

Carbon Offset sebagai Pelengkap Upaya Pengurangan Emisi

Carbon offset adalah mekanisme yang dilakukan untuk mengimbangi emisi karbon yang masih belum dapat dikurangi atau dihindari dengan membeli atau mendanai proyek yang membantu mengkompensasi jejak karbon perusahaan.

Mekanisme ini dikenal sebagai kredit karbon yang dibeli melalui pasar karbon sukarela. Proyek yang didanai meliputi proyek energi terbarukan, restorasi hutan, atau konservasi ekosistem.

Pendanaan proyek-proyek berkelanjutan ini menguatkan kinerja ESG perusahaan sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Namun, perlu ditekankan bahwa carbon offset bukan upaya pengganti pengurangan emisi, tetapi strategi pelengkap untuk mengoptimalkan langkah mitigasi perusahaan.

Baru-baru ini carbon offset menghadapi perdebatan terkait integritasnya. The Gold Standard dan Green-e menanggapi permasalahan ini dengan memperbarui kerangka kinerja mereka agar proyek carbon offset dipastikan tetap berkontribusi secara terukur terhadap pembangunan berkelanjutan.

Sehingga, perusahaan perlu memilih proyek carbon offset yang kredibel yakni terdaftar atau terverifikasi secara resmi agar manfaatnya terhadap lingkungan dan pembangunan dapat dirasakan secara nyata.

Imbangi, Solusi Pengimbangan Emisi Karbon untuk Perusahaan

Terdapat beberapa program carbon offset resmi di Indonesia yang dapat membantu perusahaan mengimbangi jejak karbon yang masih belum bisa dikurangi atau dihindari, salah satunya Imbangi.

Imbangi adalah mekanisme carbon offset resmi yang dikembangkan oleh LindungiHutan sebagai standar internal untuk membantu perusahaan mengimbangi jejak karbonnya melalui penanaman pohon.

Mekanisme ini menjadi solusi praktis dan terukur bagi perusahaan yang ingin melakukan aksi lingkungan secara langsung. Mulai dari perhitungan emisi, penanaman pohon di lokasi terpilih, monitoring pertumbuhan pohon, hingga pelaporan serapan karbon yang dihitung menggunakan metode allometrik dan teknologi GIS.

Solusi ini dirancang untuk melengkapi upaya pengurangan emisi, bukan untuk menggantikannya.

Dengan demikian upaya pengurangan emisi dan pengimbangan karbon harus berjalan beriringan untuk mencapai target keberlanjutan lingkungan dan nilai perusahaan.

Kontribusi perusahaan dapat dimulai dengan memilih proyek dan mekanisme carbon offset yang kredibel dan terpercaya seperti melalui Imbangi.

Baca Juga: 5 Hal tentang Kalkulator Jejak Karbon Imbangi yang Harus Kamu Ketahui

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Exit mobile version