Kisah-kisah tentang kekuatan doa seringkali menjadi sumber inspirasi dan pengingat bagi kita tentang keajaiban dan rahmat Allah SWT. Salah satu kisah yang sangat menginspirasi adalah tentang seorang ahli ibadah yang doanya mustajab, yang diceritakan oleh Syaikh ‘Aidh al-Qarni dalam bukunya “La Tahzan”.
INDONESIAINSIDE.ID – Dalam kisah tersebut, diceritakan bahwa ada seorang pria dari golongan fadhil (orang-orang mulia) yang tinggal bersama keluarganya di padang pasir. Pria ini dikenal sebagai seorang ahli ibadah yang sangat taat kepada Allah SWT.
Suatu hari, persediaan air mereka habis dan sumur-sumur di sekitar tempat tinggal mereka juga telah kering. Dengan keadaan yang sangat memprihatinkan, pria tersebut pergi mencari air untuk keluarganya namun tidak menemukan setetes air pun.
Keadaan menjadi semakin kritis ketika anak-anaknya mulai merasakan dahaga yang luar biasa. Di tengah situasi yang mendesak ini, pria tersebut teringat akan Allah SWT, Sang Maha Kuasa dan Maha Pengabul doa.
Dengan penuh keyakinan, ia pun mengambil air wudhu menggunakan debu (tayammum), menghadap kiblat, dan melaksanakan shalat dua rakaat.
Setelah shalat, ia mengangkat tangannya dan berdoa dengan penuh harap, sambil menangis dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan air untuk keluarganya. Ia teringat firman Allah dalam surat An-Naml ayat 62: “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.”
Dengan keyakinan yang teguh, pria tersebut berdoa dan berharap penuh kepada Allah. Sungguh luar biasa, saat ia selesai berdoa, tiba-tiba muncul awan di langit yang sebelumnya cerah tanpa awan. Awan tersebut datang menghampiri tempat tinggal mereka di padang pasir dan menurunkan hujan yang deras. Dalam sekejap, sumur-sumur di sekitar mereka terisi penuh dengan air.
Pria tersebut bersama keluarganya kemudian meminum air tersebut, berwudhu, dan memuji Allah SWT atas karunia yang diberikan. Setelah hujan berhenti, ia berjalan sedikit menjauh dari tempat tinggal mereka dan mendapati bahwa di sekelilingnya masih kering kerontang. Ia pun menyadari bahwa hujan tersebut adalah jawaban dari doa yang dipanjatkannya.
Kisah ini mengandung banyak pelajaran berharga bagi kita semua:
Pertama, Keyakinan kepada Allah: Pria ahli ibadah tersebut menunjukkan keyakinan yang luar biasa kepada Allah SWT. Dalam keadaan yang sangat sulit, ia tetap percaya bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa.
Kedua, Keutamaan Doa: Doa adalah senjata bagi orang beriman. Dengan berdoa, kita menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya. Kisah ini menunjukkan bahwa doa yang tulus dan penuh harap dapat mengundang keajaiban.
Ketiga, Shalat sebagai Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah: Shalat dua rakaat yang dilakukan pria tersebut sebelum berdoa menunjukkan pentingnya ibadah shalat dalam mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai sarana untuk memohon pertolongan-Nya.
Keempat, Pentingnya Kesabaran dan Tawakkal: Kesabaran dalam menghadapi ujian dan tawakkal (berserah diri) kepada Allah adalah kunci utama dalam meraih pertolongan Allah. Pria tersebut bersabar dalam kesulitan dan sepenuhnya bertawakkal kepada Allah.
Kisah ahli ibadah yang doanya mustajab ini mengingatkan kita akan kekuatan doa dan pentingnya keyakinan kepada Allah SWT. Dalam setiap kesulitan, hendaknya kita selalu ingat untuk berdoa dan meminta pertolongan kepada-Nya dengan penuh keyakinan. (MBS)







