Scroll untuk baca artikel
GenZ

Air Mineral VS Air Demineral, Mana yang Lebih Sehat? Simak Perbedaannya

5
×

Air Mineral VS Air Demineral, Mana yang Lebih Sehat? Simak Perbedaannya

Share this article
air-mineral-vs-air-demineral,-mana-yang-lebih-sehat?-simak-perbedaannya
Air Mineral VS Air Demineral, Mana yang Lebih Sehat? Simak Perbedaannya

Sama-sama jadi pilihan air minum, ternyata kandungan dan prosesnya berbeda

Air Mineral VS Air Demineral, Mana yang Lebih Sehat? Simak Perbedaannya

Example 300x600

Air mineral vs air demineral, mana yang lebih sehat? Pertanyaan ini mungkin pernah muncul ketika kamu melihat berbagai jenis air minum di pasaran. Sekilas, keduanya memang terlihat sama. Sama-sama bening, nggak berwarna, dan sama-sama diminum untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Namun, air mineral vs air demineral sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Dilihat dari kandungan mineral, sumber air, proses pengolahan, hingga istilah yang digunakan pada produk.

Di Indonesia, karakteristik dan standar air mineral (SNI 3553:2015 ) serta air demineral (SNI 6241:2015 ) dalam Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) telah diatur dan ditetapkan secara resmi oleh Badan Standardisasi Nasional .

Lalu, seperti apa air mineral vs air murni jika dibandingkan dari berbagai sisi? Yuk, simak perbedaannya.

1. Kandungan mineralnya

Perbedaan utama air mineral vs air demineral ada pada kandungan mineralnya.

Air mineral secara alami mengandung mineral dalam jumlah tertentu. Mineral tersebut dapat berupa kalsium, magnesium, natrium, dan mineral lainnya. Kandungan mineral ini menjadi salah satu karakteristik air mineral. Berdasarkan standar resmi SNI 3553:2015, batas maksimum Total Dissolved Solids (TDS) atau zat padat terlarut pada air mineral adalah 500 mg/L.

Sementara itu, air yang mengalami proses pemurnian untuk mengurangi kandungan mineral terlarut memiliki karakteristik yang berbeda. Dalam konteks AMDK, air demineral merupakan air yang diproses untuk menghasilkan kandungan mineral yang lebih rendah.Sesuai SNI 6241:2015, batas maksimum TDS untuk air demineral hanya sebesar 10 mg/L, yang menandakan kandungan mineral di dalamnya dipangkas hingga hampir nol.

Jadi, kalau disederhanakan, air mineral mempertahankan kandungan mineralnya, sedangkan air demineral adalah air yang telah melalui proses demineralisasi atau mengalami pengurangan kandungan mineral.

2. Proses pengolahannya berbeda

Air Mineral VS Air Demineral (2)

proses pengolahan air minum-canva via canva.com

Selain kandungan, air mineral vs air demineral juga berbeda dari proses pengolahannya.

Air mineral berasal dari sumber air yang memenuhi persyaratan untuk kategori air mineral dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Mineral yang secara alami terdapat dalam air tetap menjadi bagian dari karakteristik produk.

Sementara itu, air demineral dapat diproses menggunakan metode seperti reverse osmosis, destilasi, atau deionisasi. Proses tersebut bertujuan mengurangi mineral terlarut dalam air.Proses demineralisasi ini juga memengaruhi tingkat derajat keasaman (pH) air. Air mineral umumnya memiliki pH netral hingga sedikit basa (6,5–8,5), sedangkan air demineral cenderung sedikit lebih asam (pH 5,0–7,5) karena tidak adanya ion mineral penyangga.

Dalam konteks tertentu, istilah air demineral juga mempunyai pengertian khusus. Misalnya, dalam konteks kefarmasian,  Purified Water merupakan air yang dimurnikan melalui metode tertentu dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

3. Kandungan mineral memengaruhi karakter rasa

Pernah merasa ada air minum yang rasanya sedikit berbeda meski sama-sama terlihat bening?

Kandungan mineral dapat memengaruhi karakter rasa air. Air mineral dengan kandungan mineral tertentu dapat mempunyai karakter rasa yang berbeda dibandingkan air dengan kandungan mineral yang sangat rendah.

Sementara itu, air demineral yang sudah melalui proses pengurangan mineral cenderung memiliki rasa yang lebih netral.

Meski begitu, rasa nggak bisa dijadikan satu-satunya cara untuk mengetahui air mineral vs air demineral. Kalau ingin mengetahui jenis air secara pasti, kamu tetap perlu melihat label dan keterangan produk.

4. Air mineral bukan berarti air yang “kurang murni”

Air Mineral VS Air Demineral (4)

minum air mineral kemasan-canva via canva.com

Istilah “air mineral” kadang membuat orang mengira bahwa air tersebut kurang murni karena mengandung mineral.

Padahal, mineral merupakan bagian dari karakteristik air mineral. Keberadaan mineral bukan berarti air tersebut otomatis nggak aman untuk diminum.

Dalam AMDK, air mineral memiliki persyaratan keamanan dan mutu yang harus dipenuhi. Begitu pula dengan kategori air demineral yang mempunyai persyaratan tersendiri.

Jadi, air mineral vs air demineral nggak tepat jika dipahami sebagai air yang “kotor” melawan air yang “bersih”. Perbedaan keduanya lebih berkaitan dengan kandungan mineral dan proses pengolahannya.

5. Apakah air demineral lebih sehat?

Nah, ini bagian yang sering membuat pembahasan air mineral vs air murni menjadi rancu.

Air dengan kandungan mineral lebih sedikit nggak otomatis berarti lebih sehat untuk semua orang. Sebaliknya, kandungan mineral pada air mineral juga nggak berarti air tersebut otomatis lebih sehat dalam segala kondisi.

Pada dasarnya, air mineral cocok dikonsumsi harian oleh masyarakat umum untuk membantu penuhi cairan tubuh sekaligus mendapat asupan mikronutrisi harian. Di sisi lain, air demineral sering kali disarankan untuk kondisi medis tertentu (seperti pasien gangguan fungsi ginjal berat yang butuh pembatasan asupan mineral) atau kebutuhan medis/kefarmasian khusus.

Air minum  dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kandungan mineral dalam air memang menjadi salah satu karakteristik yang membedakan jenis air, tetapi kebutuhan mineral tubuh secara keseluruhan juga berasal dari makanan dan minuman lain. Karena itu, kurang tepat jika menentukan pilihan hanya berdasarkan anggapan bahwa semakin sedikit mineral berarti semakin sehat.

6. Air mineral dan air demineral punya standar berbeda

Untuk memahami air mineral vs air demineral, kamu juga perlu mengenal kategori AMDK yang berlaku di Indonesia.

Air mineral dan air demineral merupakan kategori yang berbeda. Masing-masing memiliki persyaratan keamanan dan mutu sesuai jenis produknya. Jadi, jangan hanya melihat tulisan “murni” atau klaim pemurnian pada kemasan. Cek juga kategori produk dan informasi lain yang tercantum pada label.

7. Cara memilihnya nggak perlu berdasarkan klaim “paling sehat”

Setelah mengetahui air mineral vs air demineral, kamu mungkin masih bertanya, harus pilih yang mana?

Daripada mencari air yang diklaim paling sehat, lebih baik perhatikan informasi yang memang bisa diperiksa pada kemasan. Mulai dari kategori produk, label, izin edar, kondisi kemasan, dan tanggal kedaluwarsa.

BPOM juga mengenalkan prinsip Cek KLIK untuk membantu konsumen sebelum membeli produk pangan, yaitu Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.Pastikan juga kemasan mencantumkan logo SNI resmi serta nomor izin edar BPOM (MD atau ML) untuk menjamin mutu air yang kamu konsumsi. Dengan begitu, kamu nggak perlu menentukan pilihan hanya berdasarkan anggapan bahwa satu jenis air pasti lebih baik daripada yang lainnya.

Jangan langsung menganggap salah satunya pasti lebih sehat, karena keduanya memiliki karakteristik dan proses yang berbeda. Yang nggak kalah penting, pilih produk yang memenuhi standar keamanan dan mutu serta perhatikan informasi pada label.

Nggak bisa ditentukan hanya dari banyak atau sedikitnya kandungan mineral. Air mineral dan air demineral merupakan kategori berbeda dengan karakteristik serta standar masing-masing.

8. Bagaimana cara membedakan air mineral dan air demineral?

Cek kategori dan informasi pada label kemasan. Jangan hanya mengandalkan warna atau rasa air karena keduanya sama-sama bisa terlihat bening.

Memahami air mineral vs air murni bisa membantu kamu nggak gampang terjebak pada anggapan bahwa air dengan mineral lebih banyak atau lebih sedikit otomatis lebih sehat.

Perhatikan jenis air, proses pengolahan, informasi pada label, serta standar keamanan produk sebelum membeli. Dengan begitu, pilihan air minum bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanpa harus mengikuti klaim yang belum tentu tepat.

Kalau menurutmu informasi tentang air mineral vs air murni ini bermanfaat, jangan lupa share artikel ini ke keluarga atau teman yang masih bingung membedakan keduanya.

FAQ

Apakah air mineral sama dengan air murni?

Nggak. Air mineral memiliki kandungan mineral tertentu, sedangkan istilah air demineral biasanya merujuk pada air yang telah melalui proses pemurnian/ air dengan kandungan mineral yang dikurangi.

Apakah air mineral mengandung mineral?

Ya. Kandungan mineral merupakan salah satu karakteristik utama air mineral. Jenis dan jumlah mineralnya dapat berbeda bergantung pada karakteristik sumber air serta persyaratan produk.

Apakah air demineral aman untuk diminum sehari-hari?

Aman, selama produk tersebut sudah terdaftar di BPOM dan memenuhi kriteria SNI 6241:2015. Namun, perlu diingat bahwa kebutuhan mineral harian tubuh utamanya tetap harus dipenuhi dari konsumsi makanan dengan gizi seimbang.

Bagaimana cara memastikan produk AMDK yang dibeli sudah sesuai standar?

Pastikan kemasan mencantumkan logo SNI, nomor Izin Edar BPOM (MD atau ML), serta tertera kriteria jenis airnya secara jelas pada label kemasan (Air Mineral atau Air Demineral).

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang vocal coach, content writer, dan author yang menjadikan suara dan tulisan sebagai medium ekspresi, pembelajaran, dan pemulihan. Memiliki ketertarikan besar pada eksplorasi hal-hal baru, proses kreatif, serta kepedulian terhadap kesehatan mental. Percaya bahwa suara, kata, dan empati dapat menciptakan ruang aman untuk bertumbuh, baik secara personal maupun profesional.

Editor

Seorang vocal coach, content writer, dan author yang menjadikan suara dan tulisan sebagai medium ekspresi, pembelajaran, dan pemulihan. Memiliki ketertarikan besar pada eksplorasi hal-hal baru, proses kreatif, serta kepedulian terhadap kesehatan mental. Percaya bahwa suara, kata, dan empati dapat menciptakan ruang aman untuk bertumbuh, baik secara personal maupun profesional.