Indonesiainside.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan upacara Hari Kemerdekaan Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2024 akan digelar di Jakarta dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Upacara di IKN akan dipimpin langsung oleh presiden Jokowi dan presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto.
Kabarnya dalam upacara ini, sejumlah tamu negara akan diundang untuk merayakan peringatan kemerdekaan ke-79 Indonesia tersebut.
Lantas, bagaimana persiapan jelang upacara 17 Agustus di IKN?
Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Imam Santoso Ernawi mengatakan, saat ini, perkembangan pembangunan telah mencapai lebih dari 80 persen.
“Konektivitas jalan misalnya, kalau diukur sudah mencapai 220 kilometer,” terang Imam.
Perkembangan pembangunan KIPP. Mulai dari Istana Presiden, lapangan upacara, gedung kementerian koordinator, rumah susun, rumah tapak, akses jalan, akses komunikasi, sampai kebutuhan air bersih. Secara umum, semua infrastruktur tersebut sudah siap digunakan fungsional pada Agustus nanti.
“Jadi nanti tinggal bawa koper saja. Bisa langsung tidur,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno meragukan masa depan Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah transisi Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Prabowo Subianto.
Perbedaan kepentingan Jokowi dan Prabowo mengenai program prioritas pemerintah ke depan dianggap bisa menjadi hambatan.
Adi menjelaskan IKN seolah dijadikan narasi oleh kubu Prabowo kepada Jokowi agar nanti diusahakan untuk dilakukan.
Tapi pada praktiknya bakal terjadi kerumitan. Sebab program andalan Prabowo seperti makan bergizi gratis juga memerlukan anggaran jumbo.
“Masa depan IKN setelah transisi Jokowi ke Prabowo harus diakui memang gelap gulita,” ungkapnya.
Ditambah lagi kesiapan infrastruktur yang belum memadai menjadi kendala pemindahan ibu kota. “Publik juga tahu IKN bukan proyek sekali jadi, butuh proses 10 tahun. IKN tidak bisa disulap simsalabim, jadi dalam 100 malam,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan, Presiden Joko Widodo belum bisa memastikan kapan akan mulai berkantor di IKN.
Saat ditanya kapan akan berkantor di IKN, presiden menjawab akan berkantor di IKN jika fasilitas listrik dan air sudah siap.
Presiden juga menyatakan tidak ingin memaksakan pemindahan ibu kota ke IKN, jika kondisinya belum memungkinkan.
“Airnya sudah siap belum? Listriknya sudah siap belum? Tempatnya sudah siap belum? Kalau siap, pindah,” ujar Jokowi.
“Sudah (dapat laporan dari Kementerian PUPR), tapi belum (belum siap). Sudah, tapi belum,” kata dia menegaskan.
Adapun, Keppres pemindahan ibu kota itu bisa saja terbit sebelum atau setelah Oktober 2024, saat ia sudah lengser dari jabatan presiden.
“Kita melihat situasi lapangan. Kita tidak ingin memaksakan sesuatu yang memang belum jangan dipaksakan, semua dilihat progress lapangannya dilihat,” tegas Jokowi.







