Teknologi

Bambang Andri Irawan dan Fondasi Digital Maybank Indonesia di Era ROAR30

2
bambang-andri-irawan-dan-fondasi-digital-maybank-indonesia-di-era-roar30
Bambang Andri Irawan dan Fondasi Digital Maybank Indonesia di Era ROAR30

Pada Januari 2026, Maybank Group meluncurkan ROAR30, strategi lima tahun hingga 2030 dengan investasi teknologi sebesar RM10 miliar. Dananya diarahkan ke arsitektur cloud dan AI, modernisasi core banking, alat produktivitas karyawan, dan pengalaman digital nasabah.

Bagi Indonesia, ada satu detail yang penting. Pengembangan digital Maybank ke depan dirancang di tingkat grup dan regional, dan Indonesia kemungkinan menjadi pasar pertama yang menerimanya, sebelum Malaysia dan Singapura. Di Maybank Indonesia, kesiapan menerima platform baru itu berada di wilayah Bambang Andri Irawan, Direktur IT & Digital.

Dua Dekade di Teknologi Perbankan

Bambang Andri Irawan menjabat Direktur IT & Digital Maybank Indonesia sejak 15 November 2022, dan diangkat kembali untuk masa jabatan 2025 sampai 2028. Kariernya di teknologi perbankan dimulai pada 2001:

  • 2001 sampai 2010: berbagai peran teknologi di Bank Niaga, Bank Mega, Bank Danamon, dan Barclays Indonesia, mulai dari pengembangan TI, retail banking support, customer touchpoints, hingga e-channels.
  • 2010 sampai 2018: Bank Commonwealth Indonesia, antara lain sebagai Head of IT Application Management dan Head of Technology.
  • 2018 sampai 2022: Director of Operations & Technology di Bank QNB Indonesia.

Pengalaman di aplikasi, kanal digital, dan operasional dari berbagai bank ini relevan dengan tugas yang kini dihadapi Maybank Indonesia: menyiapkan fondasi lokal untuk platform yang dirancang secara regional.

Fondasi yang Sudah Disiapkan

Maybank Indonesia tidak memulai dari nol. Kepada Tirto pada Desember 2025, Bambang menjelaskan bahwa bank telah meremajakan infrastruktur intinya selama empat tahun terakhir, mulai dari core banking, keamanan siber, hingga kapasitas backend, sambil memperkuat SDM teknologi.

Head of Digital Banking Maybank Indonesia, Charles Budiman, menambahkan bahwa persaingan di Indonesia sangat ketat, dengan sekitar 106 bank. Tahun 2026 disiapkan sebagai fase akselerasi, dengan data analytics, generative AI, dan otomasi sebagai penggerak utama.

Mengapa Indonesia Berpeluang Duluan

President dan Group CEO Maybank, Datuk Seri Khairussaleh Ramli, menyebut Indonesia bisa menjadi pasar pertama untuk menangkap peluang bisnis dari platform baru grup. Indonesia dinilai sebagai pasar yang tumbuh cepat dan melek digital, tempat yang tepat untuk menjalankan dan menyempurnakan teknologi baru. Platform perbankan bisnis Maybank2E versi baru juga dijadwalkan masuk ke Indonesia pada 2026.

Di Saat yang Sama, Menjadi Grup Keuangan

Pada 16 September 2025, OJK menyetujui Maybank Indonesia sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) operasional. Pada Juni 2026, pemegang saham menyetujui pengambilalihan Maybank Sekuritas Indonesia, Maybank Asset Management, dan Asuransi Etiqa Internasional Indonesia. Grup ini juga mencakup Maybank Indonesia Finance dan WOM Finance.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyebut tujuannya agar nasabah dapat mengakses solusi keuangan Maybank yang lebih lengkap dalam satu ekosistem. Per Agustus 2026, total aset Maybank Indonesia mencapai Rp197,14 triliun.

Pekerjaan Lokal di Balik Platform Regional

Menurut pandangan tim riset Sagara Technology, platform yang dirancang secara regional tetap harus bekerja dengan ekosistem lokal Indonesia: QRIS, BI-FAST, standar SNAP Bank Indonesia, dompet digital, biller, dan regulasi OJK. Pekerjaan yang muncul antara lain:

  • Lokalisasi dan integrasi: menyambungkan platform regional ke sistem pembayaran dan mitra lokal.
  • Pengujian: menguji rilis regional terhadap skenario dan regulasi Indonesia.
  • Migrasi: memindahkan nasabah ke platform baru tanpa gangguan layanan.
  • Integrasi grup: menyatukan layanan bank, sekuritas, manajemen aset, asuransi, dan pembiayaan.

Ketika rollout grup berjalan cepat, kapasitas tim lokal menentukan seberapa mulus semuanya diterima nasabah. Tim riset Sagara Technology menyebut jarak antara kecepatan rollout dan kapasitas eksekusi ini execution gap.

Penutup

Banyak bank di Indonesia dimiliki grup regional yang kini merancang teknologinya secara terpusat. Platform regional membawa skala dan kecepatan, tetapi keberhasilannya di Indonesia tetap ditentukan oleh fondasi dan tim lokal yang menyiapkannya. Dengan infrastruktur inti yang sudah diremajakan, Maybank Indonesia berada di posisi yang baik untuk menjadi pasar pertama, asalkan kapasitas eksekusinya siap mengimbangi kecepatan grup.

Sumber referensi

Ditulis oleh Tim Riset Sagara Technology.

Exit mobile version