Duong Vu Lam menilai bahwa model ini menyimpan risiko besar. Ia mencontohkan, jika suatu hari nanti Erick Thohir atau TMJ tidak lagi aktif di sepak bola nasional, entah karena tak lagi dipercaya, usia, atau kehilangan semangat, maka keberlanjutan kebijakan naturalisasi bisa terancam.
“Suatu hari nanti, jika para pemimpin ini tidak lagi menjabat di sepak bola Indonesia atau Malaysia, karena tidak lagi dipercaya, karena usia, atau karena kehilangan semangat, lalu bagaimana nasib tim mereka?” ucapnya.
“Pemain naturalisasi tidak akan datang lagi karena tidak ada yang mau membayar, sementara pemain lokal tidak memiliki penerus. Lalu masa depan sepak bola akan ke mana?” jelas Duong Vu Lam.
Sumber: Dan Tri


