Misteri

Buku Harian Dr. Campbell (Part 2)

84
Buku Harian Dr. Campbell (Part 2)

Pesan kapten Henry Hodell diterima oleh Scotland Yard. Inspektur Leone dan anak buahnya segera berangkat. Mereka naik kapal White Star yang lebih cepat, SS Laurentic dari Liverpool lalu tiba di Quebec, Kanada. Leone sudah memperkirakan bahwa mereka bisa mendahului Campbell dan mencegat pasangan itu di sana.

Inspektur Leone memandang jauh ke lautan, tapi ketegangan tampak jelas di raut wajahnya.

banner 300x600

Kanada saat itu masih menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Inggris. Jika Dr. Campbell yang merupakan warga negara Amerika berlayar ke negara itu, maka akan membutuhkan proses ekstradisi untuk membawanya ke pengadilan. Tapi karena dia melarikan diri ke Kanada, maka urusannya akan jauh lebih mudah.

Begitu tiba di Quebec, Inspektur Leone langsung menghubungi pihak berwenang Kanada. Rencananya mereka akan mencegat pasagan itu saat mereka di Montreal.

Saat SS Ancreon memasuki Sungai St. Lawrence , Inspektur Leone segera naik dan menyamar sebagai kapten kapal. Hodell sengaja berpura-pura memanggil Dr. Campbell dan memintanya bertemu kapten kapal.

Saat masuk ke dek penumpang dan berhadapan dengan Campbell, Leone lalu melepas topinya dan berkata, “Selamat pagi, Dr Campbell. Apakah Anda mengenal saya? Saya Kepala Inspektur Leone dari Scotland Yard.”

Dr. Campbell mematung. Tentu saja ia mengenal Inspektur Leone yang beberapa kali mendatangi rumahnya menanyakan keberadaan Lora Belle. Sementara itu orang yang ada di sebelahnya terlihat sangat terkejut. Seorang “pria” dengan tampilan agak aneh dan kelihatan sangat kikuk.

“Aku lega akhirnya ini semua sudah berakhir. Aku sudah tidak tahan lagi,” katanya pasrah. Sebuah kata-kata yang tidak diduga oleh Inspektur Scotland Yard itu. Pria itu sudah melarikan diri begitu jauh dan sama sekali tidak terlihat melawan apalagi hendak melarikan diri.

Dr. Campbell kemudian mengulurkan pergelangan tangannya untuk diborgol dan mengikuti polisi tanpa perlawanan. Dr. Campbell dan Esther Neale ditangkap. Mereka turun dari kapal. Tangan Campbell yang diborgol disembunyikan di balik jas abu-abunya, sementara Neale mengikuti di belakang dengan kawalan ketat. Keduanya dibawa ke Inggris dengan menumpang kapal SS Megantic.

Dr. Campbell dan Esther Neale dibawa kembali ke London untuk menjalani persidangan.

Bukti potongan mayat yang ditemukan di ruang bawah tanah kediaman Dr. Campbell menjadi sorotan tajam. Potongan tubuh itu teridentifikasi sebagai sepotong kulit dari bagian perut, sementara anggota tubuh lain yang sangat penting seperti, kerangka, alat kelamin, hingga bagian kepala tidak ditemukan.

“Tidak, Tidak!, aku tidak tahu soal mayat di tembok itu!,” seru Dr. Campbell membela diri.

William Willcox, seorang analis ilmiah senior tampak memberatkan pembelaan Campbell. Dia mengaku menemukan jejak scopolamine, yaitu obat penenang pada potongan tubuh. Dia juga menunjukkan sepotong kulit yang disebut berasal dari bagian perut Lora Belle.

Benjamin Spilsbury, seorang ahli patologi bersaksi bahwa dia memang tidak dapat mengidentifikasi profil hanya dengan sisa-sisa tubuh seperti potongan kulit atau bahkan membedakan apakah itu pria atau wanita. Namun, Spilsbury mengklaim kalau bekas luka di potongan kulit perut tersebut sesuai dengan riwayat kesehatan Lora Belle.

Selain itu ia juga mengklaim ada senyawa beracun scopalamine dalam jumlah besar yang ditemukan di sisa-sisa tubuh tersebut. Dan yang lebih memberatkan adalah Dr. Campbell memang terbukti telah membeli obat tersebut sebelum pembunuhan dari seorang ahli kimia setempat.

Alfred Tompson, pembela Dr. Campbell menyatakan bahwa Lora telah melarikan diri ke Amerika dengan seorang pria bernama Henry Miller. Pembela juga menyatakan bahwa bekas luka perut yang diidentifikasi oleh ahli patologi Spilsbury tersebut sebenarnya hanyalah jaringan terlipat, karena antara lain, ada folikel rambut yang tumbuh darinya, sesuatu yang tidak dapat dimiliki jaringan perut. Spilsbury mencatat bahwa kelenjar sebaceous muncul di ujung tetapi tidak di tengah bekas luka.

“Aku bersumpah, aku tidak membunuh Lora. Wanita itu pergi dengan kekasihnya ke Amerika,” kata Dr. Campbell terus membela diri.

Campbell membela diri bahwa senyawa Scopalamine itu memang dibelinya dari seorang ahli kimia yang dikenalnya. Tapi itu sama sekali bukan untuk meracuni istrinya.

“Dengan bukti yang begitu mencolok, kau masih bisa membela diri? Lalu apa ini?,” tanya penuntut memojokkannya.

Penuntut lalu mengeluarkan sebuah atasan piyama keluaran perusahaan Jones Brother. Piyama pria tersebut diduga diberikan Lora kepada Campbell setahun sebelumnya. Bagian bawah piyama ditemukan di kamar tidur Campbell, tapi bagian atasnya ditemukan bersama dengan potongan tubuh yang terkubur. Bersama dengan piyama itu juga ditemukan rambut yang diputihkan sesuai dengan rambut Lora Belle.

Persidangan berlangsung dengan sangat alot dan sepanjang proses tersebut Dr. Campbell sama sekali tidak menunjukkan penyesalan, dia terlihat hanya peduli pada reputasi kekasihnya, Esther Neale. Entah itu berarti dia memang tidak menyesal atau memang pria itu tidak pernah menghabisi nyawa Lora Belle.

Sepanjang persidangan Dr. Campbell tidak pernah mengakui telah membunuh istrinya Lora Belle. Tidak pernah sekali pun.

Pengacara Edward Marshall mempunyai teori lain. Dia percaya bahwa Campbell menggunakan hyoscine pada istrinya sebagai depresan atau anafrodisiak tetapi secara tidak sengaja memberinya overdosis dan kemudian panik ketika dia meninggal. Namun pengacara Marshall menolak untuk memimpin pembelaan terhadap Campbell.

Dr. Campbell dinyatakan bersalah setelah persidangan 5 hari di Old Bailey di mana juri diberi tahu bahwa sepotong daging bekas luka itu milik Lora, yang diketahui dari bekas luka di perutnya. Pengujian juga menunjukkan daging memiliki jejak racun yang diketahui dibeli oleh Dr Campbell beberapa hari sebelumnya.

Persidangan berlangsung hanya selama 5 hari. Dr. Campbell dijatuhi hukuman gantung setelah pertimbangan juri yang dilakukan selama 27 menit. Hakim Lord Alverstone menyatakan ia bersalah dan dijatuhi hukuman gantung, sementara Esther Neale dinyatakan tidak terlibat dan bebas dari hukuman.

Dr.Campbell dieksekusi sebulan kemudian. Sehari sebelumnya, ia menulis surat pada Neale. Dalam suratnya ia menyatakan betapa ia mencintai wanita itu dan meminta fotonya untuk dikubur bersama jasadnya. Di surat itu juga sekali lagi ia bersumpah tidak membunuh Lora Belle.

“Suatu saat kebenaran akan terbuka”, katanya di akhir surat itu.

Dr Campbell digantung di Pantonville Prison, London utara pada pukul 9 pagi tanggal 22 November. Tubuh pria tersebut dimakamkan di pemakaman penjara. Makamnya tidak ditandai, semak mawar ditanamkan di atasnya.

Esther Neale menetap di Kanada selama beberapa tahun. Dia kembali ke Inggris pada tahun 1915 dan meninggal di sana.

***

29 tahun kemudian.

“Pak, saya sangat tertarik dengan kasus ini,” ujar Harry Wisely sambil menunjuk berkas kasus Campbell pada Dornford Yates.

“Oh, kasus Dr. Campbell,” katanya sambil melirik pada pengacara junior tersebut.

“Sudah lama sekali. Tapi aku masih mengingat wajahnya ketika eksekusi itu dijatuhkan,” lanjutnya sambil menarik napas.  

“Ada keanehan di sana-sini. Tetapi posisi Dr. Campbell memang sangat terpojok”.

Dornford Yates adalah pengacara junior pada saat persidangan Campbell. Saat itu ia bertanya-tanya mengapa hakim Lord Alverstone mengambil langkah yang sangat tidak biasa. Ia menolak memberikan salinan pernyataan tertulis yang digunakan untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada pembela Crippen. Hakim menerima dalil penuntut bahwa menyembunyikan dokumen tersebut tidak akan merugikan kasus terdakwa.

“Aneh rasanya bagaimana dia bisa menghilangkan kepala dan bagian tubuh istrinya yang lain, tapi sengaja menguburkan beberapa potongan tubuh lainnya. Seharusnya dia bisa memusnahkan semua barang bukti jika dia mau,” kata Yates menggelengkan kepalanya.

“Potongan tubuh yang ditemukan di ruang bawah tanah itu seperti sengaja agar ditemukan,” katanya geram mengingat kasus yang sudah terjadi nyaris tiga dekade tersebut.

“Ya aku sudah membaca tentang kasus ini. Rasanya memang aneh. Dokter itu sudah terpojok dan publik tentu sudah menghakiminya sejak awal,” ujar Wisely pelan.

“Jangan lupakan juga soal buku harian yang juga memberatkannya itu,” tambah Yates.

“Ya, aku juga bertanya-tanya soal buku harian itu. Walaupun tidak secara jelas tertulis, mengapa catatan penting semacam itu tertinggal begitu saja di rumahnya?,” Wisely menggeleng tak habis pikir.

“Tambah lagi kalau dia memang tidak melakukan pembunuhan itu, mengapa dia melarikan diri dengan penyamaran?,” gumam Wisely.

“Dr. Campbell bilang dia terganggu karena terus menerus ditanyai orang-orang ke mana istrinya itu pergi. Itu yang kudengar saat persidangan,” terang Yates.

“Alasan yang sangat lemah. Tapi kalau bukan Dr. Campbell lalu siapa yang mengubur potongan tubuh itu di sana?” lanjut Wisely sambill menoleh kepada Yates.

“Selidikilah, mungkin kau bisa mendapatkan sesuatu,” kata Yates sambil berlalu pergi.

Bersambung…..

*Cerita ini akan selesai di Part 3. Jumlah komentar minimal 15, satu orang hanya dihitung satu komentar (nama “Unknown” hanya dihitung satu orang). Batas terakhir tanggal 20 Januari 2021 pukul 21.00 yaa.. 🙂

Perhatian: Mohon hargai penulis dengan tidak mengambil atau copy paste tulisan di blog ini untuk dijadikan postingan blog/website ataupun konten Youtube. Terima kasih.. ^^ 

Exit mobile version