Jakarta, CNN Indonesia —
Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, melontarkan kritik pedas terhadap keputusan kontroversial FIFA yang menangguhkan hukuman kartu merah striker Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.
Keputusan ini memicu badai polemik lantaran santer dikabarkan terjadi setelah adanya intervensi langsung dari Presiden AS, Donald Trump.
Balogun awalnya dipastikan absen dalam laga babak 16 besar melawan Belgia pada Senin (6/7) setelah menerima kartu merah saat pertandingan melawan Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar piala dunia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, secara mengejutkan Komite Disiplin FIFA menangguhkan hukuman larangan bertanding satu laga tersebut selama satu tahun masa percobaan dengan menggunakan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Langkah ini otomatis membuat Balogun bisa kembali bermain.
Menurut laporan AFP, keputusan ini diambil setelah Donald Trump secara pribadi menelepon Presiden FIFA, Gianni Infantino, guna meminta peninjauan kembali atas hukuman yang diterima penyerang AS Monaco tersebut.
Merespons hal itu, Jurgen Klopp, yang saat ini bertugas sebagai komentator Piala Dunia untuk MagentaTV dan menjadi kandidat kuat pelatih timnas Jerman tidak mampu menyembunyikan kekesalannya.
“Jika Trump dan Infantino benar-benar mengatur semua ini di antara mereka sendiri, itu gila. Hal ini mempertanyakan integritas dari segalanya,” ujar Klopp berapi-api seperti dikutip dari Rfi, Senin (6/7).
“Mari kita tegaskan ini adalah permainan kami, bukan permainan mereka. Dua orang ini, yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang sepak bola, seharusnya tidak boleh ikut campur dalam urusan ini,” tambah pria berusia 59 tahun tersebut.
Klopp menilai pelanggaran yang dilakukan Balogun mutlak berbuah kartu merah sesuai dengan regulasi baku yang ada. Kendati demikian Klopp juga mengaku iba terhadap penyerang berusia 25 tahun itu karena insiden tersebut tidak disengaja.
“Itu jelas kartu merah, tidak ada ruang untuk perdebatan. Kami menyayangkan situasi Balogun karena dia tidak sengaja melakukannya, tetapi aturan tetaplah aturan. Dalam sepak bola, kita semua pernah menderita akibat keputusan yang salah, tetapi kita belajar untuk hidup bersama keputusan itu,” pungkas Klopp.
Sebelumnya, Keputusan FIFA yang dianggap ‘meloloskan’ Balogun dari hukuman ini memicu gelombang protes keras dari berbagai otoritas sepak bola dunia. Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) bahkan menyatakan bahwa FIFA telah melampaui batas merah.
“Keputusan untuk menangguhkan hukuman otomatis satu pertandingan bagi Folarin Balogun telah melewati batas merah,” bunyi pernyataan resmi UEFA.
Senada dengan UEFA, Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, mendesak FIFA untuk segera mengklarifikasi rumor intervensi politik dari Gedung Putih tersebut.
“Kesan adanya intervensi politik aktif dalam olahraga harus segera diselesaikan dan dibantah secara tuntas. Ini menyangkut integritas kompetisi dan kredibilitas FIFA,” tegas Neuendorf.
Hingga saat ini, baik pihak FIFA maupun Gedung Putih masih enggan memberikan komentar resmi terkait laporan pembicaraan telepon antara Trump dan Infantino.
Sementara itu, kubu timnas Belgia mengaku ‘terkejut’ dan tengah mempelajari semua opsi hukum atas keputusan kontroversial ini menjelang laga krusial babak 16 besar melawan Amerika Serikat.
(tim/dal)








