Scroll untuk baca artikel
GenZ

Snap Perkenalkan SPECS, Kacamata AR Canggih yang Bisa “Melihat” Dunia Pengguna

4
×

Snap Perkenalkan SPECS, Kacamata AR Canggih yang Bisa “Melihat” Dunia Pengguna

Share this article
snap-perkenalkan-specs,-kacamata-ar-canggih-yang-bisa-“melihat”-dunia-pengguna
Snap Perkenalkan SPECS, Kacamata AR Canggih yang Bisa “Melihat” Dunia Pengguna

Unbox.id – Snap Inc. resmi memperkenalkan kacamata augmented reality terbarunya yang diberi nama SPECS AR Glasses di ajang Augmented World Expo 2026. Perangkat ini langsung diposisikan sebagai wearable kelas premium dengan harga sekitar $2.195 atau setara Rp38 jutaan, belum termasuk deposit pre-order sebesar $200.

SPECS AR Glasses dirancang sebagai komputer AR yang sepenuhnya standalone. Tidak ada kabel, tidak ada perangkat eksternal, dan seluruh sistem komputasi sudah tertanam langsung di dalam kacamata. Pendekatan ini membuatnya berbeda dari banyak perangkat kompetitor yang masih bergantung pada unit pemrosesan tambahan.

Example 300x600

Dari sisi desain, perangkat ini menggunakan material Swiss TR90 polymer dengan dua ukuran frame yaitu 47 mm dan 52 mm, dengan bobot masing-masing sekitar 132 gram dan 136 gram.

Snap juga menambahkan dukungan lensa sesuai resep kacamata agar bisa digunakan oleh pengguna yang memakai kacamata. Selain itu, terdapat electrochromic lenses yang dapat berubah dari bening ke gelap dalam waktu sekitar 10 detik untuk menyesuaikan kondisi cahaya.

SPECS AR Glasses

SPECS AR Glasses (sumber: Snap)

Pada bagian tampilan, SPECS memakai teknologi liquid crystal on silicon dengan bidang pandang 51 derajat dan dukungan 16 juta warna. Waveguide yang digunakan telah didesain ulang dengan struktur nanoteknologi sangat kecil untuk menjaga kejernihan pandangan terhadap dunia nyata.

Snap mengklaim pengalaman visualnya setara dengan layar 24 inci untuk produktivitas dan layar 115 inci untuk hiburan, sehingga kacamata ini tidak lagi sekadar menampilkan notifikasi, tetapi menghadirkan area kerja visual penuh di depan mata pengguna.

Dari sisi performa, SPECS ditenagai dua prosesor Snapdragon yang memiliki pembagian tugas berbeda. Satu chip menangani computer vision sementara chip lainnya menjalankan aplikasi AR yang disebut Lenses. Kombinasi ini memungkinkan hand tracking yang lebih responsif dengan latensi sekitar 7 milidetik, sehingga interaksi antara dunia nyata dan objek digital terasa lebih natural.

Snap juga memperkenalkan fitur interaksi sosial berbasis AR bernama EyeConnect yang memungkinkan dua pengguna terhubung hanya dengan melakukan kontak mata untuk bermain atau berinteraksi dalam ruang AR yang sama.

Fitur kacamata AR SPECS

(sumber: Snap)

Selain itu, perangkat ini juga mendukung fungsi seperti browsing internet, membuka email, hingga menjalankan aplikasi produktivitas. Dalam praktiknya, SPECS bisa mengubah ruang fisik menjadi workspace digital dengan fitur seperti whiteboard virtual dan casting layar.

Salah satu fokus utama perangkat ini adalah AI kontekstual yang mampu memahami apa yang dilihat pengguna secara langsung. AI tidak hanya merespons perintah teks, tetapi juga membaca lingkungan sekitar melalui kamera dan sensor. Hal ini memungkinkan sistem memberikan informasi real-time, membantu navigasi, mengenali objek, hingga memberikan panduan kerja atau belajar langsung di ruang pandang pengguna.

Untuk daya tahan, SPECS masih memiliki batas penggunaan khas perangkat AR modern dengan durasi sekitar 4 jam penggunaan aktif. Namun dengan charging case, total pemakaian bisa mencapai sekitar 20 jam. Penggunaan ini mencakup AI assistant, video, Lenses, hingga berbagai aktivitas AR lainnya.

AI assistant di kacamata SPECS

AI assistant di kacamata SPECS (sumber: Snap)

Di sisi ekosistem, SPECS AR Glasses berjalan di atas Snap OS dan Lens Studio yang sudah digunakan oleh ratusan developer untuk membangun berbagai Lenses. Dalam 18 bulan terakhir, Snap juga merilis 10 pembaruan sistem dengan lebih dari 40 fitur dan API baru.

Untuk mempercepat pengembangan, perusahaan ini menambahkan dukungan alat AI seperti Claude Code, Codex, dan Cursor, serta menghadirkan Spatial Benchmark, Migration Agent, dan Native Development Kit.

Snap juga mengklaim telah mengamankan lebih dari 7.000 paten dalam pengembangan teknologi AR mereka.

Privasi menjadi salah satu fokus utama dengan sistem on-device processing, LED indikator saat perekaman aktif, serta kontrol penuh pengguna atas data yang disimpan, disinkronkan, atau dihapus.