Scroll untuk baca artikel
Berita

Tidak Merendahkan Diri Sendiri

117
×

Tidak Merendahkan Diri Sendiri

Share this article
tidak-merendahkan-diri-sendiri
Tidak Merendahkan Diri Sendiri

Banyak dari kita hari ini merendahkan diri sendiri, menganggap rendah kemampuan dan potensi kita hingga merasa putus asa dan tidak berdaya. Akibatnya, kita berpikir bahwa kesuksesan dan keunggulan hanya diciptakan untuk orang lain yang merupakan pemimpin dan tokoh besar, bukan untuk kita karena kita merasa tidak pantas.

INDONESIAINSIDE.ID – Dengan pemikiran seperti ini: merendahkan diri sendiri, kita cenderung menerima apa saja dan menunggu apa yang diberikan oleh waktu dengan sikap pasif, tunduk, dan menyerah tanpa menciptakan tujuan besar untuk dicapai.

Example 300x600

Peringatan Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan kita agar tidak merendahkan diri sendiri. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَحْقِرْ أَحَدُكُمْ نَفْسَهُ» ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَحْقِرُ أَحَدُنَا نَفْسَهُ؟ قَالَ: ” يَرَى أَمْرًا لِلَّهِ عَلَيْهِ فِيهِ مَقَالٌ، ثُمَّ لَا يَقُولُ فِيهِ، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: مَا مَنَعَكَ أَنْ تَقُولَ فِي كَذَا وَكَذَا؟ فَيَقُولُ: خَشْيَةُ النَّاسِ، فَيَقُولُ: فَإِيَّايَ كُنْتَ أَحَقَّ أَنْ تَخْشَى

Dari Abi Sa’id Al-Khudri, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,”Janganlah sampai salah seorang dari kalian meremehkan (merendahkan) dirinya ketika melihat perkara Allah dilecehkan kemudian ia tidak berani mengatakan sesuatu atasnya, maka Allah akan berfirman: ‘Apa yang menghalangi kamu untuk mengatakan sesuatu atas perkara itu? ‘ lalu ia berkata: ‘Wahai Rabb, aku takut kepada manusia, ‘ lalu Allah berfirman: ‘Aku lebih berhak untuk ditakuti.’ (HR. Ahmad)

Pemahaman yang Salah
Mengapa kita merendahkan diri sendiri dan menganggap rendah diri kita, padahal hal itu tidak ada kaitannya dengan agama kita? Di sini, banyak orang beriman menjadi korban pemahaman yang salah tentang masalah ini. Mereka mencampuradukkan antara kesombongan dan penghargaan diri dari satu sisi, serta kerendahan hati yang terpuji dan merendahkan diri dari sisi lain.

Kesombongan adalah merendahkan orang lain sambil menolak kebenaran, dan ini termasuk dosa besar di sisi Allah SWT. Sedangkan penghargaan diri atau kepercayaan diri adalah mengetahui apa yang telah Allah karuniakan kepada kita dalam bentuk bakat dan kemampuan untuk menjalankan amanah di bumi. Kita harus yakin bahwa bakat ini adalah karunia dan anugerah dari Allah, sehingga kita tidak bergantung pada nikmat dan melupakan Sang Pemberi nikmat, yaitu Allah SWT.

Tuntunan Nabi
Nabi Muhammad SAW sangat menjaga agar para sahabatnya memiliki keyakinan diri yang baik. Tidak ada bukti yang lebih kuat dari gelar-gelar mulia yang diberikan beliau kepada para sahabatnya.

Beliau memberi gelar kepada Abu Bakar sebagai “ash-Shiddiq”, Umar sebagai “al-Faruq”, Khalid sebagai “Saifullah al-Maslul”, Abu Ubaidah sebagai “Amin al-Ummah”, Hamzah sebagai “Asadullah” dan “Asad Rasulullah”.

Gelar-gelar ini diberikan kepada sahabat-sahabat yang dibina oleh Nabi SAW sendiri, yang menggabungkan antara penghargaan diri, kepercayaan diri untuk mencapai hal-hal besar, serta kerendahan hati dan kelembutan terhadap orang-orang beriman.

Sebaliknya, merendahkan diri sendiri yang membuat kita tidak berdaya, gagal, putus asa, dan merasa tidak mampu adalah sikap yang sama sekali tidak sesuai dengan ajaran agama kita yang mulia. (Sumber: Dr. Al-Arabi Atha Allah, La Tahtaqir Nafsak).

Dengan memahami ajaran dan contoh dari Nabi Muhammad SAW serta sahabat-sahabatnya, kita diajak untuk memiliki penghargaan diri yang sehat, keyakinan pada kemampuan kita, dan tetap rendah hati dalam menjalani kehidupan. Ini adalah kunci untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat. (MBS)