Scroll untuk baca artikel
Berita

Bahan Pangan Mahal, Makan Bergizi Gratis Dibutuhkan Siswa

120
×

Bahan Pangan Mahal, Makan Bergizi Gratis Dibutuhkan Siswa

Share this article
bahan-pangan-mahal,-makan-bergizi-gratis-dibutuhkan-siswa
Bahan Pangan Mahal, Makan Bergizi Gratis Dibutuhkan Siswa

Ilustrasi makan siang di sekolah. Dok. Antara

Ilustrasi makan siang di sekolah. Dok. Antara

Example 300x600

Indonesiainside.id- Direktur Yayasan Kegizian Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI), Nina Sardjunani, menyampaikan, banyak kelompok miskin menderita karena tidak mampu membeli bahan pangan sehat karena mahal. Harga pangan sehat 66% lebih mahal dibandingkan makanan yang kurang bernutrisi.

“Hal itu membuat program makan bergizi gratis sangat dibutuhkan siswa,” ujar dalam Economist Gathering: The Urgency of Investing in Children during Prabowo Presidency di Jakarta, Selasa (30/7/2024).

Nina menekankan, Kurang Gizi Mikro (KGM) pada anak berpotensi mengakibatkan gangguan ental, kesehatan, menurunnya partisipasi sekolah, dan kemiskinan. Hal ini tentu mempengaruhi perekonomian Indonesia kedepannya.

Penyediaan makanan bergizi tidak hanya dipenuhi oleh zat gizi makro (protein dan karbohidrat). Hal penting adalah kebutuhan mikronutrisi seperti vitamin dan mineral (hidden hunger).

“Selain itu, kemiskinan yang tidak terlihat juga menjadi masalah,” kata Nina.

Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Laode Masihu Kamaluddin, menerangkan, makan bergizi merupakan solusi tepat untuk membangun kualitas pertumbuhan anak agar menjadi siswa unggulan.

Laode juga menyoroti pendidikan saat ini yang masih urban biased education. Menurutnya, pendidikan di masa depan justru harus rural biased education, karena pada dasarnya pendidikan hanya satu jalan yang untuk mencerdaskan.

Pada kesempatan yang sama, Ekonom Senior Advisor untuk TNP2K, Vivi Alatas, mengatakan, meningkatkan persalinan anak yang aman, mengatasi stunting dan perkembangan kognitif penting untuk memastikan awal yang baik dalam hidup bagi anak-anak.

“Salah satu yang diperlukan untuk melakukannya adalah dengan reformasi kebijakan untuk meningkatkan hasil pendidikan harus fokus pada akses dan kualitas pendidikan,” tutur Vivi.

Vivi juga menyoroti pentingya desain mekanisme graduasi program pengentasan kemiskinan. Hal tersebut dilakukan dengan memastikan adanya reformasi kelembagaan pelaksanaan bantuan sosial dan menyusun Sistem Pensasaran Nasional terpadu yang dapat memastikan satu sumber pendataan.

Menurut Vivi, Sistem on-demand merupakan komponen penting dari sistem perlindungan sosial, dalam hal ini teknologi memainkan peran penting untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi.

“Dalam pengembangan perlindungan sosial ke depan penting juga untuk memikirkan juga demand side-nya, bukan hanya supply side,’ ujarnya.