Scroll untuk baca artikel
GenZ

Benarkah Ngecas HP Semalaman Bisa Merusak Baterai?

5
×

Benarkah Ngecas HP Semalaman Bisa Merusak Baterai?

Share this article
benarkah-ngecas-hp-semalaman-bisa-merusak-baterai?
Benarkah Ngecas HP Semalaman Bisa Merusak Baterai?

Mitos atau fakta kalau ngecas hp semalaman bisa buat baterai ponsel cepat rusak?

Benarkah Ngecas HP Semalaman Bisa Merusak Baterai?

Example 300x600

Ada banyak pengguna ponsel pintar hari ini yang punya kebiasaan ngecas HP semalaman, lalu mencabutnya keesokan hari. Kebiasaan ini sendiri memunculkan banyak statement yang menyebutkan kebiasaan charging ini berpotensi merusak baterai pada ponsel. Namun, benarkah hal tersebut?

Ulasan kami kali ini akan mengungkap mitos dan fakta seputar ngecas HP semalaman ini, sehingga kamu bisa memutuskan sendiri apakah kebiasaan ini sah dilakukan atau harus dihentikan. Penasaran?

Simak ulasan mitos dan faktanya di bawah ini!

Mitos : Ngecas HP Semalaman Pasti Membuat Baterai Rusak

ngecas hp semalaman apakah aman

Sumber gambar: canva.com

HP modern tidak bekerja seperti baterai lama yang terus-menerus menerima daya tanpa kendali ketika sudah penuh.

Perangkat masa kini punya sistem pengelolaan daya yang mengatur arus dan tegangan selama proses charging. Ketika baterai sudah mencapai tingkat penuh, proses pengisian tidak berlangsung dengan cara yang sama seperti ketika baterai masih dalam kondisi rendah.

Bahkan Apple pernah menjelaskan bahwa iPhone otomatis berhenti mengisi daya ketika baterai mencapai kapasitas penuh . Jika level baterai kemudian turun, pengisian bisa dilanjutkan kembali.

Ponsel Samsung juga menerapkan mekanisme perlindungan serupa. Pada mode perlindungan dasar tertentu, misalnya, pengisian berhenti ketika baterai mencapai 100% dan kembali mengisi ketika levelnya turun sekitar 95%.

Jadi, membiarkan HP terhubung ke charger sepanjang malam tidak berarti baterai terus dipaksa menerima arus penuh selama delapan jam.

Fakta: Terlalu Lama di 100% Bisa Mempercepat Penuaan Baterai

baterai hp rusak

Sumber gambar: canva.com

Meski tidak mengalami overcharging dalam pengertian sederhana, baterai lithium-ion tetap bisa mengalami degradasi seiring waktu.

Salah satu faktor yang berpengaruh adalah state of charge (SoC) atau tingkat pengisian baterai. Berada pada tingkat pengisian yang tinggi dalam waktu lama bisa memberikan tekanan lebih besar pada baterai.

Kondisi tersebut menjadi lebih penting jika perangkat juga mengalami panas. Karena itu, sejumlah produsen kini menyediakan fitur yang memungkinkan pengguna membatasi pengisian daya.

Misalnya, pada iPhone 15 dan model yang lebih baru, misalnya, pengguna bisa mengatur batas pengisian, termasuk 80%. Tujuannya adalah mengurangi waktu baterai berada dalam kondisi penuh, terutama bagi pengguna yang sering mengisi daya atau membiarkan perangkat terhubung ke charger dalam waktu lama.

Mitos: HP Akan Terus Mengisi Daya Setelah Mencapai 100%

apakah baterai hp terus mengisi daya setelah penuh

Sumber gambar: canva.com

Angka 100% pada layar HP bukan berarti charger terus memasukkan energi ke baterai dengan kecepatan penuh sepanjang malam. Sistem manajemen baterai akan mengatur proses pengisian berdasarkan kondisi baterai dan temperatur perangkat.

Pada iPhone, pengisian diperlambat ketika mendekati 80% dan sistem bisa menghentikan sementara pengisian. Sedangkan pada Samsung, dalam mode perlindungan tertentu, pengisian juga bisa berhenti setelah baterai mencapai batas yang ditentukan.

Jadi, istilah “overcharge” sering kali digunakan secara kurang tepat ketika membahas kebiasaan mengecas HP semalaman.

Fakta: Panas Adalah Salah Satu Musuh Baterai

baterai hp panas

Sumber gambar: canva.com

Jika ada satu hal yang perlu kamu perhatikan saat mengecas HP, temperatur adalah salah satunya.

Bahkan Apple menyarankan pengguna menghindari penggunaan atau pengisian iPhone pada suhu lingkungan di atas 35°C. Temperatur yang terlalu tinggi bisa berdampak buruk terhadap masa pakai baterai.

Karena itu, kondisi saat HP dicas juga penting.

Mengecas semalaman di ruangan yang sejuk dan punyai ventilasi baik tentu berbeda dengan mengecas HP di bawah bantal, tertutup selimut, di dalam mobil yang panas, atau di tempat dengan sirkulasi udara buruk.

Jadi, bukan durasi delapan jamnya saja yang perlu diperhatikan. Panas yang terakumulasi selama charging juga bisa menjadi masalah.

Mitos: Baterai Harus Dikosongkan Sampai 0% Sebelum Dicas

berapa persen harus cas hp

Sumber gambar: canva.com

Kebiasaan sengaja menghabiskan baterai sampai 0% sebelum mengecas sebenarnya tidak diperlukan untuk baterai lithium-ion modern.

Di sini, pengisian sebagian tidak merusak baterai. Siklus pengisian juga tidak dihitung berdasarkan berapa kali kamu mencolokkan charger. Satu siklus terjadi ketika kamu sudah menggunakan total 100% kapasitas baterai, meskipun penggunaannya berlangsung secara bertahap.

Misalnya, kamu menggunakan 75% kapasitas pada hari pertama dan 25% pada hari berikutnya. Secara kumulatif, penggunaan tersebut setara dengan satu siklus pengisian.

Jadi, tidak perlu menunggu baterai sampai benar-benar habis sebelum mengecasnya. Untuk penggunaan sehari-hari, mengisi baterai sebagian adalah hal yang wajar.

Fakta : Fitur Optimasi Charging Memang Dibuat untuk Pengguna yang Sering Ngecas Semalaman

fitur optimasi charging

Sumber gambar: canva.com

Produsen smartphone tentu tahu bahwa banyak pengguna punya kebiasaan mengisi daya sebelum tidur. Karena itu, sejumlah perangkat modern punya fitur yang dirancang untuk mengurangi waktu baterai berada pada kondisi penuh.

Misalnya, pada IPhone, Optimized Battery Charging bisa menahan pengisian di sekitar 80% untuk sementara, kemudian melanjutkannya hingga penuh mendekati waktu pengguna biasanya mencabut charger.

Sistem ini mempelajari pola pengisian perangkat sehingga pengisian 100% bisa dilakukan ketika memang diperkirakan dibutuhkan.

Produsen lain, seperti Samsung juga punya fitur Bettery Protection, termasuk opsi yang dirancang untuk mengurangi waktu perangkat berada dalam kondisi pengisian tinggi saat pengguna tidur.

Artinya, masalahnya bukan sekadar “HP dicas semalaman”.

Yang lebih penting adalah bagaimana perangkat mengelola tingkat pengisian dan temperatur selama periode tersebut.

Mitos: Baterai Harus Selalu Diisi Sampai 100%

apakah baterai hp harus 100 persen

Sumber gambar: canva.com

Mengisi baterai sampai 100% sebenarnya tidak otomatis buruk.

Jika kamu membutuhkan daya maksimal untuk beraktivitas sepanjang hari, mengisi sampai penuh tentu masuk akal. Namun, jika tujuanmu adalah membantu memperpanjang usia baterai dalam jangka panjang, membatasi tingkat pengisian bisa menjadi salah satu pilihan.

Jadi, 100% bukan angka yang harus ditakuti, tetapi juga bukan angka yang wajib dicapai setiap kali mengecas HP.

Cara Aman Ngecas HP Semalaman

cara cas hp agar awet

Sumber gambar: canva.com

Jika kamu tetap nyaman mengecas HP semalaman atau sebelum tidur, tidak perlu mengubah kebiasaan secara drastis. Beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu menjaga kondisi baterai tetap awet;

  1. Gunakan adapter dan kabel charger yang kompatibel serta berkualitas baik.
  2. Jangan mengecas HP di bawah bantal atau selimut karena panas bisa lebih sulit keluar.
  3. Letakkan HP di permukaan yang memungkinkan sirkulasi udara.
  4. Aktifkan fitur Optimized Battery Charging, Charge Limit, atau Battery Protection jika tersedia.
  5. Hindari mengecas ketika perangkat sudah terasa terlalu panas.
  6. Tidak perlu menunggu baterai mencapai 0% sebelum mengisi daya.
  7. Jika tidak membutuhkan kapasitas penuh, pertimbangkan menggunakan batas pengisian yang tersedia pada perangkat.

Jadi, Benarkah Ngecas HP Semalaman Bisa Merusak Baterai?

apakah boleh cas hp semalaman

Sumber gambar: canva.com

Jadi, klaim bahwa ngecas HP semalaman pasti merusak baterai adalah MITOS.

Smartphone modern sudah punya sistem manajemen pengisian yang bisa mengatur atau menghentikan proses charging ketika baterai mencapai tingkat tertentu. Jadi, jika kamu sesekali ketiduran dan baru mencabut charger pada pagi hari, tidak perlu langsung khawatir.

Namun, bukan berarti kebiasaan tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap kesehatan baterai.

Baterai yang terlalu lama berada pada tingkat pengisian tinggi, terutama jika disertai temperatur panas, bisa mempercepat degradasi baterai lithium-ion.

Karena itu, kalau ingin menjaga baterai tetap sehat lebih lama, gunakan fitur Battery Protection yang tersedia, pastikan HP punya sirkulasi udara yang baik, dan hindari kebiasaan yang membuat perangkat terlalu panas saat charging.

Jadi, masalahnya bukan semata-mata “berapa jam HP dicas”, tetapi kombinasi antara tingkat pengisian, temperatur, dan pola penggunaan dalam jangka panjang. Gimana dengan kamu?

Masih mau ngecas HP semalaman?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Senior content writer – Wordsmith with 10 years experience. I do write everything; lifestyle, technology, finance, economic, entertainment, business, viral things, etc.

Editor

Seorang SEO Specialist dan Editor dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam optimasi website, pengelolaan konten, dan peningkatan performa SEO secara organik.