- Rishi Sunak mengatakan nasihatnya untuk putri remajanya adalah menguasai literasi AI dan keterampilan manusia.
- Mantan perdana menteri Inggris ini mengatakan keterampilan seperti empati dan berpikir kritis akan selalu penting.
- Sunak mengatakan setiap orang harus terbiasa mengelola agen AI “dalam waktu yang relatif cepat.”
Di era AI, mantan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak memberikan nasihat yang sangat manusiawi dalam mencari pekerjaan untuk kedua putrinya yang masih remaja.
Intinya adalah: Anda mungkin akan segera mengelola sebuah Saya punya bottapi itu tidak berarti Anda sendiri harus menjadi robot.
Berbicara di Forum Ekonomi Baru Bloomberg di Singapura pada hari Rabu, Sunak mengatakan hal ini “penting” bagi masyarakat untuk menguasainya “Keterampilan literasi AI” agar tidak kehilangan perannya di tangan orang yang mahir menggunakan AI.
Selain menggunakan alat AI, dia mengatakan nasihatnya kepada putrinya adalah mengembangkan keterampilan “interaksi antarmanusia” seperti empati dan berpikir kritis.
“Kita tidak akan pernah kehilangan pentingnya kemampuan berpikir, bernalar, dan bertanya secara kritis, jadi menurut saya keterampilan tersebut akan sangat penting untuk dikembangkan oleh generasi muda kita,” kata Sunak, yang menambahkan bahwa pandangannya tentang keterampilan dan pasar kerja didasarkan pada karya para ekonom Stanford serta data LinkedIn.
“Jadi saya akan memastikan bahwa anak-anak perempuan saya meluangkan waktu untuk mengembangkan keterampilan tersebut seiring mereka tumbuh dewasa,” tambahnya.
Komentar Sunak datang dari para pemimpin teknologi, seperti CEO Antropis Dario Amodeitelah memperingatkan bahwa AI dapat menekan pasar kerja tingkat awal bagi pekerja kerah putih. Sejak masa jabatannya sebagai perdana menteri Inggris berakhir pada Juli 2024, Sunak telah mengambil peran sebagai penasihat di Microsoft, Anthropic, dan Goldman Sachs.
Mantan perdana menteri juga bergabung semakin banyak orang yang memperkirakan bahwa para pekerja harus belajar bagaimana caranya mengelola tim agen AIyaitu program perangkat lunak yang dapat menangani tugas secara mandiri.
“Setiap orang, apakah Anda lulusan baru atau pemimpin senior, harus terbiasa mengelola tim agen,” katanya, seraya menambahkan bahwa “era agen akan datang relatif cepat.”
Dia mengatakan bahwa “lulusan yang sangat muda” harus memahami apa artinya mengelola tim agen AI, seperti bagaimana mereka membagi tugas dan bagaimana memverifikasi keakuratan pekerjaan yang mereka lakukan.
“Menurut saya, diperlukan pola pikir untuk terus belajar dan terus ingin tahu,” kata Sunak.
Saat menjadi perdana menteri, Sunak menjadi tuan rumah pertama di Inggris KTT Keamanan AI pada tahun 2023, yang menarik politisi seperti Wakil Presiden AS Kamala Harris dan para pemimpin teknologi seperti Elon Musk dan Sam Altman.
Berbicara di acara BloombergSunak mengatakan bahwa tidak ada salahnya bagi negara-negara untuk mengadopsi AI dengan cepat dan aman. Ia menganjurkan regulasi lepas tangan terhadap AI dan mengatakan bahwa pemerintah sebaiknya bekerja sama dengan laboratorium AI untuk mengevaluasi risiko teknologi tersebut.
Baca selanjutnya

