Teknologi

Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Lewat HP, Mudah dan Gratis

3
cara-cek-sebaran-abu-vulkanik-anak-krakatau-lewat-hp,-mudah-dan-gratis
Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Lewat HP, Mudah dan Gratis
Foto: SS website abu.cikoytew.my.id

Teknologi.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sebaran abu vulkanik terpantau di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini membuat masyarakat perlu mengetahui apakah daerah tempat tinggalnya masuk dalam jalur sebaran abu.

Kabar baiknya, cara cek sebaran abu vulkanik bisa dilakukan langsung lewat HP. Masyarakat dapat memanfaatkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun layanan pemantauan berbasis peta yang menampilkan arah pergerakan abu.

BMKG sendiri terus memperbarui pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pada Senin (7/9/2026), BMKG melaporkan abu vulkanik teramati hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer dan bergerak ke arah barat. Sebaran pada lapisan tersebut mencakup sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, Bengkulu, serta wilayah perairan di sekitarnya.

Lantas, bagaimana cara mengecek sebaran abu vulkanik Anak Krakatau lewat HP?

Baca juga: Cara Cek Kualitas Udara di HP, Waspadai Abu Anak Krakatau dan Karhutla

Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Lewat BMKG

Cara paling aman untuk mengetahui perkembangan sebaran abu adalah menggunakan informasi resmi BMKG.

BMKG menyediakan informasi mengenai sebaran abu vulkanik melalui berbagai kanal, termasuk halaman khusus Citra Sebaran Abu Vulkanik.

Pengguna dapat mengikuti langkah berikut:

  1. Buka browser di HP.
  2. Masuk ke situs resmi BMKG.
  3. Cari menu Satelit Cuaca.
  4. Pilih Sebaran Abu Vulkanik.
  5. Pilih atau cari informasi Anak Krakatau.
  6. Perhatikan peta sebaran abu yang ditampilkan.
  7. Cocokkan posisi wilayah tempat tinggal dengan area yang masuk dalam peta sebaran.

BMKG menjelaskan bahwa produk citra sebaran abu vulkanik tersebut merupakan hasil analisis yang ditampilkan pada peta. Produk tersebut dibuat berdasarkan informasi aktivitas gunung api dari Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin.

Karena kondisi erupsi dan arah angin dapat berubah, informasi pada peta juga dapat diperbarui. Jadi, masyarakat sebaiknya mengecek informasi terbaru sebelum bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah.

Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau dengan Situs Interaktif

Foto: detik.com

Selain kanal resmi pemerintah, ada pula situs yang dibuat developer lokal untuk membantu masyarakat memantau pergerakan abu vulkanik dengan tampilan yang lebih sederhana.

Salah satunya adalah abu.cikoytew.my.id, yang dikembangkan oleh Tri Purnomo Aji.

Situs tersebut menyediakan tampilan interaktif untuk melihat gunung api yang sedang berstatus Siaga sekaligus memperkirakan arah pergerakan abu vulkanik.

Pengguna juga dapat memasukkan lokasi atau kota tertentu untuk melihat apakah wilayah tersebut berpotensi berada di jalur sebaran abu.

Langkah mengeceknya:

  1. Buka browser di HP.
  2. Masukkan alamat abu.cikoytew.my.id.
  3. Pilih gunung api yang ingin dipantau.
  4. Masukkan nama kota atau lokasi tempat tinggal.
  5. Izinkan akses lokasi jika ingin menggunakan posisi HP.
  6. Lihat peta arah pergerakan abu.
  7. Periksa apakah lokasi yang dipilih berada di area yang diperkirakan terdampak.

Situs tersebut dikembangkan sebagai alat bantu pemantauan dan menggunakan data yang diklaim berasal dari sumber pemantauan abu vulkanik untuk penerbangan. Namun, karena situs ini bukan kanal resmi pemerintah, informasinya sebaiknya tetap dibandingkan dengan data BMKG dan instansi terkait.

Cara Mengetahui Apakah Rumah Masuk Jalur Abu Vulkanik

Jika ingin mengetahui apakah wilayah tempat tinggal berpotensi terdampak, jangan hanya melihat posisi Gunung Anak Krakatau.

Arah sebaran abu sangat dipengaruhi kondisi angin dan ketinggian abu di atmosfer. Karena itu, wilayah yang cukup jauh dari gunung api tetap dapat berada dalam jalur sebaran.

Cara paling mudah adalah:

Pertama, cari lokasi tempat tinggal pada peta sebaran.

Kedua, perhatikan arah pergerakan abu yang ditampilkan.

Ketiga, lihat ketinggian abu yang dipantau karena jalur abu pada lapisan atmosfer berbeda dapat memiliki arah yang berbeda.

Keempat, bandingkan dengan informasi terbaru dari BMKG.

Pada 7 September 2026, misalnya, BMKG melaporkan bahwa abu vulkanik pada lapisan permukaan hingga 15.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dan mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, serta Bengkulu. Pada lapisan yang lebih tinggi hingga 50.000 kaki, sebaran teramati lebih jauh ke Samudra Hindia.

Artinya, jalur sebaran abu tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan jarak sebuah kota dari Gunung Anak Krakatau.

BMKG Jadi Acuan Utama

Masyarakat tetap disarankan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama.

BMKG mengintensifkan pemantauan Gunung Anak Krakatau selama 24 jam, termasuk memantau atmosfer, penerbangan, dan kondisi laut di sekitar Selat Sunda.

Pada 7 September, BMKG juga melaporkan bahwa sebaran abu vulkanik berdampak langsung terhadap operasional penerbangan. Delapan bandara di Jawa dan Sumatra sempat ditutup sementara sebagai langkah mitigasi keselamatan penerbangan.

Karena itu, informasi mengenai sebaran abu sebaiknya tidak hanya digunakan untuk mengetahui apakah rumah berada di jalur abu, tetapi juga untuk mempertimbangkan perjalanan dan aktivitas di luar rumah.

Baca juga: Cara Cek Kualitas Udara akibat Abu Anak Krakatau di Google Maps

Apa yang Harus Dilakukan Jika Wilayah Terdampak Abu?

Jika wilayah tempat tinggal masuk dalam area terdampak atau berpotensi terkena abu vulkanik, masyarakat sebaiknya meningkatkan kewaspadaan.

BMKG mengimbau warga di wilayah yang terpapar untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus keluar, masyarakat disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung serta memperhatikan kelompok rentan di sekitar.

Jangan lupa untuk terus memantau informasi terbaru karena arah dan luas sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer.

Jangan Hanya Mengandalkan Satu Peta

Aplikasi atau situs pemantauan abu vulkanik memang memudahkan masyarakat mendapatkan gambaran kondisi terkini. Namun, informasi tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai kepastian bahwa suatu wilayah pasti atau tidak pasti terkena abu.

Untuk kondisi erupsi yang masih berlangsung, data BMKG, PVMBG, BNPB, pemerintah daerah, dan otoritas terkait tetap menjadi rujukan utama.

Dengan memanfaatkan HP, masyarakat kini bisa lebih mudah memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, mengetahui arah pergerakannya, serta mengecek apakah wilayah tempat tinggal berada di area yang berpotensi terdampak.

Yang terpenting, selalu gunakan informasi terbaru dan jangan panik apabila wilayah berada di sekitar jalur sebaran. Ikuti arahan resmi dari pihak berwenang untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

Exit mobile version