Lingkungan

Aksi Nyata InJourney Aviation Services Hijaukan Pesisir Untia dengan 2.100 Mangrove

164
aksi-nyata-injourney-aviation-services-hijaukan-pesisir-untia-dengan-2.100-mangrove
Aksi Nyata InJourney Aviation Services Hijaukan Pesisir Untia dengan 2.100 Mangrove

InJourney Aviation Services (IAS), penyedia layanan penerbangan dan kargo terkemuka, menggandeng LindungiHutan dalam program InJourney Green untuk menghijaukan pesisir Untia, Makassar. Pada 28 Februari 2025, sebanyak 2.100 pohon mangrove berhasil ditanam di kawasan ini. Aksi ini merupakan bagian dari target besar InJourney Group yang berkomitmen menanam 27.850 pohon hingga tahun 2025.

Komitmen InJourney Aviation Services untuk Lingkungan

InJourney Green adalah inisiatif hijau dari InJourney Group yang bertujuan menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Program ini sejalan dengan komitmen global terhadap Net Zero Carbon 2060 dan Zero Waste 2050. Selain itu, program ini juga mendukung tiga poin utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), yakni mitigasi perubahan iklim (TPB 13), perlindungan ekosistem laut (TPB 14), dan pemeliharaan ekosistem darat (TPB 15).

Penanaman ini melibatkan berbagai pihak penting, termasuk Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Sultan Hasanudin Makassar, Kepala Kantor Bea dan Cukai Type Madya Pabean B Makassar, Direktur Human Capital IAS, serta para General Manager dari PT Angkasa Pura Indonesia dan Airnav Indonesia. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa aksi peduli lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama.

CEO LindungiHutan, Miftachur “Ben” Robani, juga menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini.

“Penanaman mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kami berharap kerja sama ini dapat menginspirasi perusahaan lain untuk turut serta dalam aksi pelestarian lingkungan,” ungkap Ben.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Kelompok Tani Harapan Pelestari Hutan Andalan Sulawesi Selatan. Hasil dari penanaman 2.100 pohon mangrove ini diperkirakan mampu menyerap emisi karbon sebesar 138 kg CO2eq, menjadikannya langkah strategis dalam mitigasi perubahan iklim.

Baca juga: AXA Insurance Berbagi Pengalaman Kolaborasi Hijau dengan LindungiHutan

Pesisir Untia: Kawasan Strategis yang Perlu Dilindungi

Pesisir Untia di Makassar merupakan wilayah yang memiliki potensi besar dalam perencanaan tata ruang kota berkat aksesibilitas dan kekayaan sumber daya lautnya. Sebagai kawasan maritim strategis, banyak kapal dari berbagai daerah berlabuh di sini, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Namun, pesisir Untia juga menghadapi ancaman serius berupa abrasi akibat berkurangnya ekosistem mangrove. Jika dibiarkan, hal ini dapat berdampak pada masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut. Oleh karena itu, rehabilitasi ekosistem melalui penanaman mangrove menjadi solusi yang sangat dibutuhkan.

Baca juga: Testimoni AsetKu! Kolaborasi Bersama LindungiHutan, Tanam 1.000 Mangrove di Pulau Pari

Manfaat Mangrove: Dari Perlindungan Abrasi hingga Menyerap Emisi Karbon

Mangrove merupakan bagian dari ekosistem pesisir yang berperan penting bagi lingkungan dan manusia. Hutan mangrove dikenal sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang pasang. Adanya mangrove mampu melindungi wilayah pesisir dari bencana tsunami. 

Selain itu, mangrove juga berperan dalam menyerap dan menyimpan emisi karbon dalam jumlah besar dalam bentuk biomassa, menjadikannya salah satu solusi alami untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Ekosistem mangrove juga menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna, termasuk ikan, kepiting, dan burung, yang mendukung keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir. 

Oleh karena itu, upaya pelestarian dan rehabilitasi mangrove menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan serta mendukung kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir. Dengan adanya aksi ini, pesisir Untia diharapkan kembali menjadi lingkungan yang lebih hijau, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. 

Baca juga: Pengalaman Kolaborasi National Label dengan LindungiHutan

LindungiHutan Menanam Lebih Dari 900 RIBU Pohon di 30+ lokasi Penanaman bersama 500+ Brand dan Perusahaan

Exit mobile version