Apa yang disampaikan Marcos berbeda dengan pelatih-pelatih sebelumnya. Beberapa pelatih sebelumnya meminta manajemen untuk membuat pemusatan latihan. Namun, tidak demikian dengan Marcos. Pelatih 46 tahun ini tidak memaksa manajemen untuk menggelontorkan dana besar untuk pemusatan latihan.
Karena latihan di Malang dirasa sudah cukup. Mereka juga bisa lebihd dekat kembali dengan suporter, Aremania. Karena sejak Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu Arema jadi tim musafir. Sehingga mereka lebih sering berada di luar kota. Seperti Jakarta, Bali dan Blitar.
Namun, musim ini Singo Edan sejak awal bermain di Malang. Menarik untuk ditunggu seberapa besar Aremania yang akan datang. Karena awal musim lalu, hanya segelintur Aremania yang datang memberi dukungan langsung di Stadion Kanjuruhan. Apalagi, hasilnya Singo Edan dua kali kalah di stadion tersebut.






