Article Summary
- Bloomery Patisserie menanam 1.177 mangrove melalui kampanye Green Bloomery!
- Lokasi Tambakrejo dipilih karena rentan abrasi, rob, dan degradasi ekosistem.
- Mangrove Rhizophora memberikan manfaat ekologis, sosial, dan serapan karbon.
- Program ini menunjukkan komitmen Bloomery pada keberlanjutan dan aksi iklim.
Di tengah meningkatnya kesadaran konsumen dan mitra bisnis terhadap isu lingkungan, perusahaan dengan komitmen keberlanjutan memiliki peluang strategis untuk menunjukkan nilai tambahnya.
Bloomery Patisserie (“Bloomery”), merek dessert dan hampers asal Indonesia, mengambil langkah konkret melalui kampanye Green Bloomery!, dengan melaksanakan program penanaman mangrove di pesisir Tambakrejo, Kota Semarang.
Sebagai brand yang tak hanya fokus pada cita rasa, Bloomery terus berupaya mengintegrasikan nilai keberlanjutan dalam kegiatan bisnisnya.
Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan program product bundling bertema lingkungan, di mana sebagian hasil penjualan produk selama periode tertentu dialokasikan untuk kegiatan penanaman pohon.
Menariknya, dalam salah satu periode kampanye tersebut, inisiatif ini juga bertepatan dengan kolaborasi bersama komunitas penggemar SEVENTEEN, “Carat”, yang turut menyalurkan donasi dalam rangka perayaan ulang tahun salah satu member, S.Coups.
Kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata bagaimana komunitas dapat berkontribusi pada gerakan hijau tanpa kehilangan nilai kebersamaan dan kreativitas khas anak muda.
Melalui kegiatan ini, Bloomery Patisserie tidak hanya berbagi kebahagiaan lewat produknya, tetapi juga menanamkan pesan bahwa setiap aksi kecil dapat membawa dampak positif bagi lingkungan.
Tentang Kampanye Green Bloomery!
Bloomery, yang dikenal sebagai merek Food & Beverages (F&B) spesialis dessert seperti mille crepe, cookies, dan hampers custom, menggandeng LindungiHutan untuk menjalankan program penanaman pohon mangrove di pesisir Tambakrejo Semarang.
Kegiatan kampanye ini bertajuk Green Bloomery! Telah dilaksanakan pada 27 September 2025 lalu di pesisir Tambakrejo, Kota Semarang. Kegiatan ini melibatkan 9 peserta dengan dukungan mitra penanaman Yazid dan penanggung jawab lapangan Aminul Ichsan.
Dalam aksi tersebut, sebanyak 1.177 batang pohon mangrove berhasil ditanam di area seluas 294 meter persegi, yang diperkirakan mampu menyerap sekitar 67,39 kilogram CO₂ setara (Kg CO₂eq) dari atmosfer.
Angka-angka ini mencerminkan komitmen nyata Bloomery dalam mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam identitas mereknya, sembari memberikan dampak positif terhadap lingkungan pesisir yang rentan abrasi.
Baca Juga: Pan&Co Tanam 247 Pohon Mangrove di 4 Lokasi Bersama LindungiHutan
Mengapa Lokasi Pesisir Tambakrejo?
Pesisir Tambakrejo terletak di Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara, Jawa Tengah. Sebagai desa nelayan, laut merupakan tumpuan hidup warga setempat.
Namun, sejumlah tantangan lingkungan menjadi nyata, di antaranya abrasi yang mengikis daratan, jarak pantai semakin dekat, banjir rob yang makin sering, dan tumpukan sampah di pesisir yang mengancam kesehatan warga.
Itulah mengapa penanaman kampanye Green Bloomery memiliki beberapa alasan strategi, baik dari sisi ekologi maupun sosial.
Salah satunya mangrove yang ditanam memiliki fungsi yang kokoh untuk menahan dan mengendapkan lumpur, sehingga mampu melindungi daratan dari laju abrasi dan hantaman ombak yang kian mengikis pesisir.
Dengan adanya lapisan akar yang padat, daratan menjadi lebih stabil, dan air laut tidak mudah menerobos hingga ke pemukiman warga.
Selain menjadi pelindung alami, penanaman mangrove juga berperan penting dalam menambah tutupan hijau di zona pesisir yang selama ini mengalami degradasi.
Kehadiran mangrove memperbaiki kualitas ekosistem laut di sekitarnya, menciptakan tempat yang ideal bagi ikan dan biota pesisir lainnya untuk berkembang biak.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat memulihkan produktivitas perikanan dan mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat nelayan.
Lebih dari sekadar upaya penghijauan, kampanye ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Program penanaman mangrove mendukung SDG 13 tentang aksi terhadap perubahan iklim, SDG 15 mengenai kehidupan di darat, serta SDG 1 dan SDG 8 yang masing-masing menyoroti pengentasan kemiskinan dan penyediaan pekerjaan layak bagi masyarakat sekitar.
Dengan memilih Tambakrejo sebagai lokasi kegiatan, kampanye Green Bloomery! bukan hanya menjadi simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga tindakan nyata yang menjawab tantangan ekologis dan sosial di kawasan pesisir Semarang.
Baca Juga: Pantai Tambakrejo, Kota Semarang: Abrasi dan Makam Tenggelam
Mangrove Rhizophora dan Manfaatnya
Kampanye Bloomery Patisserie telah menanaman jenis mangrove Rhizophora spp, kelompok mangrove yang sangat adaptif terhadap kondisi pesisir. Jenis ini tumbuh optimal pada tanah dengan tingkat keasaman (pH) antara 7,5 hingga 7,9, suhu udara berkisar 19–40°C.
Jenis mangrove ini dapat tumbuh dengan curah hujan tahunan sekitar 1.500–3.000 milimeter. Lingkungan pesisir dengan ketinggian rendah, yakni antara 0 hingga 50 meter di atas permukaan laut, menjadi habitat yang ideal bagi pertumbuhannya.
Dari sisi manfaat, Rhizophora memiliki peran ekologis dan sosial yang penting. Akar-akar kuatnya berfungsi sebagai penahan abrasi alami, melindungi daratan dari gelombang laut, serta membantu menstabilkan sedimen di kawasan pesisir.
Selain itu, tanaman ini juga berperan sebagai penyerap karbon yang efektif, membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.
Secara ekonomi, masyarakat pesisir kerap memanfaatkan kayu mangrove sebagai bahan bangunan, kayu bakar, maupun bahan dasar pembuatan arang.
Lebih jauh, riset menunjukkan bahwa mangrove jenis Rhizophora dapat memiliki kemampuan penyimpanan karbon yang signifikan.
Sebagai contoh, sebuah studi menyebut bahwa spesies mangrove di lokasi tertentu mampu menyimpan hingga ~47,37 kg CO₂ untuk satu spesies dalam periode tertentu.
Nature dan penelitian global menyebutkan bahwa mangrove termasuk kategori “blue carbon” – yaitu karbon yang disimpan di ekosistem laut/pesisir dengan potensi sangat tinggi.
Dampak dan Manfaat Program Penanaman Pohon
Kampanye Green Bloomery! tidak hanya berfokus pada kegiatan penanaman pohon semata, tetapi juga pada dampak berkelanjutan yang dihasilkan setelahnya. Apa saja manfaatnya?
Dampak Lingkungan
Dari segi lingkungan, kegiatan penanaman mangrove di Tambakrejo telah memberikan kontribusi langsung terhadap upaya penyerapan karbon dan mitigasi perubahan iklim.
Sebanyak 1.177 batang pohon ditanam di area 294 meter persegi, dengan estimasi serapan karbon mencapai 67,39 Kg CO₂eq.
Akar mangrove yang tumbuh di wilayah tersebut membantu memperkuat garis pantai dan menahan laju abrasi, sehingga mengurangi risiko banjir rob yang kerap mengancam pemukiman warga.
Selain itu, keberadaan mangrove juga menciptakan habitat yang lebih sehat bagi biota laut seperti ikan, kepiting, dan udang, yang pada akhirnya turut mendukung produktivitas tambak dan kelangsungan hidup komunitas nelayan di sekitarnya.
Dampak Sosial
Dari aspek sosial, program ini berhasil melibatkan masyarakat lokal secara aktif, baik dalam kegiatan pembibitan, penanaman, maupun pemantauan pertumbuhan pohon.
Keterlibatan ini tidak hanya memberikan tambahan penghasilan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap lingkungan pesisir.
Dengan berkurangnya ancaman abrasi dan banjir, kualitas hidup warga perlahan meningkat, termasuk lingkungan menjadi lebih bersih, akses menuju laut lebih aman, dan kesehatan masyarakat lebih terjaga.
Kolaborasi antara Bloomery Patisserie, mitra lokal, dan warga setempat juga membangun kepercayaan sosial yang kuat, memperlihatkan bahwa pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kampanye Green Bloomery! merupakan simbol kolaborasi antara LindungiHutan dan Bloomery Patisserie dalam menghadirkan perubahan nyata, yang hingga kini telah terjalin sebanyak tiga kali.
Dengan menanam 1.177 pohon mangrove di pesisir Tambakrejo, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat garis pantai dan menyerap karbon, tetapi juga menghidupkan kembali harapan bagi masyarakat pesisir.
Program ini menjadi bukti bahwa kegiatan bisnis dapat bersinergi dengan pelestarian alam tanpa mengorbankan nilai ekonomi.
Bagi mitra bisnis, bergabung dalam inisiatif ini berarti menjadi bagian dari gerakan yang membawa dampak sosial dan lingkungan secara terukur.
Bagi konsumen, setiap pembelian produk Bloomery Patisserie kini memiliki makna lebih, bukan sekadar menikmati kelezatan dessert, tetapi juga ikut menjaga Bumi.
Melalui kolaborasi dengan LindungiHutan, Bloomery Patisserie menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata yang tumbuh bersama masyarakat dan alam.
Ajak Perusahaan Anda Menjadi Bagian dari CollaboraTree
Langkah yang dilakukan Bloomery Patisserie menunjukkan bahwa kontribusi perusahaan, sekecil apa pun, dapat membawa dampak besar bagi bumi dan masyarakat.
Kini saatnya perusahaan/brand Anda ikut serta. Melalui program CollaboraTree dari LindungiHutan, aksi hijau tidak hanya menjadi kewajiban administratif, melainkan dapat diwujudkan sebagai warisan hijau yang memberi manfaat jangka panjang.
Ikuti jejak Bloomery Patisserie dalam membangun komitmen lingkungan melalui penanaman pohon bersama LindungiHutan. Mari bersama-sama menjaga Bumi untuk generasi mendatang.
