14 checklist ini wajib kamu tahu jika berencana berburu HP bekas!
Membeli HP bekas memang bisa jadi jalan pintas buat mendapatkan smartphone dengan spesifikasi bagus tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Namun, jangan langsung tergiur harga murah.
HP yang terlihat mulus dari luar belum tentu memiliki kondisi yang sama bagusnya di bagian dalam. Bisa saja baterainya sudah menurun, layarnya pernah diganti, kamera bermasalah, atau perangkat pernah mengalami benturan dan perbaikan.
Karena itu, sangat penting bagi kamu yang berencana membeli hp second hand buat memahami cara cek HP bekas masih bagus atau tidak. Jadi, kamu tidak bakal menyesal setelah melakukan pembelian.
Lantas, bagaimana cara cek HP bekas yang tepat sebelum membeli?
Cara Cek HP Bekas Masih Bagus atau Tidak
Saat memutuskan membeli HP secondhand alias bekas, ada beberapa checklist yang bisa kamu gunakan untuk menilai kondisinya. Adapun beberapa checklist tersebut, antara lain:
1. Cek Kondisi Fisik HP
Sumber gambar: canva.com
Langkah pertama tentu saja melihat kondisi fisiknya.
Kalau memungkinkan, lepaskan casing dan aksesori yang dipasang penjual. Tujuannya supaya kamu bisa melihat kondisi asli perangkat dengan lebih jelas. Perhatikan apakah terdapat:
- Goresan atau retakan pada layar.
- Penyok pada frame.
- Celah antara layar dan bodi.
- Kerusakan pada bagian belakang.
- Port USB-C atau Lightning yang rusak.
- Tombol volume dan tombol daya yang bermasalah.
- Kaca kamera yang retak atau tergores.
Goresan kecil belum tentu menjadi masalah besar. Namun, kalau frame penyok parah atau terdapat celah antara layar dan bodi, kamu perlu lebih waspada. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda HP pernah jatuh atau mengalami benturan cukup keras.
Yang lebih penting, jangan lanjutkan transaksi kalau baterai terlihat menggembung. Layar yang terangkat atau bodi yang tampak menggelembung bisa menjadi tanda masalah baterai.
2. Tes Layar dan Touchscreen
Sumber gambar: canva.com
Setelah kondisi fisik terlihat aman, checklist cara cek HP bekas masih bagus atau tidak selanjutnya adalah mengecek layar.
Jangan hanya melihat apakah layar menyala. Tes juga kualitas panel dan respons touchscreen-nya.
Di sini, kamu bisa mengeceknya dengan membuka gambar dengan warna putih, hitam, merah, hijau, dan biru. Perhatikan apakah ada titik mati, garis, perubahan warna, area yang lebih gelap, atau burn-in pada layar OLED.
Setelah itu, coba touchscreen. Buka aplikasi catatan atau aplikasi menggambar, lalu buat garis dari satu sisi layar ke sisi lainnya. Pastikan tidak ada bagian tertentu yang tiba-tiba tidak merespons sentuhan.
Kalau ada area touchscreen yang mati, jangan buru-buru menganggapnya sebagai masalah software. Bisa saja terdapat kerusakan pada panel atau digitizer.
3. Jangan Lupa Cek Kesehatan Baterai
Sumber gambar: canva.com
Baterai adalah salah satu komponen yang paling penting ketika membeli HP bekas. Pasalnya, baterai memiliki umur pakai dan performanya bisa menurun seiring penggunaan. Oleh karena itu, pengecekan kesehatan baterai menjadi salah satu checklist cara cek HP bekas masih bagus atau tidak.
Untuk iPhone, kamu bisa melakukan pengecekan kesehatan baterai ini dengan membuka Settings > Battery > Battery health > Cek bagian Maximum Capacity. Pada model dan versi sistem yang mendukung, informasi yang tersedia bisa mencakup kapasitas baterai, tanggal penggunaan pertama, hingga jumlah siklus baterai.
Khusus Android, kalau model atau sistem HP yang akan kamu beli belum mendukung fitur informasi battery health, kamu bisa juga mencoba manual check dengan menghubungi *#*#4636#*#*. Setelahnya, kamu akan mendapatkan informasi update terkait dengan kesehatan baterai dari HP yang kamu gunakan untuk melakukan panggilan.
Opsi lain, kamu juga bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti AccuBattery.
Namun, jangan cuma terpaku pada persentase kesehatan baterai. Perhatikan juga apakah HP cepat panas, baterai turun terlalu cepat, atau perangkat tiba-tiba mati.
4. Cek Riwayat Servis dan Komponen
Sumber gambar: canva.com
HP pernah diservis bukan berarti otomatis jelek. Yang lebih penting adalah apa yang pernah diperbaiki dan komponen apa yang digunakan.
Untuk iPhone dengan iOS 15.2 atau lebih baru, kamu bisa mengecek riwayat servis ini dengan membuka Setting > General > About > Parts and Service History. Di sini, perangkat Apple umumnya bisa menampilkan status perangkat/komponen seperti Asli, Tidak Dikenal, Belum Terverifikasi, atau Bekas, tergantung model dan komponennya.
Di lain sisi, HP Android sayangnya belum memiliki fitur riwayat servis seperti iPhone. Jadi, kamu harus melakukan pemeriksaan manual, seperti mengecek kondisi batu di lubang charger, mengecek kondisi kamera dan layar, atau mengecek garis lem dan celah pada bodi HP.
5. Tes Semua Kamera
Sumber gambar: canva.com
Mengetes semua kamera juga menjadi checklist cara cek HP bekas masih bagus atau tidak lainnya yang tidak boleh dilewatkan.
Buka kamera depan dan seluruh kamera belakang yang tersedia. Jangan hanya mengambil satu foto, namun coba beberapa kondisi pencahayaan. Periksa apakah kamera bisa fokus dengan normal dan hasil fotonya tidak memiliki bercak aneh.
Selain itu, jangan lupa juga untuk mengecek beberapa poin berikut:
- Autofocus.
- Zoom.
- Kamera ultrawide.
- Kamera telefoto (kalau tersedia).
- Flash.
- Perekaman video.
- Mikrofon saat merekam video.
Note: Kalau kamera sulit fokus, hasil foto selalu buram, atau terdapat bercak permanen pada gambar, modul kamera mungkin pernah mengalami masalah.
6. Tes Speaker dan Mikrofon
Sumber gambar: canva.com
Berikutnya, coba putar musik atau video.
Naikkan volume dan dengarkan apakah suara terdengar jernih. Perhatikan apakah ada suara pecah, dengung, volume terlalu kecil, atau salah satu speaker tidak mengeluarkan suara.
Setelah itu, lakukan panggilan telepon atau gunakan aplikasi perekam suara. Pastikan mikrofon bisa menangkap suara dengan jelas.
Kalau HP memiliki speaker stereo, tes kedua sumber suara tersebut. Jangan sampai salah satu speaker ternyata mati.
7. Tes SIM, Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS
Sumber gambar: canva.com
Jangan membeli HP bekas hanya dengan mengandalkan Wi-Fi milik penjual.
Masukkan kartu SIM milikmu dan pastikan perangkat bisa membaca kartu, menangkap jaringan, melakukan panggilan, mengirim SMS, serta menggunakan data seluler. Setelah itu, sambungkan HP ke Wi-Fi dan Bluetooth.
Kamu juga bisa membuka Google Maps untuk memastikan GPS bisa menentukan lokasi dengan normal.
Checklist ini termasuk salah satu yang vital kalu bicara mengenai cara cek HP bekas masih bagus atau tidak. Pasalnya, masalah jaringan atau konektivitas HP bisa mengindikasikan gangguan pada antena atau komponen internal lainnya.
Jadi, pastikan checklist ini tidak terlewatkan.
8. Cek IMEI dan Identitas Perangkat
Sumber gambar: canva.com
IMEI juga adalah checklist lain yang tidak boleh dilewatkan. Kamu bisa menemukan nomor IMEI melalui menu pengaturan atau menggunakan kode *#06# pada perangkat yang mendukungnya. Kemudian, cocokkan nomor tersebut dengan informasi pada kotak atau dokumen pembelian kalau tersedia.
Untuk HP bekas di Indonesia, pemeriksaan status IMEI juga penting, terutama kalau perangkat adalah barang impor.
Selain IMEI, cek juga model, kapasitas penyimpanan, warna, dan nomor seri perangkat.
Jangan menganggap kotak asli otomatis membuktikan bahwa HP tersebut resmi atau sesuai dengan perangkat di dalamnya.
9. Pastikan HP Bebas dari Akun Pemilik Lama
Sumber gambar: canva.com
Saat membeli HP bekas, penting bagi kamu agar memastikan akses HP sudah bebas dari pemilik lama. Hal ini demi menghindarkan kamu dari HP yang terindikasi hasil curian dan sekaligus mencegah HP tidak bisa digunakan, karena terkunci akses lama.
Untuk iPhone, pastikan Activation Lock atau Kunci Aktivasi sudah dinonaktifkan. Apple sendiri secara tegas menyarankan agar calon pembeli tidak membeli iPhone kalau Kunci Aktivasi masih aktif.
Dalam praktik lurusnya, biasanya penjual akan keluar dari akun dan menghapus perangkat di depanmu saat kesepakatan dibuat. Setelah proses reset selesai, HP harus bisa digunakan oleh pemilik baru tanpa meminta kredensial akun pemilik sebelumnya.
Pada Android, pastikan perangkat bisa melewati proses reset dan pengaturan awal tanpa meminta akun Google pemilik sebelumnya akibat Factory Reset Protection. Kalau masih terkunci, minta penjual menyelesaikan proses pelepasan akun sebelum transaksi.
10. Manfaatkan Fitur Diagnostik
Sumber gambar: canva.com
Kalau HP menyediakan fitur diagnostik bawaan, manfaatkan fitur tersebut.
Misalnya Samsung menyediakan Samsung Members Diagnostics yang bisa memeriksa lebih dari 24 fungsi dan komponen, termasuk baterai, NFC, kartu SIM, jaringan seluler, sensor, speaker, kamera, touchscreen, headphone, dan Bluetooth.
Fitur seperti ini sangat memudahkan pemeriksaan daripada sekadar melakukan manual check satu persatu.
11. Tes Performa dan Suhu
Sumber gambar: canva.com
Salah satu parameter untuk mengecek performa HP adalah melalui suhunya ketika menjalankan beberapa fungsi dan aplikasi. Saat HP cepat panas, maka fungsi HP bisa terganggu (mengalami lag) dan bahkan bisa mengalami restart berulang.
Di sini, kamu bisa mengecek suhu HP ini dengan menggunakan HP selama beberapa menit. Buka kamera, rekam video, jalankan beberapa aplikasi, atau mainkan game ringan.
Perhatikan apakah perangkat mengalami:
- Panas berlebihan.
- Lag ekstrem.
- Aplikasi tiba-tiba tertutup.
- Restart sendiri.
- Layar berkedip.
- Baterai turun sangat cepat.
12. Pastikan Kapasitas Penyimpanan Sesuai
Sumber gambar: canva.com
Jangan lupa mengecek storage.
Kalau penjual mengatakan HP tersebut memiliki kapasitas 256 GB, buka pengaturan penyimpanan dan pastikan variannya sesuai. Jangan hanya percaya tulisan di kotak. Pasalnya, kotak bisa tertukar atau bahkan bukan berasal dari perangkat yang dijual.
13. Cek Dukungan Update Software
Sumber gambar: canva.com
Satu hal yang sering terlupakan saat membeli HP bekas adalah dukungan software. HP yang masih menyala dan bisa menjalankan aplikasi belum tentu adalah pilihan terbaik kalau dukungan pembaruan sistem dan keamanan sudah berakhir.
Karena itu, cari tahu apakah model tersebut masih mendapatkan update dari produsennya.
Dukungan software di sini sangat penting untuk keamanan, kompatibilitas aplikasi, dan memperpanjang masa pakai perangkat.
14. Jangan Terburu-buru Bayar
Sumber gambar: canva.com
Checklist cara cek HP bekas masih bagus atau tidak terakhir adalah jangan terburu-buru membayar.
Hal ini mungkin bagian paling sederhana, namun sering diabaikan. Kalau membeli HP secara langsung, lakukan semua pemeriksaan sebelum menyerahkan uang.
Kalau perlu, bawa kartu SIM, kabel charger, power bank, earphone Bluetooth, atau perlengkapan lain yang bisa membantu menguji perangkat.
Luangkan waktu setidaknya beberapa puluh menit.
Kalau penjual terus terburu-buru, melarang kamu membuka menu tertentu, atau tidak mengizinkan pengujian, anggap itu sebagai red flag. Untuk pembelian online, pertimbangkan penjual dengan reputasi baik dan kebijakan pengembalian yang jelas.
Cek Menyeluruh, Jangan Hanya Bodinya!
Ringkasnya, implementasi cara cek HP bekas masih bagus atau tidak bukan cuma soal melihat bodinya mulus atau tidak. Di sini, Kamu perlu memeriksa layar, baterai, kamera, speaker, mikrofon, jaringan, konektivitas, IMEI, akun pemilik lama, riwayat servis, performa, hingga dukungan software.
Yang paling penting, jangan sampai harga murah membuatmu terburu-buru.
HP bekas yang layak dibeli bukan sekadar HP yang terlihat bagus, namun perangkat yang kondisinya bisa diverifikasi, fungsi utamanya berjalan normal, identitasnya jelas, dan tidak menyimpan masalah yang biaya perbaikannya justru lebih mahal daripada uang yang kamu hemat. Semoga post ini bisa bermanfaat.
Editor
Seorang SEO Specialist dan Editor dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam optimasi website, pengelolaan konten, dan peningkatan performa SEO secara organik.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
Tim Dalam Artikel Ini







