Scroll untuk baca artikel
Berita

Masuk Toilet Lupa Baca Doa, Apa Boleh Diucapkan di Dalam?

96
×

Masuk Toilet Lupa Baca Doa, Apa Boleh Diucapkan di Dalam?

Share this article
masuk-toilet-lupa-baca-doa,-apa-boleh-diucapkan-di-dalam?
Masuk Toilet Lupa Baca Doa, Apa Boleh Diucapkan di Dalam?

Ilustrasi toilet. Foto: pixabay.com

Ilustrasi toilet. Foto: pixabay.com

Example 300x600

Adakalanya seseorang dihadapkan pada situasi di mana dia lupa membaca doa ketika masuk toilet. Lalu, apakah diperbolehkan untuk mengucapkan doa di dalam toilet jika kita terlupa mengucapkannya di luar? Mari kita bahas pertanyaan ini berdasarkan pandangan para ulama dan hadits Nabi Muhammad SAW.

INDOENESIAINSIDE.ID – Menurut para ulama, jika seseorang lupa mengucapkan doa sebelum masuk toilet, maka tidak dianjurkan untuk mengucapkannya setelah masuk. Hal ini karena mengucapkan doa atau menyebut nama Allah di dalam toilet dianggap tidak sesuai dengan adab yang diajarkan oleh Islam.

Ibnu Al-Munzir rahimahullah berkata: “Ikrimnah (salah satu ulama tabi’in) berkata: Tidak boleh menyebut nama Allah dengan lisan saat berada di toilet, tetapi boleh di dalam hati.” (Al-Ausath, 1/341).

Pandangan Ulama tentang Doa di Dalam Hati
Al-Hafiz Ibnu Hajar dalam penjelasannya tentang hadits doa masuk toilet (اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ) mengatakan:

مَتَى يَقُول ذَلِكَ؟ فَمَنْ يَكْرَه ذِكْر اللَّه فِي تِلْكَ الْحَالَة يُفَصِّل: أَمَّا فِي الْأَمْكِنَة الْمُعَدَّة لِذَلِكَ فَيَقُولهُ قُبَيْل دُخُولهَا، وَأَمَّا فِي غَيْرهَا فَيَقُولهُ فِي أَوَّل الشُّرُوع كَتَشْمِيرِ ثِيَابه مَثَلًا، وَهَذَا مَذْهَب الْجُمْهُور، وَقَالُوا فِيمَنْ نَسِيَ: يَسْتَعِيذ بِقَلْبِهِ لَا بِلِسَانِهِ

Kapan doa ini diucapkan? Bagi yang tidak suka menyebut nama Allah dalam kondisi seperti itu, dijelaskan bahwa jika berada di tempat yang memang disediakan untuk itu (toilet), maka doa tersebut diucapkan sebelum masuk. Namun, jika berada di tempat lain, maka diucapkan saat pertama kali memulai (seperti saat mulai mengangkat pakaian), dan ini adalah pandangan mayoritas ulama. Mereka juga mengatakan bahwa jika seseorang lupa, maka dia boleh berdoa di dalam hati tanpa menggerakkan lidahnya.” (Fath al-Bari, 1/244).

Dalam kitab “Hasyiyah al-Thahthawi ‘ala Maraqi al-Falah” (2/49), disebutkan: “Jika seseorang lupa mengucapkannya, maka dia boleh mengucapkannya dalam hati tanpa menggerakkan lidahnya.”

Jika seseorang lupa membaca doa sebelum masuk toilet, maka tidak dianjurkan untuk mengucapkannya setelah masuk. Namun, boleh mengingatnya dalam hati tanpa menggerakkan lidah. Dengan demikian, kita tetap menjaga adab dan etika dalam mengingat Allah, terutama dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk menyebut nama-Nya dengan lisan.

Menjaga adab dan etika dalam berbagai situasi, termasuk saat berada di toilet, adalah bagian dari keindahan ajaran Islam. Bagi yang lupa membaca doa masuk toilet, bisa melakukan apa yang telah dianjurkan ulama sebagaimana penjelasan tadi. (MBS)