Scroll untuk baca artikel
Berita

BI ‘All Out’ Jaga Rupiah, Intervensi Sampai Hong Kong-New York

webmaster
1
×

BI ‘All Out’ Jaga Rupiah, Intervensi Sampai Hong Kong-New York

Share this article
bi-‘all-out’-jaga-rupiah,-intervensi-sampai-hong-kong-new-york
BI ‘All Out’ Jaga Rupiah, Intervensi Sampai Hong Kong-New York

Jakarta, CNN Indonesia

Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi besar-besaran demi menjaga stabilitas rupiah yang sempat babak belur hingga menembus level psikologis Rp17.400 per dolar AS pekan ini.

Example 300x600

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan intervensi dilakukan secara all out dengan mengandalkan cadangan devisa (cadev) hingga operasi di pasar global.

“Itu bukan business as usual, itu all out. Intervensi dalam jumlah besar dengan cadev yang ditunjukkan turun menjadi US$148,2 miliar,” ujar Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Posisi cadev Indonesia tercatat turun dari US$151,9 miliar pada Februari 2026 menjadi US$148,2 miliar pada Maret 2026. Meski turun, Perry memastikan jumlah tersebut masih lebih dari cukup untuk menopang kebutuhan eksternal Indonesia.

Menurut dia, posisi cadev saat ini setara pembiayaan 6 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional.

Perry mengatakan BI juga melakukan intervensi pasar secara agresif di berbagai pusat keuangan dunia, mulai dari Hong Kong, Singapura, London, hingga New York melalui transaksi non-deliverable forward (NDF) dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

“Kebijakan moneter tersebut juga didukung berbagai kebijakan 7 langkah stabilisasi rupiah diantaranya intervensi spot, NDF, DNDF di berbagai pusat dunia Singapura, Hong Kong, London, New York dan perkuat SRBI untuk perkuat aliran modal asing,” katanya.

Selain intervensi valas, BI juga memperkuat struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna menarik aliran modal asing serta membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Perry mencatat hingga 4 Mei 2026, bank sentral telah membeli SBN senilai Rp123,8 triliun sebagai bagian dari koordinasi moneter dan fiskal.

Ia juga mengklaim kondisi rupiah masih relatif stabil dibandingkan mata uang negara lain di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah.

“Nilai tukar rupiah juga stabil dengan langkah-langkah Bank Indonesia. Tingkat pelemahan rupiah juga terjaga sebanding dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Rupiah sempat menyentuh level Rp17.424 per dolar AS pada perdagangan Selasa (5/5), yang menjadi titik terlemah sepanjang sejarah perdagangan modern.

Namun, mata uang Garuda mulai menunjukkan penguatan dalam dua hari terakhir. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,29 persen ke level Rp17.330 per dolar AS pada perdagangan Kamis (7/5).

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)

Add as a preferred
source on Google