Jakarta, CNN Indonesia —
Pemandangan menarik tampak di balik jersey Erling Haaland saat membawa Timnas Norwegia melumat Irak 4-1 pada laga pembuka mereka di Piala Dunia 2026.
Alih-alih hanya menggunakan nama “Haaland” seperti di Manchester City, sang striker memilih menyematkan nama “Braut Haaland” di jersey Timnas Norwegia.
Keputusan penyerang berusia 25 tahun itu langsung memicu rasa penasaran fans. Usut punya usut, penambahan nama tersebut merupakan bentuk penghormatan Haaland kepada kedua orang tuanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, penyematan tambahan nama “Braut” sekaligus mencerminkan adat budaya di Norwegia yang lumrah menggabungkan nama dari garis ibu dan ayah.
Melansir BBC, nama “Braut” diambil dari ibunya, Gry Marita Braut, yang merupakan mantan atlet srikandi heptathlon elite. Sementara “Haaland” berasal dari sang ayah, Alf-Inge Haaland, mantan bek tangguh Leeds United dan Manchester City.
Dalam wawancara resmi bersama media Piala Dunia, Haaland pun menegaskan identitas lengkapnya dengan melafalkan namanya sendiri sebagai Erling Braut Haaland.
Penggunaan nama ganda ini sebenarnya bukan hal baru, karena ia sempat memakainya saat masih berseragam Red Bull Salzburg dan Borussia Dortmund, sebelum akhirnya sempat ia tanggalkan saat hijrah ke Inggris.
Mengenakan nama “Braut Haaland” di jersey Timnas Norwegia, Haaland mampu tampil trengginas di lapangan. Skuad Skandinavia yang baru kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun itu sukses tampil digdaya.
Haaland menjadi bintang lapangan dengan memborong dua gol. Ia membuka keunggulan Norwegia pada menit ke-30, sebelum striker Irak Aymen Hussein menyamakan kedudukan sepuluh menit berselang.
Namun, Haaland langsung merespons cepat dengan mencetak gol keduanya pada menit ke-43 untuk membawa Norwegia memimpin 2-1, yang sekaligus menjadi gol internasional ke-57 sepanjang kariernya.
Norwegia akhirnya mengunci kemenangan telak 4-1 setelah Leo Ostigard mencetak gol ketiga memanfaatkan sepak pojok Martin Odegaard pada menit ke-76, disusul gol bunuh diri dari Aymen Hussein di masa injury time babak kedua.
(wiw/wiw)







