Scroll untuk baca artikel
Berita

Menimba Ilmu Pengelolaan SDM, Sekjen Kemnaker Belajar ke Tiongkok

116
×

Menimba Ilmu Pengelolaan SDM, Sekjen Kemnaker Belajar ke Tiongkok

Share this article

Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi tertarik mempelajari bagaimana upaya pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (Foto: Biro Humas Kemnaker)

Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi tertarik mempelajari bagaimana upaya pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (Foto: Biro Humas Kemnaker)

Example 300x600

Indonesiainside.id – Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi tertarik mempelajari bagaimana upaya pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sehingga mampu membangun negaranya dengan pesat. Salah satu faktor kunci penentu keberhasilan pembangunan suatu negara adalah pengelolaan SDM.

Ketertarikan Sekjen Anwar tersebut diungkapkan saat melakukan kunjungan ke Head Quarters Kementerian SDM dan Jaminan Sosial RRT di Beijing, RRT, Rabu (3/7/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Anwar Sanusi diterima oleh Jiang Wei, Deputy Director General bersama Wu Jingjing, Director for Bilateral Cooperation dan Xu Rihua, Director level officer for Bilateral Cooperation RRT.

“Dengan jumlah penduduk sangat besar dan pernah mengalami bonus demograf, Pemerintah RRT termasuk negara yang berhasil mengelola SDM-nya,” kata Anwar.

Anwar menegaskan bahwa dengan transformasi digitalisasi dan perkembangan manufaktur di RRT, menjadikan pembangunan dan perekonomiannya berkembang sangat pesat hingga dapat menduduki negara dengan pertumbuhan ekonomi kedua terbesar di dunia.

Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia memasuki era bonus demografi dengan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 214 juta orang. Sebanyak 149,38 juta orang diantaranya merupakan angkatan kerja serta tingkat pengangguran 4,28 persen,

“Pemerintah Indonesia memiliki tantangan untuk menyediakan lapangan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi rakyatnya,” katanya.

Anwar menambahkan, Pemerintah Indonesia terus berupaya membenahi sistem ketenagakerjaan di Indonesia. Mulai dari pengembangan Labour Market Information System yang lengkap, komprehensif dan mudah diakses oleh Masyarakat.

Kemudian pengembangan pelatihan vokasi dan peningkatan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk membantu kesesuaian kebutuhan pasar dan industry. Terakhir, pengembangan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Untuk mewujudkannya, kami melakukan penjajakan dengan negara lain. Tujuannya guna memperluas jaringan sekaligus melihat potensi kerja sama dalam rangka pembangunan dan peningkatan sektor ketenagakerjaan di Indonesia,” tandasnya. (nia)