Scroll untuk baca artikel
Sepakbola

Bek Tangguh Victor Igbonefo Bicara soal Deretan Striker Paling Sulit Dilawan di Liga Indonesia sampai Gelar Juara Paling Berkesan

webmaster
2
×

Bek Tangguh Victor Igbonefo Bicara soal Deretan Striker Paling Sulit Dilawan di Liga Indonesia sampai Gelar Juara Paling Berkesan

Share this article
bek-tangguh-victor-igbonefo-bicara-soal-deretan-striker-paling-sulit-dilawan-di-liga-indonesia-sampai-gelar-juara-paling-berkesan
Bek Tangguh Victor Igbonefo Bicara soal Deretan Striker Paling Sulit Dilawan di Liga Indonesia sampai Gelar Juara Paling Berkesan

Bola.com, Jakarta – Tak terbantahkan lagi, Victor Igbonefo merupakan salah satu pemain yang paling sukses di kancah persepakbolaan nasional.

Pemilik nama lengkap Victor Chukwuekezie Igbonefo asal Nigeria yang kemudian menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) ini setidaknya bertabur lima bintang Liga Indonesia. Itu ia peroleh saat bermain bersama Persipura Jayapura dan Persib Bandung.

Example 300x600

Victor Igbonefo tiba di Indonesia pada 2004 dan tak lama berselang langsung bergabung dengan Persipura. Sejak saat itu, kariernya di kasta teratas Indonesia mengalir sampai ke Bandung, Pelita Jaya, serta Arema Cronus.

Selain di Indonesia, bek tangguh kelahiran 10 Oktober 1985 juga pernah bermain di Liga Thailand sebelum akhirnya menyudahi karier profesionalnya di Persib usai tim berjuluk Maung Bandung menggondol gelar back to back pada 2025.

Dikenal sebagai tukang jagal tersangar di masa jayanya, eks pemain Timnas Indonesia itu pastinya punya pengalaman yang tak terlupakan tentang deretan striker yang pernah ia lawan, terlebih saat mengawali kariernya bersama Mutiara Hitam.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Deretan Striker Berbahaya yang Dihadapi Victor Igbonefo

Via kanal YouTube GOAT (Greg On A Talk) besutan Greg Nwokolo, Victor Igbonefo mengenang sejumlah striker yang menurutnya sangat berbahaya.

“Aku cerita sedikit. Waktu kita bermain, sesuatu yang tidak kita lihat di kompetisi sekarang. Waktu itu kami melawan Persija. Ada kamu (Greg Nwokolo), ada Bambang Pamungkas, ada Agu Casmir. Selalu ada satu tim yang punya striker yang mematikan,” kata Igbonefo.

“Kalau kamu melihat Sriwijaya FC, ada Ngon A Djam, Anoure Obiora. Di Arema ada Franco Hita, Émile Mbamba”.

“Setiap tim punya trio striker yang luar biasa bahaya. Di tim kami Persipura ada Boaz Solossa, Jeremy Meraudje, ada Beto Gonçalves,” tambahnya. 

Menurut Igbonefo, ia harus kerja ekstra keras untuk mematikan pergerakan striker-striker tersebut. Ia juga menyebutkan, saat ini sangat jarang ada tim Liga 1 yang punya tiga tombak sekaligus.

“Bagi kita, sebagai defender, hampir setiap tim tadi punya tiga striker yang sangat berbahaya. Tapi sekarang, kita jarang melihatnya di sepak bola Indonesia, di mana satu tim punya tiga penyerang yang mematikan. Mungkin beberapa tahun lalu ada banyak, tapi sekarang kurang,” tukas Igbonefo.

Terkait trofi yang paling berkesan yang diraih, Igbonefo mengatakan saat ia berjaya bersama Persipura Jayapura, menjadi yang terbaik di musim 2005.

“Tentu saja yang pertama, 2005. Karena aku datang ke Persipura 2004. Aku sangat bahagia karena kita bisa keluar dari degradasi kita survive dan musim depannya kita juara. Jadi itu pengalaman yang sangat luar biasa,” tandas Igbonefo.

Perbandingan Sepak Bola Indonesia dengan Thailand

Punya pengalaman di Thailand cukup lama, Igbonefo kemudian membandingkan sepak bola Negeri Gajah Putih dengan Indonesia.

“Aku pikir mereka punya visi. Aku masih ingat waktu di Thailand, mereka mengikuti tradisi Jepang dan punya jangka panjang. Itu membantu kompetisi mereka. Kamu bisa lihat di Thailand, kalau liga dimulai dan akan selesai delapan atau sembilan bulan itu akan selesai. Tapi, dulu di sini, belum tentu selesai 11 bulan,” ujar Igbonefo.

“Dan Thailand punya banyak kompetisi. Itu yang membuat Thailand sangat maju daripada Indonesia. Karena di sini kita cuma punya liga. Tapi, beberapa tahun lalu, waktu kita dulu masih bermain, ada Copa Indonesia. Itu sangat memambatu,” pungkas Igbonefo.

Yuk Lihat Peta Persaingan