Scroll untuk baca artikel
Berita

Merenungi Nikmat Allah yang Melimpah di Alam Raya

104
×

Merenungi Nikmat Allah yang Melimpah di Alam Raya

Share this article
merenungi-nikmat-allah-yang-melimpah-di-alam-raya
Merenungi Nikmat Allah yang Melimpah di Alam Raya

Al-Qur’an mengajarkan kita bahwa Allah menciptakan alam semesta ini dan menundukkannya untuk kita. Allah menjadikan alam ini sesuai dengan fitrah kita dan mengatur sedemikian rupa sehingga kehidupan manusia dapat berlangsung dengan baik.

INDONESIAINSIDE.ID – Dalam Al-Qur’an, banyak sekali ayat yang menyebutkan nikmat-nikmat Allah agar manusia bersyukur kepada-Nya. Sesungguhnya, manusia secara fitrah cenderung mencintai siapa yang telah berbuat baik kepadanya, sebagaimana firman Allah dalam surah Ar-Rahman ayat 60: “Hal jaza-ul ihsani illal ihsan” (Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula).

Example 300x600

Nikmat-Nikmat dalam Diri Kita
Allah mengaruniakan nikmat kepada kita sejak kita diciptakan. Dia memberi kita pendengaran, penglihatan, dan hati agar kita dapat memahami dan mensyukuri nikmat-Nya. Firman Allah dalam surah Al-Mulk ayat 23: “Katakanlah: Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati; (tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.”

Nikmat-Nikmat di Alam Sekitar Kita
Allah juga menciptakan bumi dan menjadikannya tempat tinggal yang nyaman bagi kita. Dia menyediakan jalan-jalan agar kita dapat menuju tempat tujuan kita, menurunkan air hujan dengan takaran yang pas sehingga bumi yang mati dapat hidup kembali, menciptakan berbagai pasangan makhluk hidup, dan menjadikan kapal-kapal serta hewan ternak sebagai sarana transportasi kita. Dalam surah Az-Zukhruf ayat 10-13, Allah berfirman:

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai tempat yang nyaman bagimu dan menjadikan jalan-jalan di atasnya agar kamu mendapat petunjuk. Dan Dialah yang menurunkan air dari langit dengan ukuran yang tepat, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu negeri yang mati, demikianlah kamu akan dikeluarkan (dari kubur). Dan Dialah yang menciptakan segala pasangan (makhluk hidup) dan menjadikan untukmu kapal-kapal dan hewan ternak yang kamu tunggangi, agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu mengingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya.”

Matahari dan Bulan
Allah menciptakan matahari dan bulan dengan fungsi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Matahari memberikan cahaya dan panas, sedangkan bulan memberikan cahaya lembut di malam hari. Allah juga mengatur perjalanan bulan sehingga kita dapat menghitung waktu dan menentukan kalender.

Firman Allah dalam surah Yunus ayat 5: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya serta ditetapkan-Nya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).”

Hewan Ternak
Hewan ternak seperti unta, sapi, dan kambing diciptakan untuk memberikan manfaat bagi kita. Selain sebagai sumber makanan, mereka juga memberikan kehangatan melalui bulu-bulu mereka, dan mereka membantu kita membawa beban yang berat. Allah berfirman dalam surah An-Nahl ayat 5-8:

“Dan Dia menciptakan hewan ternak untukmu; padanya ada kehangatan dan berbagai manfaat, dan sebagian darinya kamu makan. Dan kamu memperoleh keindahan padanya ketika kamu membawanya kembali ke rumah dan ketika kamu melepaskannya ke padang rumput. Dan mereka membawa beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak akan sanggup mencapainya kecuali dengan kesukaran pada dirimu. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai agar kamu menungganginya dan sebagai perhiasan. Dan Dia menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.”

Lautan
Lautan juga diciptakan untuk kita. Di dalamnya terdapat makanan yang lezat dan perhiasan yang indah. Kapal-kapal yang berlayar di lautan memungkinkan kita untuk berdagang dan mendapatkan karunia Allah. Allah berfirman dalam surah An-Nahl ayat 14:

“Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, dan kamu mengeluarkan daripadanya perhiasan yang kamu pakai. Dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.”

Lebah
Allah menciptakan lebah yang menghasilkan madu sebagai makanan yang lezat dan obat penyembuh bagi manusia. Dalam surah An-Nahl ayat 68-69, Allah berfirman: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ‘Buatlah sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari setiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan.

Perintah untuk Merenungi Ayat-Ayat Allah
Al-Qur’an mengajak kita untuk merenungi ayat-ayat Allah di alam semesta: bumi, langit, dan segala yang ada di antaranya. Melihat dan merenungkan semua itu adalah peringatan yang bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Beberapa ulama kontemporer menyebutnya sebagai “hukum berjalan dan melihat (melakukan perhatian atau kontemplasi)” karena banyaknya ayat Al-Qur’an yang mendorong kita untuk melihat dan merenungi ciptaan Allah. Hal ini bisa dilakukan secara fisik dengan berjalan kaki dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, atau secara mental dengan penglihatan dan pemikiran.

Perintah ini datang dalam Al-Qur’an dengan bentuk yang umum, seperti dalam surah Yunus ayat 101: “Katakanlah: Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi.” Perintah ini juga datang dalam bentuk khusus, seperti dalam surah At-Tariq ayat 5: “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan.” dan dalam surah Abasa ayat 24: “Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya.

Merenungi nikmat Allah yang melimpah di alam raya adalah salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan rasa syukur kita kepada-Nya. Allah telah menciptakan segala sesuatu di alam ini untuk kepentingan kita dan sesuai dengan fitrah kita.

Dengan merenungi ciptaan-Nya, kita akan semakin memahami kebesaran dan kasih sayang Allah, sehingga kita dapat hidup dengan lebih baik dan lebih taat kepada-Nya. (MBS)