Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat abadi. Allah menurunkan Al-Qur’an bukan kepada raja atau pemimpin dunia, melainkan kepada Rasul terakhir dan terbaik di antara seluruh nabi, Muhammad SAW.
INDONESIAINSIDE.ID – Mukjizat Al-Qur’an terus diperbarui dan keajaibannya semakin nyata, menantang mereka yang menentangnya dengan gaya bahasa dan maknanya yang menakjubkan. Pengaruhnya meresap dalam jiwa orang-orang beriman dan menginspirasi mereka.
Nabi Muhammad SAW, seorang nabi yang tidak bisa membaca dan menulis, menantang semua lawan yang menentangnya dengan Al-Qur’an dan mengalahkan mereka dengan izin Allah, sementara Al-Qur’an terus meninggi karena merupakan kalam Allah yang suci.
Mukjizat yang Abadi
Tidak seperti propaganda media dan sanjungan yang berlebihan kepada tokoh-tokoh dunia, Al-Qur’an tetap menjadi mukjizat yang hidup karena diturunkan oleh Pencipta langit dan bumi. Allah berfirman:
نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ * عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ * بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ
“Dibawa turun oleh Ruhul Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 193-195).
Tantangan bagi Seluruh Manusia
Al-Qur’an menantang seluruh manusia, baik Arab maupun non-Arab, manusia maupun jin. Para penentang Al-Qur’an mengklaim bahwa Nabi Muhammad SAW belajar Al-Qur’an dari seorang manusia. Allah menjawab tuduhan mereka dengan firman-Nya:
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ
“Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: ‘Sesungguhnya Al-Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).’ Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad belajar kepadanya) adalah bahasa ‘Ajam, sedang Al-Qur’an adalah dalam bahasa Arab yang jelas.” (QS. An-Nahl [16]: 103).
Tantangan untuk Meniru Al-Qur’an
Al-Qur’an menantang seluruh manusia dan jin untuk membuat yang serupa dengannya. Allah berfirman:
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.’” (QS. Al-Isra: 88).
Bahkan musuh-musuh terbesar Al-Qur’an di zaman Nabi Muhammad SAW mengakui kehebatan dan keajaiban Al-Qur’an. Utbah bin Rabi’ah, seorang ahli bahasa Arab yang fasih, mengakui:
“Demi Allah, aku telah mendengar sebuah perkataan yang belum pernah aku dengar yang serupa dengannya. Demi Allah, itu bukanlah sihir, bukan pula syair, dan bukan pula ramalan. Demi Allah, perkataan ini akan membawa berita besar.”
Tantangan untuk Meniru Sebagian Al-Qur’an
Tidak hanya menantang seluruh Al-Qur’an, Allah juga menantang manusia untuk membuat sepuluh surah yang serupa:
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Artinya: “Bahkan mereka mengatakan: ‘Muhammad telah membuat-buat Al-Qur’an itu.’ Katakanlah: ‘(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surah yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kalian sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kalian memang orang-orang yang benar.’” (QS. Hud: 13).
Tantangan dengan Satu Surah
Ketika manusia tetap tidak mampu menandingi Al-Qur’an, Allah menurunkan tantangannya menjadi hanya satu surah:
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ * فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
“Dan jika kalian (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surah yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolong kalian selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar. Maka jika kalian tidak dapat membuatnya – dan pasti kalian tidak akan dapat membuatnya – maka takutlah kalian kepada neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah [2]: 23-24).
Al-Qur’an adalah mukjizat abadi yang menantang semua manusia dan jin untuk menirunya. Dengan keindahan bahasa, kedalaman makna, dan keajaiban ilmiah yang terkandung di dalamnya, Al-Qur’an tetap tidak tertandingi. Mukjizat Al-Qur’an adalah bukti nyata bahwa ia adalah kalam Allah yang suci, diturunkan untuk membimbing umat manusia ke jalan yang benar. (MBS)







