Berita

Berbakti kepada Orang Tua Saat Hidup dan Setelah Tiada

96
berbakti-kepada-orang-tua-saat-hidup-dan-setelah-tiada
Berbakti kepada Orang Tua Saat Hidup dan Setelah Tiada

Berbakti kepada orang tua adalah salah satu perintah utama dalam Islam yang mengajarkan umatnya untuk berbuat baik, taat, dan berusaha keras untuk menyenangkan hati kedua orang tua.

INDONESIAINSIDE.ID – Allah SWT menempatkan kedudukan orang tua sangat tinggi, bahkan setelah perintah untuk menyembah-Nya, Allah memerintahkan untuk berbuat baik kepada orang tua. Firman Allah SWT:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapakmu.” (QS. Al-Isra [17]: 23) Dalam ayat lainnya, Allah SWT juga berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS. An-Nisa [4]: 36)

Berbakti kepada orang tua tidak hanya saat mereka masih hidup, tetapi juga setelah mereka meninggal dunia. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

نَعَمْ. الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا (الدُّعَاءُ)، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِيفَاءٌ بِعُهُودِهِمَا مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا (رواه ابن ماجه)

“Ya, mendoakan mereka (kedua orang tua), memohonkan ampunan untuk mereka, melaksanakan janji mereka setelah mereka wafat, memuliakan teman mereka, dan menyambung silaturahim yang hanya bisa terjalin melalui mereka.” (HR. Ibnu Majah)

Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua
Berbakti kepada orang tua memiliki keutamaan yang besar dan ganjaran yang sangat besar di sisi Allah SWT. Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal yang paling dicintai oleh Allah. Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amal yang paling dicintai oleh Allah, beliau menjawab:

الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا

“Shalat pada waktunya.”

Kemudian beliau ditanya lagi, “Setelah itu apa?” Beliau menjawab:

بِرُّ الْوَالِدَيْنِ

“Berbakti kepada kedua orang tua.”

Setelah itu beliau ditanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab:

الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan dan Ganjaran Berbakti kepada Orang Tua

Ada beberapa keutamaan berbakti kepada orang tua:

Pertama, Ridha Allah Bergantung pada Ridha Orang Tua. Rasulullah SAW bersabda:

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ (رواه الترمذي)

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi)

Beliau juga bersabda:

مَنْ أَرْضَى وَالِدَيْهِ فَقَدْ أَرْضَى اللَّهَ، وَمَنْ أَسْخَطَ وَالِدَيْهِ فَقَدْ أَسْخَطَ اللَّهَ (رواه البخاري)

“Barang siapa yang membuat orang tuanya ridha, maka ia telah membuat Allah ridha, dan barang siapa yang membuat orang tuanya murka, maka ia telah membuat Allah murka.” (HR. Bukhari)

Kedua, Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu: Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW ingin ikut berjihad, tetapi Nabi SAW menyuruhnya kembali dan berbakti kepada ibunya. Nabi SAW bersabda:

وَيْحَكَ! الزَمْ رِجْلَهَا فَثَمَّ الْجَنَّةُ (رواه ابن ماجه)

“Celakalah kamu! Tetaplah di kaki ibumu, karena di sana (ada) surga.” (HR. Ibnu Majah)

Ketiga, Pahala Setara dengan Haji dan Umrah: Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan mengungkapkan keinginannya untuk berjihad, tetapi tidak mampu. Nabi SAW bersabda:

هَلْ بَقِيَ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ؟ قَالَ: أُمِّي. قَالَ: فَاسْتَأْذِنِ اللَّهَ فِي بَرِّهَا، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ وَمُعْتَمِرٌ وَمُجَاهِدٌ (رواه الطبراني)

“Apakah salah satu dari orang tuamu masih hidup?” Ia menjawab, “Ibuku.” Nabi SAW bersabda, “Maka berbaktilah kepadanya, jika kamu melakukannya, maka kamu seperti haji, umrah, dan berjihad.” (HR. Thabrani)

Keempat, Balasan Berbakti dari Anak-anak. Rasulullah SAW bersabda:

بِرُّوا آبَاءَكُمْ تَبَرُّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ، وَعِفُّوا تَعِفُّ نِسَاؤُكُمْ (رواه الطبراني والحاكم)

“Berbaktilah kepada orang tua kalian, maka anak-anak kalian akan berbakti kepada kalian, dan jagalah kesucian kalian, maka istri-istri kalian akan menjaga kesuciannya.” (HR. Thabrani dan Hakim)

Kelima, Berbakti kepada Orang Tua yang Bukan Muslim: Islam tetap mengajarkan berbakti kepada orang tua, bahkan jika mereka bukan muslim.

Sa’ad bin Abi Waqqas RA terkenal sangat berbakti kepada ibunya, meskipun ibunya bukan muslim. Ketika ibunya memaksanya untuk meninggalkan Islam, Sa’ad dengan tegas menolak namun tetap memperlakukan ibunya dengan baik. Allah SWT menurunkan ayat yang mendukung tindakan Sa’ad:

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15)

Aisyah RA juga pernah bertanya kepada Nabi SAW tentang ibunya yang non-muslim, apakah ia harus tetap berbakti? Nabi SAW menjawab:

نَعَمْ، صِلِي أُمَّكِ

“Ya, berbaktilah kepada ibumu.”

Ancaman bagi yang Durhaka kepada Orang Tua
Durhaka kepada orang tua adalah salah satu dosa besar yang sangat dilarang dalam Islam. Allah SWT berfirman:

فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, tetapi ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra: 23) Rasulullah SAW bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ: الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ… (متفق عليه).

“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar: menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain, beliau juga bersabda:

كُلُّ الذُّنُوبِ يُؤَخِّرُ اللَّهُ مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا عُقُوقَ الْوَالِدَيْنِ، فَإِنَّ اللَّهَ يُعَجِّلُهُ لِصَاحِبِهِ فِي الْحَيَاةِ قَبْلَ الْمَمَاتِ (رواه البخاري)

“Semua dosa akan ditunda oleh Allah hingga hari kiamat, kecuali durhaka kepada kedua orang tua. Sesungguhnya Allah akan menyegerakan hukumannya bagi pelakunya di dunia sebelum mati.” (HR. Bukhari)

Berbakti kepada orang tua adalah salah satu amalan utama yang sangat ditekankan dalam Islam. Melalui berbakti kepada mereka, seorang muslim tidak hanya mendapatkan ridha Allah, tetapi juga meraih berbagai keberkahan dan kebaikan di dunia dan akhirat. (MBS)

Exit mobile version